PILIHAN +INDEKS
Biaya Sekolah Ditetapkan Setelah Hari Raya Idul Fitri
Ilustrasi
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru Prof Zulfadil menginstruksikan seluruh sekolah agar menetapkan biaya sekolah bagi siswa baru usai Idul Fitri. Penetapan biaya tersebut melalui rapat komite sekolah bersama dengan para orangtua siswa untuk menetapkan biaya uang komite, pembangunan serta baju seragamnya.
"Telah kami instruksikan agar tentang penetapan biaya-biaya tersebut tidak memberatkan siswa baru. Jangan saat ini, sebaiknya penetapan usai Idul Fitri saja dan sekolah sudah mengikutinya," ujar Zulfadil Kamis (10/7) kemarin.
Menurut Zulfadil, seluruh sekolah negeri yang ada di Kota Pekanbaru baru akan melaksanakan rapat Komite tersebut usai Idul Fitri. Kecuali SMAN 8 Pekanbaru yang lebih dulu menetapkan biaya tersebut.
"Selain SMAN 8, sekolah lainnya sebaiknya setelah Idul Fitri saja, sehingga tidak memberatkan orangtua siswa dan rapat komite pun bisa kosentrasi," terangnya.
Dalam rapat komite tersebut, lanjut Zulfadil, pihak orangtua siswa serta komite harus mencapai kesepakatan tentang penetapan biaya siswa baru tersebut.
Imbaun ini pun disambut baik pihak sekolah. Wakil Kurikulum SMAN 1 Pekanbaru Azmer Yusuf mengatakan, rapat komite baru akan dilaksanakan setelah Idul Fitri.
"Jadi memang belum ada penetapan, rapatnya saja belum dilaksanakan, rencananya usai Idul Fitri. Memang berita tentang SMAN 8 Pekanbaru tersebut menjadi perhatian kami. Kami rencananya akan meniadakan uang seragam, biar saja siswa baru yang beli sendiri-sendiri,” ungkap Yusuf.
Sedangkan biaya tentang peningkatan mutu pendidikan di SMAN 1 Pekanbaru tersebut, kemungkinan besar tetap ada, namun Yusuf mengaku belum diketahui berapa besar.
"Biaya-biaya tersebut akan dirapatkan usai Idul Fitri. Saat ini memang belum ada penetapannya, jadi kami pihak sekolah tidak bisa memperkirakan berapa besar biayanya tersebut," tambah Yusuf.
Hal yang sama juga dilakukan SMKN 3 Pekanbaru. Siswa baru di sekolah tersebut langsung disibukkan dengan proses belajar. "Sudah belajar sejak pertama kali masuk sekolah," terang salah satu siswa baru SMKN 3 bernama Iwan.
Iwan juga mengatakan soal pembayaran biaya pembangunan dan uang seragam belum ada dikeluarkan pihak sekolah. Jadi dirinya mengaku tidak mengetahui berapa biaya tersebut. "Belum ada bayar membayar," ujarnya.(adr/rp)
"Telah kami instruksikan agar tentang penetapan biaya-biaya tersebut tidak memberatkan siswa baru. Jangan saat ini, sebaiknya penetapan usai Idul Fitri saja dan sekolah sudah mengikutinya," ujar Zulfadil Kamis (10/7) kemarin.
Menurut Zulfadil, seluruh sekolah negeri yang ada di Kota Pekanbaru baru akan melaksanakan rapat Komite tersebut usai Idul Fitri. Kecuali SMAN 8 Pekanbaru yang lebih dulu menetapkan biaya tersebut.
"Selain SMAN 8, sekolah lainnya sebaiknya setelah Idul Fitri saja, sehingga tidak memberatkan orangtua siswa dan rapat komite pun bisa kosentrasi," terangnya.
Dalam rapat komite tersebut, lanjut Zulfadil, pihak orangtua siswa serta komite harus mencapai kesepakatan tentang penetapan biaya siswa baru tersebut.
Imbaun ini pun disambut baik pihak sekolah. Wakil Kurikulum SMAN 1 Pekanbaru Azmer Yusuf mengatakan, rapat komite baru akan dilaksanakan setelah Idul Fitri.
"Jadi memang belum ada penetapan, rapatnya saja belum dilaksanakan, rencananya usai Idul Fitri. Memang berita tentang SMAN 8 Pekanbaru tersebut menjadi perhatian kami. Kami rencananya akan meniadakan uang seragam, biar saja siswa baru yang beli sendiri-sendiri,” ungkap Yusuf.
Sedangkan biaya tentang peningkatan mutu pendidikan di SMAN 1 Pekanbaru tersebut, kemungkinan besar tetap ada, namun Yusuf mengaku belum diketahui berapa besar.
"Biaya-biaya tersebut akan dirapatkan usai Idul Fitri. Saat ini memang belum ada penetapannya, jadi kami pihak sekolah tidak bisa memperkirakan berapa besar biayanya tersebut," tambah Yusuf.
Hal yang sama juga dilakukan SMKN 3 Pekanbaru. Siswa baru di sekolah tersebut langsung disibukkan dengan proses belajar. "Sudah belajar sejak pertama kali masuk sekolah," terang salah satu siswa baru SMKN 3 bernama Iwan.
Iwan juga mengatakan soal pembayaran biaya pembangunan dan uang seragam belum ada dikeluarkan pihak sekolah. Jadi dirinya mengaku tidak mengetahui berapa biaya tersebut. "Belum ada bayar membayar," ujarnya.(adr/rp)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Tapung Hulu, Riau — Perkembangan dunia industri dan persaingan kerja yang semakin ketat menuntu.
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Kampar - SMAS Adven Pasir Putih resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPD.
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Kampar - SMAN 6 Tapung resmi mengumumkan pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Aja.
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Kampar - SMAN 2 Kampar Kiri resmi memulai tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru .
Sambut Tahun Ajaran Baru, SMAN 1 Kampar Kiri Siapkan PPDB 2026/2027 dengan Semangat Melahirkan Generasi Masa Depan
Kampar- SMAN 1 Kampar Kiri secara resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran.
SMAN 2 Tapung Hulu Perkuat Mutu Pendidikan dan Karakter Siswa di Era Modern
SMAN 2 Tapung Hulu terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu lembaga pendidikan m.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








