• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2958 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2932 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2911 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2910 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2906 Kali

  • Home
  • Internasional

Iran Tuding Eropa Gagal Penuhi Komitmen

Redaksi Radarpku

Senin, 09 September 2019 09:40:16 WIB
Cetak
Iran Tuding Eropa Gagal Penuhi Komitmen
foto rep

TEHERAN -- Iran menuding negara-negara Eropa gagal memenuhi komitmennya dalam perjanjian nuklir 2015. Pernyataan ini muncul sehari setelah Teheran mengumumkan pelanggaran lebih lanjut atas batas kegiatan nuklir yang ditetapkan oleh perjanjian tersebut. Kesepakatan itu melarang program nuklir Iran yang dipermasalahkan. Sebagai imbalannya, sanksi Iran akan dicabut. Tapi, saat Amerika Serikat (AS) mundur dari perjanjian tersebut, sanksi itu kembali diberlakukan. Iran kesulitan mengekspor produk minyaknya.

 

Prancis, Jerman, dan Inggris mencoba meluncurkan mekanisme perdagangan barter dengan Iran. Mereka mencoba melindunginya dari sanksi AS. Teheran telah menetapkan batas 60 hari bagi negara-negara Eropa tersebut untuk melakukan upaya itu.

 

"Sayangnya, pihak-pihak Eropa telah gagal memenuhi komitmen mereka, Iran akan bertindak sesuai dengan yang telah kami lakukan sejauh ini dengan secara bertahap menurunkan komitmen kami," kata Direktur Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, Ahad (8/9). Menurut dia, Teheran akan terus mengurangi komitmen nuklirnya selama pihak lain gagal melaksanakan komitmen mereka.

 

Feruta, inspektur yang memantau program nuklir Teheran, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. Seperti dilansir di berita resmi Fars, Feruta menyebut, apa yang dilakukan Iran diizinkan berdasarkan paragraf 36 dari perjanjian nuklir. "(Zarif) menggarisbawahi perlunya badan International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk menghormati prinsip-prinsip profesional, menjaga kerahasiaan, dan melaksanakan tugasnya tanpa memihak," tulis kantor berita resmi Iran, IRNA.

 

Para pejabat Iran mengatakan, paragraf tersebut memungkinkan satu pihak dalam kesepakatan untuk memotong komitmennya jika yang lain tidak memenuhi komitmen mereka. Dewan Gubernur IAEA yang beranggotakan 35 negara akan membahas Iran pada pertemuan triwulanan yang dimulai pada Senin (9/9).

 

Sejak Mei, Iran mulai melanggar batas kapasitas nuklir yang ditetapkan oleh kesepakatan. Ini merupakan pembalasan Iran atas tekanan AS terhadap Iran untuk menegosiasikan pembatasan pada program rudal balistik dan dukungan untuk pasukan proksi di sekitar Timur Tengah. "Tindakan yang mereka ambil negatif, tetapi tidak definitif. Mereka dapat kembali (dengan kepatuhan penuh) dan jalan dialog masih terbuka," ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves le Drian.

 

Iran mengklaim mampu meningkatkan pengayaan uranium melewati tingkat 20 persen. Secara bersamaan, Iran pun telah meluncurkan sebuah mesin sentrifugal.

 

Langkah tersebut merupakan pelanggaran lebih lanjut di bawah kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015. "Kami mulai meningkatkan batasan pada penelitian dan pengembangan kami yang diberlakukan oleh perjanjian, ini akan mencakup pengembangan sentrifugal yang lebih cepat dan maju," kata juru bicara Badan Nuklir Iran, Behrouz Kamalvandi, pada konferensi pers yang disiarkan televisi.

 

JCPOA membatasi program nuklir Iran dengan adanya imbalan bantuan dari sanksi. Namun, kesepakatan mulai ditinggalkan oleh Teheran, semenjak AS menarik diri dari JCPOA tahun lalu dan memberikan sanksi perdagangan minyak Iran. Pada Mei Iran telah mulai melampaui batas kapasitas nuklir yang ditetapkan oleh JCPOA sebagai balasan atas tekanan AS kepada Iran. Iran dapat memperkaya uranium sebesar 3,67 persen, sesuai untuk pembangkit listrik sipil. Jauh di bawah ambang batas kadar senjata nuklir sebesar 90 persen.

