• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2183 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4526 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4547 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4498 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4609 Kali

  • Home
  • Internasional

Serangan Drone AS Tewaskan 30 Petani di Afghanistan

Redaksi Radarpku

Jumat, 20 September 2019 09:31:43 WIB
Cetak
Serangan Drone AS Tewaskan 30 Petani di Afghanistan

ALALABAD -- Serangan pesawat tanpa awak (drone) milik Amerika Serikat yang dimaksudkan untuk menyerang markas ISIS di Afghanistan justru menewaskan 30 warga sipil. Para korban itu merupakan para petani kacang pinus yang tengah beristirahat setelah lelah seharian bekerja. Serangan tersebut terjadi pada Rabu (18/9) malam waktu setempat. Selain menewasan 30 orang, drone melukai 40 orang warga sipil secara tidak sengaja. Mereka baru saja selesai mengumpulkan kacang pinus di pegunungan Wazir Tangi, Provinsi Nangarhar Timur, Afghanistan.

 

Tiga pejabat Afghanistan membenarkan informasi tersebut. "Para pekerja sedang menyalakan api unggu untuk duduk bersama ketika sebuah drone menargetkan mereka," kata Kepala Suku setempat, Malik Rahat Gul, kepada Reuters. Kementerian Pertahanan Afghanistan dan seorang pejabat senior AS di Kabul mengkonfirmasi serangan tersebut. Namun, tidak menyebutkan secara rinci warga sipil yang menjadi korban.

 

"Pasukan AS melakukan serangan menggunakan drone terhadap teroris di IS di Nangarhar. Kami menyadari tuduhan kematian salah sasaran. Kami akan bekerja sama dengan pejabat setempat untuk menentukan fakta," kata Juru Bicara AS, Sonny Legget. Seperti diketahui, sekitar 14 ribu tentara AS saat ini tengah berada di Afghanistan. Mereka melatih pasukan keamanan Afghanistan dan melakukan operasi kontra-pemberontakan melawan pasukan ISIS dan gerakan Taliban.

 

Salah satu warga Nangarhar, Haidah Khan yang memiliki ladang kacang pinus mengatakan, ada sekitar 150 pekerja pada waktu penyerangan yang tengah memanen pinus. Beberapa petani dinyatakan hilang, sebagian lagi terkonfirmasi menderita luka-luka dan meninggal dunia. Salah seorang yang selamat dari serangan itu menyatakan, sekitar 200 buruh tengah tidur di lima tenda yang berdekatan. "Beberapa dari kami berhasil melarikan diri. Beberapa terluka tapi banyak yang terbunuh," kata salah seorang saksi, Juma Gul kepada Reuters.

 

Akibat serangan yang diduga salah sasaran tersebut, warga Provinsi Nangarhar Timur menuntut permintaan maaf dan kompensasi dari pemerintah AS. "Kesalahan seperti itu tidak bisa dibenarkan. Pasukan Amerika harus menyadari, mereka tidak akan pernag memenangkan perang dengan membunuh warga sipil yang tidak berdosa," kata salah seorang warga, Javed Mansur.

 

Sementara itu, Juru Bicara Provinsi Nangarha Timur, Attaullah Khogyani, mengatatakan, serangan udara yang dimaksudkan memang untuk menargetkan gerilyawan IS. Mereka diketahui kerap kali menggunakan lahan pertanian untuk tujuan pelatihan dan rekrutmen anggota. Namun, untuk kali ini, penyerangan salah sasaran.

 

Sebagaimana diketahui, kelompok IS pertama kali muncul di Afghanistan pada tahun 2014. Sejak saat itu, mereka melakukan perlawanan terhadap peemrintah Afghanistan, pasukan AS, bahkan Talibat. Jumlah persis tentaran IS hingga kini sulit dihitung. Namun, AS memperkirakan ada sekitar 2.000 tentara IS di Afghanistan. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

400 Ribu Pekerja Migran Indonesia Dapat Akses Layanan Kesehatan Taiwan

Jumat, 09 Oktober 2026 - 08:56:58 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:08:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Dijegal Sanksi Barat, Emas Rusia Kini Membanjiri Hong Kong

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:18:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 - 09:43:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ukraina Bersiap Tingkatkan Serangan ke Kilang Minyak Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:12:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
10 Oktober 2026
Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
10 Oktober 2026
DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
10 Oktober 2026
Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
10 Oktober 2026
Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
10 Oktober 2026
Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
10 Oktober 2026
SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI
09 Oktober 2026
Keliling Empat Kampung, Wabup Syamsurizal Serahkan Bantuan untuk Lansia dan Disabilitas di Sungai Apit
09 Oktober 2026
Bupati Afni Tanam Pohon di Lahan Bekas Karhutla upaya Penghijauan dan Menghindari Alih Fungsi Hutan
09 Oktober 2026
Wawako Pekanbaru Razia Hotel dan Wisma, 30 Orang Diamankan
09 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Pemprov Riau Dorong RSUD Arifin Achmad Raih Predikat Akreditasi Paripurna
  • 2 Layanan Bus DAMRI di Siak Gratis
  • 3 DPRD Pekanbaru Upayakan Pengesahan APBD 2027 Sebelum 30 November
  • 4 Banyak Rezeki tak Selalu Tanda Dicintai Allah, Iman Hanya Diberikan yang Disukai-Nya
  • 5 Fadli Rumakefing: Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan
  • 6 Ukraina Serang Kilang Minyak Terbesar Rusia di Siberia
  • 7 SPS Riau Bahas Restrukturisasi Media, Siapkan Terobosan Bisnis di Era AI

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com