• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2933 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2907 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2890 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2889 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2883 Kali

  • Home
  • Internasional

Mengapa India-Nepal Berebut Pegunungan Terjal di Himalaya?

Redaksi Radarpku

Sabtu, 06 Juni 2020 10:50:04 WIB
Cetak
Mengapa India-Nepal Berebut Pegunungan Terjal di Himalaya?

RADARPEKANBARU.COM - Ketika dunia sibuk meredam wabah Covid-19, Nepal dan India terjebak dalam konflik perbatasan menyusul tumpang tindih klaim atas sebuah pegunungan di barat Himalaya. Jalan sepanjang 80km yang dibangun India untuk menghubungkan antara negara bagian Uuarakhand dengan Tibet melewati kawasan Lipulekh yang diklaim Nepal.

Buntutnya Nepal memrotes upacara peresmian jalan. Puncak Lipulekh adalah jalur dagang paling singkat antara India dan Cina. Pemerintah di Kathmandu mengecam kebijakan India sebagai tindak perundungan terhadap jiran yang lemah.

Pemerintah Nepal lalu menerbitkan peta baru yang menampilkan kawasan Lipulekh, termasuk Kalapani dan Limpiyadhura berada di dalam batas teritorialnya. Wilayah yang diperebutkan itu berada di batas tiga negara antara India, Cina dan Nepal. Peta baru buatan pemerintah nantinya akan diterbitkan ulang untuk universitas dan dokumen resmi pemerintah.

Sontak, penerbitan peta baru oleh Nepal memanaskan hubungan dengan India. Pemerintah di New Delhi mengkritik "tindak sepihak" Nepal dan menolak klaim wilayah yang tertera di dalam peta Nepal. "Peta ini bertentangan dengan kesepakatan bilateral untuk menyelesaikan isu perbatasan melalui dialog diplomatik," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Anurag Srivastava.

"Klaim ini tidak akan pernah diterima oleh India," imbuhnya. Kisruh ini bukan kali pertama kedua negara bersitegang soal peta. Pada November tahun lalu, New Delhi menerbitkan peta resmi India yang menempatkan Lipulekh ke dalam bagian teritorialnya. Pemerintah Nepal menolak peta itu dan menawarkan negosiasi, meski kemudian tidak ditanggapi India.

Derasnya arus investasi Cina ke Nepal membuat India bersikap curiga. Ragam media nasional misalnya berulangkali menggunakan narasi bahwa Kathmandu sudah menjadi bonekanya Beijing.

Dalam sebuah kesempatan, Kepala Staf Angkatan Darat, Manoj Mukunda Naravene mengatakan Nepal bertindak "atas nama orang lain." Ucapannya itu diyakini ditujukan kepada Cina. 

Swaran Singh, seorang pengajar di Universitas Jawaharlal Nehru di New Delhi meyakini narasi itu muncul akibat hubungan rumit India dan Cina yang mengalami pasang surut. Selain Nepal, Beijing juga berusaha mencari kedekatan dengan Pakistan, rival terbesar India di Asia Selatan.

Menurutnya lanskap diplomatik antara kedua negara "hanya memperkuat tuduhan bahwa Nepal lebih berani menentang atau menggunakan bahasa yang keras terhadap India untuk menyenangkan Cina," kata Singh kepada DW.

Namun tuduhan itu dibantah Menteri Luar Negeri Nepal Pradeep Kumar Gyawali. Menurutnya Nepal tidak hanya bersitegang dengan India ihwal konflik teritorial, tetapi juga dengan Cina. 

"Saya menolak tindakan menyeret negara lain ke dalam konflik perbatasan antara India dan Nepal. Kami juga memiliki konflik teritorial dengan Cina di Lipulekh. Isunya belum diselesaikan," sanggahnya dalam wawancara dengan DW.

