PILIHAN +INDEKS
Plt Gubernur DKI, Jangan Pilih Jokowi!
JAKARTA, RADARPEKANBARU.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), disemprot seorang warga DKI yang mengaku kecewa dengan Gubernur nonaktif DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).
Kejadian itu terjadi saat Ahok menggelar rapat pimpinan. Para awak media pun mencegat Ahok untuk bertanya mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan Jokowi harus bertanggung jawab atas hal itu.
"Salah Jokowi di mana saya tanya?" ujar Ahok, di Balairung, Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Belum selesai Ahok menjawab pertanyaan wartawan, seorang ibu berjilbab yang menggendong anak langsung menjawab.
"Salah Jokowi ninggalin Jakarta," katanya.
Ahok yang saat itu tengah menghadap kamera tiba-tiba membalikkan badan dan melihat ibu itu. Dengan nada tinggi, Ahok menjawab bahwa tidak salah Jokowi meninggalkan Jakarta.
"Enggak salah dong. Dia enggak ninggalin Jakarta. Dia sedang berusaha supaya menguasai Merdeka Utara," jawab Ahok.
Ibu yang belum diketahui identitasnya itu pun kembali menjawab. "Ya salah dong. Kan dia janji mau benerin Jakarta. Saya sebagai warga Jakarta masak ditinggalin gitu saja," ujarnya.
Mendengar jawaban sang ibu, Ahok kembali menjawab, "Kalau ibu kecewa sama Pak Jokowi, jangan pilih Jokowi."
"Ya memang saya enggak mau milih dia (Jokowi)," jawab ibu itu.
"Jadi doakanlah. Jangan pilih dia (Jokowi), pilih nomor 1 kalau gitu ya," sambut Ahok lagi sambil tertawa.
Sadar pernyataannya mengajak orang untuk memilih pasangan nomor urut 1, Ahok menegaskan tidak melakukan kampanye.
"Saya enggak kampanye lho ya. Kan cuma ada dua pilihan. Saya enggak kampanye," ucap Ahok sambil tertawa.
Ibu itu pun mengaku akan menerima Jokowi jika tidak terpilih menjadi presiden dan kembali ke Jakarta meski dia menganggap Jokowi tidak konsisten terhadap Jakarta.
"Kalau (Jokowi) balik lagi (ke Jakarta), ya saya terima. Saya kecewa kok dia ninggalin Jakarta. Tapi, harus konsekuen dong," ujarnya emosi.
Menanggapi pernyataan akhirnya, Ahok pun sedikit menceritakan kembali perjalanan hidupnya yang juga seringkali tidak konsisten.
"Saya juga enggak konsekuen. Saya dulu DPRD tujuh bulan, kabur jadi bupati. (Selama) 16 bulan jadi bupati saya kabur mau jadi Gubernur Bangka Belitung, eh dulu berhenti. Terus, saya masuk ke DPR RI. DPR RI 2,5 tahun, aku kabur ke sini. Sudah, ibu pilih nomor 1 saja kalau enggak mau nomor 2," tutup Ahok sambil tertawa. (rp/ra)
Kejadian itu terjadi saat Ahok menggelar rapat pimpinan. Para awak media pun mencegat Ahok untuk bertanya mengenai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebutkan Jokowi harus bertanggung jawab atas hal itu.
"Salah Jokowi di mana saya tanya?" ujar Ahok, di Balairung, Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Belum selesai Ahok menjawab pertanyaan wartawan, seorang ibu berjilbab yang menggendong anak langsung menjawab.
"Salah Jokowi ninggalin Jakarta," katanya.
Ahok yang saat itu tengah menghadap kamera tiba-tiba membalikkan badan dan melihat ibu itu. Dengan nada tinggi, Ahok menjawab bahwa tidak salah Jokowi meninggalkan Jakarta.
"Enggak salah dong. Dia enggak ninggalin Jakarta. Dia sedang berusaha supaya menguasai Merdeka Utara," jawab Ahok.
Ibu yang belum diketahui identitasnya itu pun kembali menjawab. "Ya salah dong. Kan dia janji mau benerin Jakarta. Saya sebagai warga Jakarta masak ditinggalin gitu saja," ujarnya.
Mendengar jawaban sang ibu, Ahok kembali menjawab, "Kalau ibu kecewa sama Pak Jokowi, jangan pilih Jokowi."
"Ya memang saya enggak mau milih dia (Jokowi)," jawab ibu itu.
"Jadi doakanlah. Jangan pilih dia (Jokowi), pilih nomor 1 kalau gitu ya," sambut Ahok lagi sambil tertawa.
Sadar pernyataannya mengajak orang untuk memilih pasangan nomor urut 1, Ahok menegaskan tidak melakukan kampanye.
"Saya enggak kampanye lho ya. Kan cuma ada dua pilihan. Saya enggak kampanye," ucap Ahok sambil tertawa.
Ibu itu pun mengaku akan menerima Jokowi jika tidak terpilih menjadi presiden dan kembali ke Jakarta meski dia menganggap Jokowi tidak konsisten terhadap Jakarta.
"Kalau (Jokowi) balik lagi (ke Jakarta), ya saya terima. Saya kecewa kok dia ninggalin Jakarta. Tapi, harus konsekuen dong," ujarnya emosi.
Menanggapi pernyataan akhirnya, Ahok pun sedikit menceritakan kembali perjalanan hidupnya yang juga seringkali tidak konsisten.
"Saya juga enggak konsekuen. Saya dulu DPRD tujuh bulan, kabur jadi bupati. (Selama) 16 bulan jadi bupati saya kabur mau jadi Gubernur Bangka Belitung, eh dulu berhenti. Terus, saya masuk ke DPR RI. DPR RI 2,5 tahun, aku kabur ke sini. Sudah, ibu pilih nomor 1 saja kalau enggak mau nomor 2," tutup Ahok sambil tertawa. (rp/ra)
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sinergi Satgas TMMD dan Warga Permudah Pengerjaan Jalan Watuduwur–Kalibawang
Purworejo - Kerja sama yang solid antara Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708 P.
Medan Berat Tak Halangi Semangat Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0708 Purworejo
Purworejo - Kondisi medan yang naik turun dan cukup menantang di Desa Watuduwur,.
Antusias Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo
Purworejo – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan pro.
Wakil Bupati Purworejo Resmi Buka TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708/Purworejo di Desa Watuduwur
Purworejo – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun A.
SPS Riau Dorong Islah Konflik Riau Pos Group dan Rida K Liamsi, Minta Sengketa Diakhiri Lewat Dialog
PEKANBARU — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau meminta konflik berkep.
Musprov FAJI Riau 2026 Tuntas, Erfan Panca Putra Terpilih sebagai Ketua Umum, Panitia Apresiasi Pengabdian Herman Yahya Domo
PEKANBARU – Musyawarah Provinsi (Musprov) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI.
TULIS KOMENTAR +INDEKS



.jpg)




