PW HIMMAH RIAU DESAK KAPOLDA LEBIH SERIUS TANGANI PERMASALAHAN PETI DI KUANSING
Pekanbaru--Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) Riau Angkat Bicara terkait permasalahan peti di Kuansing yang hingga sampai saat ini menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat Kuansing.

Saya Melihat seperti ada Pembiaran beberapa aktivitas penambangan emas tanpa izin di Kabupaten Kuantan Singingi. Selama ini seakan tidak tersentuh hukum sehingga membuat pelaku merasa aman untuk menggerogoti kekayaan alam
Kuansing dan diduga ada pihak
ketiga bermain dibelakang layar. Demikian disampaikan ketua PW Himmah Riau Rocky Ramadani (15/10).
“Keserakahan pengusaha dalam mengeruk keuntungan dari kegiatan peti dengan melakukan berbagai cara untuk
melancarkan usahanya. Salah satu modusnya dengan cara memanfaatkan masyarakat sekitar sebagai pekerja dan diberikan modal tanpa memikirkan dampak yang di timbulkan akibat pekerjaan nya. Masyarakat harusnya lebih bijak Menanggapi Hal ini”, Sebut Rocky yang juga putra asli Kuansing tersebut.
Tambahnya tidak dapat kita pungkiri akibat yang di timbulkan dari aktivitas ini sangatlah berdampak buruk bagi lingkungan terkhususnya aliran sungai Kuantan & Singingi.
“Pencemaran Air sungai akibat pembuangan limbah merkuri yang dilakukan tidak sesuai prosedur menyebabkan emisi merkuri terkonsentrasi pada lingkungan dalam jumlah besar dan mencemari sumber air (sungai). Ikan - ikan yang berada di sungai yang sudah terkontaminasi merkuri dan dikonsumsi oleh manusia, berpotensi membahayakan kesehatan”, Terang Rocky.
Tidak hanya bagi lingkungan, menurut Rocky aktivitas ini juga sudah pernah memakan korban dan menyebabkan kematian bagi para pekerja diantaranya sudah pernah terjadi di Desa Serosah Kec. Hulu Kuantan yang menewaskan 6 orang pekerja dan pemiliknya sudah ditetapkan tersangka. (28/8/2020). Selain itu juga terjadi untuk warga Sei Alah Kec. Hulu Kuantan (27/09/2020)
“Sebagai Putra asli Kuansing kita tentu tidak ingin lingkungan kita tercemar dan anak cucu kita menanggung derita berkepanjangan di masa datang. Oleh karena itu kita meminta kepada Kapolda Riau agar lebih serius menangani permasalahan PETI di Kuansing. Kita berharap supaya jangan hanya memberikan hukuman untuk pekerja saja namun juga mesti menyentuh pemodal dan pembeli emas”, Tutupnya.
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
RADARPEKANBARU.COM - Ancaman serius bagi kelangsunga.
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
RADARPEKANBARU.COM - Perekonomian Provinsi Riau tumb.
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
RADARPEKANBARU.COM - Perekonomian Provinsi Riau menu.
Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau memata.
Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) R.
340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik
RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 340 titik panas (hotsp.








