• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2192 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4532 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4553 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4504 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4619 Kali

  • Home
  • Internasional

India Jadi Negara dengan Angka Kasus Pemerkosaan Tinggi

Redaksi Radarpku

Sabtu, 07 Desember 2019 09:41:05 WIB
Cetak
India Jadi Negara dengan Angka Kasus Pemerkosaan Tinggi
ilustrasi internet

NEW DELHI -- Tingkat pemerkosaan di India terbilang cukup tinggi. Pada 2016, terdapat sekitar 19 rib kasus pemerkosaan di negara tersebut. Dengan demikian, terdapat sekitar 50 kasus pemerkosaan setiap harinya sepanjang 2016.

Lembaga pemerintah yang menghimpun dan menganalisis data tentang kejahatan kriminal di India, The National Crime Records Bureau (NCRB) melaporkan dari 19 ribu kasus pemerkosaan yang terjadi pada 2016, 40 persen korbannya adalah anak-anak. Dari keseluruhan kasus, hanya 28 persen di antaranya yang berhasil dibawa ke pengadilan.

Memasuki 2017, pada Januari hingga Mei terdapat sekitar 836 kasus pemerkosaan yang telah dilaporkan ke polisi. Meski NCRB belum merilis data terkait jumlah kasus pemerkosaan sepanjang 2017, namun diperkirakan angkanya tak akan berbeda jauh dengan tahun 2016.

Ibu Kota India New Delhi menjadi salah satu kota yang cukup tinggi tingkat kasus pemerkosaannya. Laman India Spend yang mengutip data Kepolisian Delhi melaporkan, sejak 2011 hingga 2016, kasus pemerkosaan di kota itu naik 277 persen. Pada 2011, terdapat 572 kasus pemerkosaan di Delhi dan pada 2016 jumlahnya meningkat cukup signifikan yakni menjadi 2.155 kasus.

Anant Kumar Asthana, seorang aktivis dan pengacara yang berbasis di Delhi mengatakan, pelaporan pelanggaran seksual terhadap perempuan telah meningkat dengan penerapan hukum yang lebih ketat. Penerapan hukum ini mencakup Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak-anak dari Pelanggaran Seksual tahun 2012 dan UU Amandemen Hukum Pidana tahun 2013.

UU Perlindungan Anak-anak dari Pelanggaran Seksual salah satu substansinya mewajibkan warga India mengajukan laporan atau pengaduan bila terjadi pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Sedangkan UU Amandemen Hukum Pidana memasukkan ketentuan dalam Kitab Acara Hukum Pidana bahwa pengaduan pidana bersifat seksual harus dicatat oleh polisi wanita. Selain itu, UU ini menetapkan hukuman penjara antara enam bulan dan dua tahun bagi pegawai negeri yang gagal mendaftarkan keluhan atas pelanggaran yang disengaja.

"Dengan undang-undang yang lebih ketat yang disahkan, kesadaran publik dibuat, dan media melaporkan lebih banyak kasus kekerasan seksual. Pelaporan kasus telah meningkat, tetapi ini masih jauh dari perwakilan jumlah kasus yang terjadi," ujar Preethi Pinto, Koordinator Program Pencegahan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak-anak yang berbasis di Mumbai.

Kendati tingkat pelaporan kasus pemerkosaan meningkat, namun tingkat kepercayaan publik terkait penanganan kasus ini masih cukup rendah. Ashtana berpendapat rendahnya tingkat kepercayaan publik terkait penanganan kasus pemerkosaan salah satunya disebabkan oleh sedikitnya kasus terdaftar yang dapat dibuktikan di pengadilan.

"Tapi ini juga bisa berarti bahwa polisi tidak mampu melakukan investigasi yang baik atau bahwa korban tidak mendapatkan perwakilan hukum yang berkualitas selama persidangan. Apa pun alasannya, keyakinan yang menurun menyebabkan kekhawatiran dan harus diperiksa untuk alasan yang mungkin," ujar Ashtana. 

Sedangkan Pinto berpendapat pencegahan kekerasan seksual yang jumlahnya cukup tinggi di India adalah proses jangka panjang. Salah satu cara terpenting untuk melakukannya adalah mengubah perilaku individu dan masyarakat dengan menanamkan pengertian yang sehat tentang kesetaraan gender dan maskulinitas, terutama kepada anak-anak.

Kasus teranyar yang menyita perhatian publik India adalah kasus pemerkosaan wanita berusia 27 tahun yang berprofesi sebagai dokter hewan. Polisi India menembak mati empat tersangka kasus pemerkosaan di Hyderabad, Telangana, India, Jumat (6/12). India Today melaporkan mereka ditembak karena berupaya melarikan diri saat hendak menjalani proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut keterangan kepolisian, korban diperkosa secara bergiliran di tempat tersembunyi di pinggir jalan tol. Kejadian bermula saat ban mobil yang dikendarai korban mengalami pecah ban. Tak lama kemudian terdapat truk berhenti dan menawarkan bantuan. Truk tersebut tak lain yang ditumpangi para tersangka berusia antara 20 dan 24 tahun.

Alih-alih membantu, keempat tersangka malah menyeret korban ke tempat tersembunyi di pinggir jalan. Mereka kemudian memperkosanya secara bergantian. Setelah itu para tersangka membakar tubuh korban, membungkusnya dengan selimut, dan membuangnya di bawah jembatan.

Jenazahnya ditemukan keesokan harinya pada 28 November. Polisi berhasil keempat pelaku pada 29 November. Mereka diidentifikasi sebagai Mohammad Areef, Jollu Shiva, Jollu Naven, dan Chintakunta Chennakeshavulu. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com