PILIHAN +INDEKS
DKP : 2014 Ini, Perda Sampah Segera Tuntas Teknologi GPS Dipasang
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru Azwan
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru menargetkan peraturan daerah tentang pengolahan sampah dan pengangkutannya akan selesai pada tahun ini. Saat ini Draf Perda tersebut telah berada di pihak DPRD tinggal menunggu pengkajian dan pengesahan saja.
"Kita telah melakukan pendalaman pengkajian-pengkajian tentang pembuatan Perda Sampah ini, kita optimis bisa disahkan pihak dewan jelang akhir tahun ini," ungkap Azwan, Senin (30/9) kepada radarpekanbaru.com diruang kerjanya.
Dijelaskannya, sebelumnya draf perda ini telah pernah diajukan ke pihak dewan, namun karena tidak memiliki kajian yang jelas pihak dewan tidak bisa mengesahkannya. Maka dari itu pihaknya melakukan pendalaman kajian sesuai undang-undang yang berlaku.
"Atas dasar itulah kita yakin ini akan segera disahkan," paparnya.
Setelah perda ini disahkan, maka akan jelas apa tugas DKP dan sembilan instansi yang berwenang atas penanganan sampah. Sehingga tidak akan terjadi lagi penumpukan sampah di pinggir-pinggir jalan.
"Kita akui, sebelum Perda persampahan ini di sahkan, upaya kita hanya seperti ini saja. Yakni mengangkut sampah dan membuangnya ke TPA (tempat pembuangan akhir)," paparnya.
DKP Pekanbaru Akan Pasang Teknologi GPS
Meskipun sistem pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru akan diserahkan kepada pihak ketiga, Pemerintah Kota Pekanbaru akan pasang teknologi GPS (global posisioning sistem) disetiap armada pengangkut sampah yang sekarang.
Hal ini berdasarkan pantauan di lapangan banyak armada sampah yang hanya melepaskan tanggung jawab mengantar sampah ke TPA (tampat pembuangan akhir) padahal bak sampahnya tidak terisi penuh.
"Benar, dua minggu saya menjabat jadi Kepala Dinas DKP, banyak persoalan internal yang harus dibenahi. Misalnya saja sistem pengangkutan sampah kita. Saya menilai ini sangat tidak efektif. Misalnya saja mobil A bertugas dijalan A Yani, setelah berkeliling di situ mobil itu langsung ke TPA mengantar sampah padahal bak sampah belum penuh. Sebenarnya ini kan bisa kita perbantukan ke jalan yang lain," ungkap Kepala Dinas KP Azwan.
Untuk memantau kinerja dari armada-armada sampah ini, pihaknya berencana akan memasang teknologi GPS di setiap armada sampah.
"Jadi kita akang mengetahui pergerakan truk sampah kita, kemana mereka membuangnya, penuh atau tidak muatannya, atau sebagainya. Kita bisa pantau," ujar mantan Asisten III Pemko Pekanbaru.
Selain itu, dirinya menegaskan DKP akan mengalami perubahan demi perubahan untuk kebersihan kota Pekanbaru, salah satunya yaitu membuka call center.
"Jadi kami akan membuat nomor pengaduan. Jika ada sampah yang menumpuk bisa hubungi nomor tersebut. Dan telpon genggam setiap pejabat DKP aktif selalu untuk melayani masyarakat," singkatnya.(ram)
"Kita telah melakukan pendalaman pengkajian-pengkajian tentang pembuatan Perda Sampah ini, kita optimis bisa disahkan pihak dewan jelang akhir tahun ini," ungkap Azwan, Senin (30/9) kepada radarpekanbaru.com diruang kerjanya.
Dijelaskannya, sebelumnya draf perda ini telah pernah diajukan ke pihak dewan, namun karena tidak memiliki kajian yang jelas pihak dewan tidak bisa mengesahkannya. Maka dari itu pihaknya melakukan pendalaman kajian sesuai undang-undang yang berlaku.
"Atas dasar itulah kita yakin ini akan segera disahkan," paparnya.
Setelah perda ini disahkan, maka akan jelas apa tugas DKP dan sembilan instansi yang berwenang atas penanganan sampah. Sehingga tidak akan terjadi lagi penumpukan sampah di pinggir-pinggir jalan.
"Kita akui, sebelum Perda persampahan ini di sahkan, upaya kita hanya seperti ini saja. Yakni mengangkut sampah dan membuangnya ke TPA (tempat pembuangan akhir)," paparnya.
DKP Pekanbaru Akan Pasang Teknologi GPS
Meskipun sistem pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru akan diserahkan kepada pihak ketiga, Pemerintah Kota Pekanbaru akan pasang teknologi GPS (global posisioning sistem) disetiap armada pengangkut sampah yang sekarang.
Hal ini berdasarkan pantauan di lapangan banyak armada sampah yang hanya melepaskan tanggung jawab mengantar sampah ke TPA (tampat pembuangan akhir) padahal bak sampahnya tidak terisi penuh.
"Benar, dua minggu saya menjabat jadi Kepala Dinas DKP, banyak persoalan internal yang harus dibenahi. Misalnya saja sistem pengangkutan sampah kita. Saya menilai ini sangat tidak efektif. Misalnya saja mobil A bertugas dijalan A Yani, setelah berkeliling di situ mobil itu langsung ke TPA mengantar sampah padahal bak sampah belum penuh. Sebenarnya ini kan bisa kita perbantukan ke jalan yang lain," ungkap Kepala Dinas KP Azwan.
Untuk memantau kinerja dari armada-armada sampah ini, pihaknya berencana akan memasang teknologi GPS di setiap armada sampah.
"Jadi kita akang mengetahui pergerakan truk sampah kita, kemana mereka membuangnya, penuh atau tidak muatannya, atau sebagainya. Kita bisa pantau," ujar mantan Asisten III Pemko Pekanbaru.
Selain itu, dirinya menegaskan DKP akan mengalami perubahan demi perubahan untuk kebersihan kota Pekanbaru, salah satunya yaitu membuka call center.
"Jadi kami akan membuat nomor pengaduan. Jika ada sampah yang menumpuk bisa hubungi nomor tersebut. Dan telpon genggam setiap pejabat DKP aktif selalu untuk melayani masyarakat," singkatnya.(ram)
BERITA LAINNYA +INDEKS
3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah pusat melalui Kement.
Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
RADARPEKANBARU.COM - Luasan kebakaran hutan dan laha.
31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 31 SMA Negeri di Provi.
Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci
RADARPEKANBARU.COM - Berawal dari rasa kasihan warga.
Tahun Ini, Pemprov Riau Targetkan Penerimaan Sekolah Rakyat Capai 420 Siswa
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.
Total 12 Jemaah Haji Riau Meninggal Selama Penyelenggaraan Haji 202
RADARPEKANBARU.COM - Kabar duka kembali menyelimuti .
TULIS KOMENTAR +INDEKS








