Prof Iliyas Husti: pihak Zulhusni Cs memutar balikan fakta
Pekanbaru--Ketua MUI Riau, Iliyas Husti membongkar permainan sejumlah oknum mencoba mengacaukan musyawarah pemilihan ketua MUI Riau, dan setelah gagal mereka justru membalikan fakta yang sebenarnya.
"Demikian diungkapkan Ketua MUI Riau, Iliyas Husti kepada Radar (02/01/2021) malam.
Menurut Iliyas Husti hingga saat ini oknum yang menyatakan mundur belum ada mengajukan surat pengunduran diri.
"Orang yang disebutkan oleh Zulhusni itulah yang mundur, kan hanya dua orang saja, tambah satu Zulhusni, tapi sampai sekarang belum menyatakan mundur juga," katanya.
Iliyas menegaskan bahwa pihak Zulhusni yang justru melakukan intimidasi dalam pemilihan ketua, namun untunglag perwakilan ormas tidak terpengaruh.
"Mereka inilah sebenarnya yang melakukan intimidasi itu, tapi orang tidak terpengaruh dengan provokasinya , kemudian kalah dalam pemilihan, lalu membuat berita dengan membalikkan fakta", ungkap iliyas.
Beberapa orang oknum ini justru mengaku mengatasnamakan sejumlah ulama, padahal hanya dua tiga orang saja.
"Dikatakan sejumlah ulama, kenyataannya hanya dia berdua saja, paling banyak hanya empat orang." tegasnya.
Masih menurut prof iliyas, bahwa dirinya sudah menyampaikan kepada para perwakilan ormas, siapa saja yang ingin mengabdikan diri dan memiliki dedikasi maka pihaknya membuka diri dengan siapapun dan sebaliknya.
"Saya sudah sampaikan bagi siapa yang tidak ikhlas untuk berkhidmat kepada umat ya silahkan saja mundur" tegasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya sejumlah orang menyatakan mundur dari susunan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau di bawah kepemimpinan Prof Ilyas Husti. Alasan para pihak ini mundur karena proses pemilihan Ilyas Husti sebagai ketua dilakukan dengan cara yang tidak sesuai karakter ulama.
"Setidaknya ada tujuh orang yang menyatakan mundur dari kepengurusan MUI Riau saat ini," ujar Asyari Nur yang dalam kepengurusan MUI Riau pimpinan Ilyas Husti menjabat sebagai Wakil Ketua Umum.
Diceritakan Asyari, pada proses pemilihan Ketua MUI Riau yang berlangsung pasa pekan lalu itu, terjadi intimidasi dan tekanan terhadap ulama.
"Ada unsur pemaksaan terhadap para ulama agar memilih calon tertentu yang mana calon itu sebenarnya ada masalah," jelas mantan Kepala Kanwil Kementerian Agama Riau ini.
Hal senada juga disampaikan oleh mantan Sekretaris MUI Riau, Zulhusni Domo. "Banyak yang mundur, dan yang mundur itu adalah tokoh-tokoh utama," kata Zulhusni.
Berdasarkan informasi sebagaimana dikutip dari salah satu media online, sejumlah calon pengurus yang menyatakan mundur itu antara lain Ketua Penasehat PW Persatuan Islam (Persis) Riau, Yana Mulyana, dari jabatan Ketua MUI Riau. Kemudian, Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Riau, Mizan Asnawi.
(Ujeng/ckc)
Afiat Ananda Terpilih Aklamasi Pimpin ICF Pekanbaru, Siap Perkuat Pembinaan dan Prestasi Atlet
PEKANBARU– Afiat Ananda resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Indonesia.
Riduan Siagian Ditunjuk Jadi Nahkoda RAMPAS Setia 08 Berdaulat Riau
PEKANBARU – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) RAMPAS Setia 08 Berdaulat resmi menerbi.
PCR dan SPS Riau Sepakati Kerja Sama Pengembangan Kurikulum dan Magang Mahasiswa
PEKANBARU– Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau.
HUT ke-80 SPS, Saidul Tombang: Pers Harus Tetap Menjadi Pilar Demokrasi
PEKANBARU – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau memperingati Hari Ulan.
AMA Riau Dorong Reformasi Sistem Pemilu, Minta Keterwakilan Daerah dan Masyarakat Adat Diperkuat
PEKANBARU – Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau mengusulkan adanya refor.
PWI Riau Kurban 6 Sapi dan 1 Kambing pada Iduladha 1447 H
PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban .








.jpg)