 

Inspektur nuklir PBB melaporkan pada Juli, Iran telah meningkatkan pengayaan murni hingga 4,5 persen. Kamalvandi mengatakan, Teheran sekarang dapat melampaui level 20 persen, tingkatan yang lebih signifikan menuju 90 persen. Namun, menurut dia, sekarang tidak perlu sampai sana. "Pihak-pihak Eropa dalam perjanjian harus tahu, tidak ada banyak waktu yang tersisa, dan jika ada beberapa tindakan yang harus diambil (untuk menyelamatkan JCPOA), itu harus dilakukan dengan cepat," ujar Kamalvandi.

 

Adapun kesepakatan itu membatasi jumlah mesin yang memperkaya uranium, sekitar 6.000, turun dari sekitar 19 ribu sebelum 2015. Ini memungkinkan Iran memperbaiki uranium dengan sentrifugal IR-1 generasi pertama yang lambat. Kemudian, menggunakan sejumlah kecil sentrifugal yang lebih canggih untuk penelitian, tetapi tanpa menimbun uranium yang diperkaya untuk jangka waktu 10 tahun.

 

Kamalvandi menyebut, Iran mulai menggunakan serangkaian sentrifugal. Rangkaian ini lebih maju sebagai bagian dari langkah bertahap untuk menurunkan komitmen nuklirnya. Dia mengatakan, ini termasuk mesin IR-6 yang sekarang telah diberi umpan gas (uranium). Rantai 20 sentrifugal IR-4 juga telah dimulai. Begitu juga IR-6 yang dimulai sebagai rantai 20. "Kami akan segera menguji sentrifugal IR-8 kami dengan menyuntikkan gas ke mesin 3 IR-8," kata dia. (rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Father Emir

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:19:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Presiden RI Prabowo Subi.

Internasional

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:50:07 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Israel Tetapkan Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Siap Bertarung Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:24:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Kritik Pernyataan PBB, Sebut Akar Masalah Konflik adalah Amerika

Senin, 13 Juli 2026 - 10:00:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Iran Siap Balas Setiap Serangan Amerika Serikat

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:07:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ketua Parlemen Iran, Mohammad B.

Internasional

Trump Bersikeras Hapus Hak Kewarganegaraan AS Berdasarkan Kelahiran

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:15:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Impor Riau Melonjak 140 Persen, BPS: Lonjakan Impor Riau Ditopang Barang Modal Bernilai Tinggi
16 Juli 2026
Kesalahan Administrasi, Gaji 13 Tiga OPD Pemkab Kuansing Tak Cair
16 Juli 2026
29 Warga di Pekanbaru Terjaring Buang Sampah Sembarangan
16 Juli 2026
Ternyata Ada Tidur Terpuji dan Tidur yang Tercela Menurut Islam, Apa Perbedaan Keduanya?
16 Juli 2026
Prabowo Beri Tenggat 1 Bulan untuk Benahi Tata Kelola Program MBG
16 Juli 2026
Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Father Emir
16 Juli 2026
Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo
15 Juli 2026
Wakil Bupati Purworejo Resmi Buka TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur
15 Juli 2026
Berantas Penambangan Ilegal, Polisi Tertibkan Aktivitas PETI di Sepanjang Sungai Kuantan
15 Juli 2026
Orang Tua Diminta Lapor Jika Ada Perpeloncoan Saat MPLS di Pekanbaru
15 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Impor Riau Melonjak 140 Persen, BPS: Lonjakan Impor Riau Ditopang Barang Modal Bernilai Tinggi
  • 2 Kesalahan Administrasi, Gaji 13 Tiga OPD Pemkab Kuansing Tak Cair
  • 3 29 Warga di Pekanbaru Terjaring Buang Sampah Sembarangan
  • 4 Ternyata Ada Tidur Terpuji dan Tidur yang Tercela Menurut Islam, Apa Perbedaan Keduanya?
  • 5 Prabowo Beri Tenggat 1 Bulan untuk Benahi Tata Kelola Program MBG
  • 6 Prabowo Datangi Kedubes Qatar, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Father Emir
  • 7 Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com