PILIHAN +INDEKS
Kabut Asap Selimuti Riau
Sekda Imbau Agar Tidak Banyak Beraktivitas Di Luar
Ilustrasi
RADARPEKANBARU.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Zaini Ismail memberikan keterangan mengejutkan. Dia mengaku tidak terlalu khawatir efek dari kabut asap akibat Karhutla. Dia menyamakan polusi udara yang ada di Riau saat ini dengan di Jakarta.
"Di Jakarta udaranya sama seperti Pekanbaru saat ini," kata Zaini, kemarin. Namun demikian, dia mengimbau masyarakat tidak banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Untuk diketahui, saat ini udara di Pekanbaru dan beberapa wilayah lainnya sedang tercemar kabut asap akibat kabut asap. Sedangkan polusi di Jakarta disebabkan asap kendaraan bermotor dan lainnya.
Pada awal tahun ini, dokter Azizman Saad dari Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru mengatakan, polusi asap Karhutla sangat berbahaya bagi generasi penerus di Riau, karena berdampak buruk pada pertumbuhan sel otak dan intelegensia bayi.
"Bagi bayi yang terpapar langsung asap, maka pertumbuhan sel-sel otaknya akan berkurang, sehingga mengurangi tingkat intelektual dan kemunduran kecerdasan," katanya.
Bahkan, ia mengatakan, bayi yang masih di dalam kandungan ibunya juga terancam bahaya asap, karena pertumbuhan janin tidak bisa optimal dan justru mengecil.
Kondisi polusi asap di Riau yang berkepanjangan, diakui Azizman juga membuat daerah tersebut tidak layak lagi dihuni. Sebab, indeks pencemaran udara menunjukan level sangat tidak sehat sampai berbahaya, yang dalam kondisi tersebut seharusnya pemerintah mengungsikan seluruh warganya.(lam/hr)
"Di Jakarta udaranya sama seperti Pekanbaru saat ini," kata Zaini, kemarin. Namun demikian, dia mengimbau masyarakat tidak banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.
Untuk diketahui, saat ini udara di Pekanbaru dan beberapa wilayah lainnya sedang tercemar kabut asap akibat kabut asap. Sedangkan polusi di Jakarta disebabkan asap kendaraan bermotor dan lainnya.
Pada awal tahun ini, dokter Azizman Saad dari Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru mengatakan, polusi asap Karhutla sangat berbahaya bagi generasi penerus di Riau, karena berdampak buruk pada pertumbuhan sel otak dan intelegensia bayi.
"Bagi bayi yang terpapar langsung asap, maka pertumbuhan sel-sel otaknya akan berkurang, sehingga mengurangi tingkat intelektual dan kemunduran kecerdasan," katanya.
Bahkan, ia mengatakan, bayi yang masih di dalam kandungan ibunya juga terancam bahaya asap, karena pertumbuhan janin tidak bisa optimal dan justru mengecil.
Kondisi polusi asap di Riau yang berkepanjangan, diakui Azizman juga membuat daerah tersebut tidak layak lagi dihuni. Sebab, indeks pencemaran udara menunjukan level sangat tidak sehat sampai berbahaya, yang dalam kondisi tersebut seharusnya pemerintah mengungsikan seluruh warganya.(lam/hr)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Ngopi di Paduko Caffe, Ada Live Musik Menunya Lengkap Dijamin Gak Bosan
KAMPAR - Bagi para penyuka suasana alam terbuka sambil ngopi dan makan-makan ber.
Tingkatkan Komitmen, PHR Selenggarakan Hari Keselamatan untuk Operasi yang Andal
DURI, 11 Desember 2023 — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menerapkan Stop Work Authority (SWA) seb.
Cara Membuat Kartu Kredit BRI Online
Berkembangnya teknologi di masa sekarang ini menuntut perubahan layanan perbanka.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








.jpg)