PILIHAN +INDEKS
Harga Karet Rp5 Ribu per Kg, Warga Terpekik
SUNGAI MANDAU, RADARPEKANBARU.COM - Warga Kecamatan Sungai Mandau yang berprofesi sebagai petani karet mengeluhkan rendahnya harga jual komoditas karet tersebut. Bahkan kini harga karet yang dibeli pedagang setempat hanya tinggal Rp5 ribu per kilogramnya.
"Dengan harga karet sekarang ini, kami hidup pas-pasan. Belum lagi untuk keperluan anak sekolah dan kebutuhan rumah tangga. Itu pun harus rutin setiap hari menyadap karet, kalau tidak tentu tidak dapat penghasilan," ungkap Eri (44), salah seorang petani karet.
Eri mengaku untuk tetap bisa membiayai tiga anaknya yang sedang menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, keluarga mereka terpaksa berhemat. "Kami hanya memasak sayur-sayuran dan tidak membeli ikan atau ayam. Sebenarnya tidak cukup, tapi terpaksa dicukup-cukupkan," keluhnya.
Hampir 70 persen warga di Kecamatan Sungai Mandau berprofesi sebagai petani dan penyadap karet di kebun karet masyarakat setempat. Turunnya harga karet juga berdampak terhadap menurunnya pendapatan masyarakat.
"Rendahnya harga jual karet tidak lagi bisa memenuhi keperluan hidup. Dalam sehari kami dari menyadap karet bisa menghasilkan enam kilogram karet. Kami terpaksa mencari bekerja sampingan dengan membersihkan di kebun milik orang lain. Kalau sempat harga karet dibawah Rp5 ribu, mungkin kami tak makan lagi," ucap Ujang (32), petani karet lainnya.(rp)
"Dengan harga karet sekarang ini, kami hidup pas-pasan. Belum lagi untuk keperluan anak sekolah dan kebutuhan rumah tangga. Itu pun harus rutin setiap hari menyadap karet, kalau tidak tentu tidak dapat penghasilan," ungkap Eri (44), salah seorang petani karet.
Eri mengaku untuk tetap bisa membiayai tiga anaknya yang sedang menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi, keluarga mereka terpaksa berhemat. "Kami hanya memasak sayur-sayuran dan tidak membeli ikan atau ayam. Sebenarnya tidak cukup, tapi terpaksa dicukup-cukupkan," keluhnya.
Hampir 70 persen warga di Kecamatan Sungai Mandau berprofesi sebagai petani dan penyadap karet di kebun karet masyarakat setempat. Turunnya harga karet juga berdampak terhadap menurunnya pendapatan masyarakat.
"Rendahnya harga jual karet tidak lagi bisa memenuhi keperluan hidup. Dalam sehari kami dari menyadap karet bisa menghasilkan enam kilogram karet. Kami terpaksa mencari bekerja sampingan dengan membersihkan di kebun milik orang lain. Kalau sempat harga karet dibawah Rp5 ribu, mungkin kami tak makan lagi," ucap Ujang (32), petani karet lainnya.(rp)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sambut Hari Raya Idul Adha, PT Musim Mas Salurkan Hewan Qurban di Desa Sekitar Perusahaan
Radarpekanbaru.com – PT Musim Mas kembali menunjuk.
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
JAKARTA — Perempuan muda asal Riau, , sukses mencuri perhatian di ajang nasion.
Bupati Pelalawan Desak Penanganan Cepat Kelangkaan BBM di Pangkalan Kerinci
Radarpekanbaru.com - Bupati Pelalawan, Zukri Misran,.
BBM Langka, Ketua DPRD kabupaten Pelalawan Siap Panggil Pertamina, Pertamina Umumkan Stok BBM Riau Aman
Radarpekanbaru.com - Kelangkaan BBM di Riau kian par.
Dari Wisata ke Harapan: Z-Park Kerinci Skyland Hidupkan Asa 420 Mustahik
Radarpekanbaru.com – Di sudut Pangkalan Kerinci, s.
Tidak Hanya Z - Park, Pengurus MD KAHMI Pelalawan Dorong Baznas Untuk Bangun Pabrik Kelapa Sawit Untuk Fakir Miskin
Radarpekanbaru.com - Inovasi yang dilakukan oleh Baz.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