Khadga KC, Guru Besar Hubungan Internasional di Universitas Tribhuvan, Nepal, mewanti-wanti tuduhan India bisa semakin membebani hubungan bilateral. "Sebagai negara berdaulat, Nepal tidak perlu menyeret jiran lain ke dalam konflik ini," kata dia. "Faktanya, Nepal terpaksa membuat ulang peta politik setelah India secara sepihak membangun jalan di atas wilayah kami." 

Analis mengatakan kisruh perbatasan teranyar memberi angin segar bagi kaum nasionalis di Nepal, dan membantu perdana menteri memperpanjang usia pemerintahannya. Kekuasaan Sharma Oli goyah lantaran kinerja pemerintahannya menghadapi wabah corona yang dinilai gagal. 

Saat ini partai-partai oposisi sudah menyatakan dukungan bagi pemerintah untuk mengamandemen konstitusi agar memuat peta baru tersebut. 

Dalam sebuah wawancara dengan harian India, The Hindu, Menlu Gyawali mengatakan "cara paling pantas" menyelesaikan konflik perbatasan antara kedua negara adalah "menarik mundur serdadu dari Kalapani dan menyerahkan kawasan yang diduduki kembali ke Nepal."

Dinesh Bhattarai, bekas duta besar Nepal untuk PBB, mengatakan kepada DW kedua negara harus melanjutkan perundingan dan negosiasi berdasarkan fakta dan bukti-bukti sejarah. "Negara demokrasi terbesar di dunia seharusnya tidak ragu mencari solusi yang memuaskan."(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Israel Tetapkan Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Siap Bertarung Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:24:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Kritik Pernyataan PBB, Sebut Akar Masalah Konflik adalah Amerika

Senin, 13 Juli 2026 - 10:00:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Siap Balas Setiap Serangan Amerika Serikat

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:07:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ketua Parlemen Iran, Mohammad B.

Internasional

Trump Bersikeras Hapus Hak Kewarganegaraan AS Berdasarkan Kelahiran

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:15:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Gencatan Senjata Berakhir, Trump Ancam Serang Iran Lebih Dahsyat

Kamis, 09 Juli 2026 - 08:27:52 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Trump Hadiri KTT NATO: Kalau Bukan karena Erdogan Saya Tidak akan Datang

Rabu, 08 Juli 2026 - 09:47:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi BPK dan Benahi Tata Kelola BUMD
14 Juli 2026
Gelombang Kedua, Ratusan Pegawai Lama di Sekretariat DPRD Riau Dimutasi
14 Juli 2026
Polda dan Kejati Riau Perkuat Sinergi, Komitmen Wujudkan Penegakan Hukum Berintegritas
14 Juli 2026
Seberapa Sering Kita Merasakan Waktu Berjalan Begitu Cepat? Ini Penjelasan Ulama
14 Juli 2026
Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan
14 Juli 2026
Israel Tetapkan Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Siap Bertarung Lagi
14 Juli 2026
Kadishub Siak Ditahan 20 Hari, Polisi Ungkap Modus Permintaan Uang Proyek
13 Juli 2026
Tesso Nilo dan Tanah Ulayat Jadi Fokus Pembahasan Pemprov Riau dan ATR/BPN
13 Juli 2026
Bus Sekolah Gratis Mulai Beroperasi, Layani Pelajar di Tujuh Sekolah
13 Juli 2026
Tolok Ukur Keberuntungan Hakiki
13 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi BPK dan Benahi Tata Kelola BUMD
  • 2 Gelombang Kedua, Ratusan Pegawai Lama di Sekretariat DPRD Riau Dimutasi
  • 3 Polda dan Kejati Riau Perkuat Sinergi, Komitmen Wujudkan Penegakan Hukum Berintegritas
  • 4 Seberapa Sering Kita Merasakan Waktu Berjalan Begitu Cepat? Ini Penjelasan Ulama
  • 5 Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan
  • 6 Israel Tetapkan Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Siap Bertarung Lagi
  • 7 Kadishub Siak Ditahan 20 Hari, Polisi Ungkap Modus Permintaan Uang Proyek

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com