• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2942 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2915 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2895 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2895 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2889 Kali

  • Home
  • Nasional

KPK Dinilai Lamban Cari Harun Masiku

Redaksi Radarpku

Senin, 27 Januari 2020 09:53:37 WIB
Cetak
KPK Dinilai Lamban Cari Harun Masiku

RADARPEKANBARU.COM -- Pegiat antikorupsi menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lamban mencari politikus PDI Perjuangan Harun Masiku, tersangka penyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Bahkan, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, banyak petunjuk dan informasi terkait keberadaan buron tersebut yang tidak ditelusuri secara cepat oleh KPK.


Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan, hal itu membuat masyarakat curiga ada oknum tertentu yang menghalangi tertangkapnya Harun Masiku. Apalagi, kata dia, ada usaha menggeser status Harun menjadi korban penipuan.


“Kami menilai kasus ini lambat diselesaikan oleh KPK. Saat ini ada narasi kalau Harun Masiku sebagai korban. Itu merupakan kekeliruan. Bagaimana seorang yang menyuap KPU dan jadi tersangka bisa dibilang menjadi korban. Sampai sekarang pun KPK belum menemukan Harun Masiku,” kata dia, Ahad (26/1).


Harun menjadi buron setelah ditetapkan sebagai tersangka penyuap Wahyu Setiawan untuk meloloskan dirinya dalam pergantian antarwaktu anggota DPR fraksi PDI Perjuangan. Harun diduga telah memberikan Rp 400 juta kepada Wahyu. Sementara itu, Wahyu telah menerima total Rp 600 juta dari Rp 900 juta yang dijanjikan dalam usaha meloloskan Harun.


Pada 22 Januari, pihak Direktorat Jenderal Keimigrasian Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akhirnya mengakui, Harun Masiku sudah di Tanah Air sejak 7 Januari. Pengungkapan itu membalik keterangan yang disampaikan berbagai pihak, seperti kepolisian, Kemenkumham, dan KPK soal keberadaan Masiku selama 15 hari belakangan.


Mereka mengindikasikan Masiku belum kembali ke Tanah Air sejak bertolak ke Singapura pada 6 Januari lalu. Asumsi itu kemudian menjadi salah satu alasan Masiku tak ikut diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari. Kurnia mengatakan, sejak awal ada sejumlah kejanggalan dalam pernyataan Menkumham Yasonna Laoly, Imigrasi, KPK, dan Polri yang menyatakan Harun masih di luar negeri.


“KPK harus menelusuri secara dalam kasus tersebut. Apakah ada oknum lain yang terlibat? Bagaimana Harun Masiku bisa kenal dengan Wahyu Setiawan? Apa ada perantara dari orang lain? Ini pertanggungjawaban pimpinan KPK terhadap masyarakat untuk bisa selesai kasus ini ya, kalau tidak, masyarakat bisa menilai kalau KPK ternyata tidak bisa dipercaya,” kata Kurnia.


Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui keberadaan Harun. KPK dan Polri, kata dia, masih bekerja sama mencari jejak Harun. “Belum ada informasi yang baru tentang Harun Masiku. Sampai hari ini KPK bersama Polri terus pro dan aktif mencari keberadaan yang bersangkutan,” kata Ali, kemarin.


Menurut dia, KPK pada 13 Januari 2020 telah meminta kepada imigrasi untuk mencegah Harun tidak melarikan diri ke luar negeri. Ia mengaku KPK sudah melakukan pencarian ke berbagai daerah sesuai informasi tentang keberadaan Harun Masiku. “Kami optimistis Harun Masiku akan segera tertangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” kata Ali.


Senada dengan Ali, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan, Polri belum menemukan keberadaan Harun. Ia mengaku masih berkoordinasi dengan penyidik KPK. “Belum ditemukan. Dikoordinasikan juga ya ke penyidik KPK sudah sampai mana dan sejauh mana,” kata dia.

Hati-Hati

Presiden Joko Widodo mengaku tidak tahu-menahu apakah inkonsistensi informasi tentang keberadaan Harun Masiku merupakan miskomunikasi atau bukan. Jokowi lebih memilih mengingatkan jajarannya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan berkaitan dengan hukum. "Terutama yang berkaitan dengan angka, terutama yang berkaitan dengan data, terutama yang berkaitan dengan informasi. Hati-hati, jangan sampai informasi dari bawah langsung diterima tanpa crosscheck terlebih dulu," jelas Jokowi, Jumat (24/1).


KPK menyatakan, tak menutup kemungkinan Yasonna akan dipanggil sebagai saksi terkait kasus Harun Masiku. "Siapa pun jika kemudian penyidik memerlukan keterangan itu, siapa pun sekali lagi siapa pun (akan dipanggil)," kata Ali Fikri, Sabtu (25/1). Namun, Ali mengaku kewenangan pemanggilan Yasonna ada di penyidik.


Peneliti politik Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, kesulitan menangkap Masiku berkaitan dengan statusnya sebagai tokoh kunci dalam kasus suap tersebut. "Harun Masiku berpotensi menjadi tokoh kunci dan ini tentu mengkhawatirkan banyak tokoh elite di PDI Perjuangan, maka tidak mengherankan jika sekelas menteri Yasonna ikut turun menangani," ujar dia, kemarin.


Menurut dia, Masiku bisa saja sengaja disembunyikan. "KPK sejauh ini tidak kekurangan kecerdasan dalam mengungkap kasus korupsi sehingga sulit dipercaya jika hanya seorang Harun Masiku bisa sedemikian sulitnya," kata Dedi. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:54:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:30:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pertemuan tertutup Presiden Pra.

Nasional

Usai Jadi Tersangka, Febrie dan Don Ritto Dicekal ke Luar Negeri

Senin, 13 Juli 2026 - 10:07:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:20:26 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kejaksaan Agung (Kejagung) meng.

Nasional

Langkah Polri Usut Korupsi Batu Bara jadi Oase di Tengah Keraguan Publik

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:23:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - katan Keluarga Alumni (IKA) BEM.

Nasional

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 - 08:31:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Berantas Penambangan Ilegal, Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Sepanjang Sungai Kuantan
15 Juli 2026
Orang Tua Diminta Lapor Jika Ada Perpeloncoan Saat MPLS di Pekanbaru
15 Juli 2026
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan di Provinsi Riau
15 Juli 2026
Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?
15 Juli 2026
Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas
15 Juli 2026
AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz
15 Juli 2026
Pemprov Riau Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi BPK dan Benahi Tata Kelola BUMD
14 Juli 2026
Gelombang Kedua, Ratusan Pegawai Lama di Sekretariat DPRD Riau Dimutasi
14 Juli 2026
Polda dan Kejati Riau Perkuat Sinergi, Komitmen Wujudkan Penegakan Hukum Berintegritas
14 Juli 2026
Seberapa Sering Kita Merasakan Waktu Berjalan Begitu Cepat? Ini Penjelasan Ulama
14 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Berantas Penambangan Ilegal, Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Sepanjang Sungai Kuantan
  • 2 Orang Tua Diminta Lapor Jika Ada Perpeloncoan Saat MPLS di Pekanbaru
  • 3 Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan di Provinsi Riau
  • 4 Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?
  • 5 Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas
  • 6 AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz
  • 7 Pemprov Riau Percepat Tindak Lanjut Rekomendasi BPK dan Benahi Tata Kelola BUMD

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com