PILIHAN +INDEKS
Gawat, Veteran Kampar Sebut Demokrasi di NKRI Sudah Mati
Ilustrasi
BANGKINANG, RADARPEKANBARU.COM - Ketua Veteran Kabupaten Kampar Comel Nurdin kecewa dengan demokrasi yang sudah mati saat sekarang ini. Pernyataan itu dikatakannya dimulai dari proses Pemilihan Presiden (Pilpres) yang kacau.
"Pilpres contohnya, bukan lagi demokrasi yang harus menjadi contoh bagi generasi bangsa. Kecurangan sengaja dipertontonkan kepada generasi bangsa. Apakah demokrasi seperti ini yang harus diajarkan kepada anak bangsa,"ucap Comel, kepada wartawan, Minggu (17/8/14) usai melaksanakan upacara HUT RI ke 69 di lapangan pelajar, Kabupaten Kampar.
Kakek berusia 86 tahun ini mengungkapkan kesedihan dirinya. Ia mengenang bagaimana perjuangan sahabat-sahabatnya yang telah duluan pergi dalam memperjuangkan kemerdekaan.
“Kalau melihat semua kebobobrokan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, para pejuang masa lalu sedih. Sekarang malah generasi bangsa kita sudah tidak punya etika lagi,” cetusnya.
Ia menambahkan, jika negara harus bagus, moral bangsa harus diperbaiki dari sekarang.
“Dan itu menjadi tugas guru dan setiap orang tua. Kembali kepada orang tua dan guru, jika orang tua dan guru tidak memberikan suatu ajaran yang baik, maka generasi bangsa ini kedepannya tidak akan pernah baik,” tuturnya.
Ia juga berharap, demokrasi di NKRI kembali baik. Kecurangan Pilpres yang terjadi bisa terungkap dan diperbaiki.
“Jika kecurangan tidak pernah di perbaiki, akan membuat dampak buruk bagi bangsa. Karena dari kecurangan itulah mulai hilangnya demokrasi di NKRI,” katanya.(Aulia)
"Pilpres contohnya, bukan lagi demokrasi yang harus menjadi contoh bagi generasi bangsa. Kecurangan sengaja dipertontonkan kepada generasi bangsa. Apakah demokrasi seperti ini yang harus diajarkan kepada anak bangsa,"ucap Comel, kepada wartawan, Minggu (17/8/14) usai melaksanakan upacara HUT RI ke 69 di lapangan pelajar, Kabupaten Kampar.
Kakek berusia 86 tahun ini mengungkapkan kesedihan dirinya. Ia mengenang bagaimana perjuangan sahabat-sahabatnya yang telah duluan pergi dalam memperjuangkan kemerdekaan.
“Kalau melihat semua kebobobrokan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, para pejuang masa lalu sedih. Sekarang malah generasi bangsa kita sudah tidak punya etika lagi,” cetusnya.
Ia menambahkan, jika negara harus bagus, moral bangsa harus diperbaiki dari sekarang.
“Dan itu menjadi tugas guru dan setiap orang tua. Kembali kepada orang tua dan guru, jika orang tua dan guru tidak memberikan suatu ajaran yang baik, maka generasi bangsa ini kedepannya tidak akan pernah baik,” tuturnya.
Ia juga berharap, demokrasi di NKRI kembali baik. Kecurangan Pilpres yang terjadi bisa terungkap dan diperbaiki.
“Jika kecurangan tidak pernah di perbaiki, akan membuat dampak buruk bagi bangsa. Karena dari kecurangan itulah mulai hilangnya demokrasi di NKRI,” katanya.(Aulia)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Tapung Hulu, Riau — Perkembangan dunia industri dan persaingan kerja yang semakin ketat menuntu.
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Kampar - SMAS Adven Pasir Putih resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPD.
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Kampar - SMAN 6 Tapung resmi mengumumkan pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Aja.
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Kampar - SMAN 2 Kampar Kiri resmi memulai tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru .
Sambut Tahun Ajaran Baru, SMAN 1 Kampar Kiri Siapkan PPDB 2026/2027 dengan Semangat Melahirkan Generasi Masa Depan
Kampar- SMAN 1 Kampar Kiri secara resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran.
SMAN 2 Tapung Hulu Perkuat Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa di Era Modern
SMAN 2 Tapung Hulu terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu lembaga pendidikan m.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








