Kanal

Musibah Juga Menguji Mereka yang tak Terkena Bencana

RADARPEKANBARU.COM - Ulama muda asal Surakarta, KH Ahmad Muhamad Mustain Nasoha (Gus Mustain) mengingatkan umat Islam bahwa musibah bukan hanya ujian bagi mereka yang menjadi korban bencana. Orang-orang yang berada dalam kondisi aman juga sedang diuji melalui sikap mereka terhadap penderitaan sesama.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Al Mustainiyyah Surakarta itu mengatakan, ketika saudara Muslim kehilangan rumah, harta, keluarga, hingga mata pencaharian, masyarakat yang tidak terdampak langsung memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu.

“Musibah sesungguhnya bukan hanya ujian bagi mereka yang menjadi korban. Musibah juga merupakan ujian bagi kita yang sedang berada dalam keadaan aman,” ujar Ketua Fatwa MUI Kota Surakarta tersebut, Ahad (13/9/2026).

Menurut Gus Mustain, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari konsekuensi keimanan. Ia mengingatkan, kesalehan individual tidak boleh berhenti pada hubungan seseorang dengan Allah SWT, tetapi harus diwujudkan dalam kesalehan sosial.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW:

Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh turut merasakan dengan tidak dapat tidur dan demam.” (HR. Muslim, ?a??? Muslim, Kit?b al-Birr wa a?-?ilah wa al-?d?b, no. 2586).

Gus Mustain mengatakan, hadis tersebut memberikan gambaran bahwa penderitaan yang dialami sebagian umat semestinya menggugah kepedulian umat lainnya. Karena itu, dia mengajak masyarakat tidak hanya mendoakan para korban bencana, tetapi juga terlibat dalam berbagai bentuk bantuan nyata.“Jangan berhenti pada doa. Doakan mereka, tetapi juga bantu mereka,” ucap Gus Mustain.

Bantuan tersebut, kata dia, dapat diwujudkan sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan. Di antaranya dengan menyediakan makanan, obat-obatan, ambulans, tempat pengungsian, logistik, relawan, hingga dukungan untuk proses pemulihan korban.

Ia juga mendorong umat Islam memperbanyak istighfar dan doa, termasuk melaksanakan qunut nazilah atau doa bersama ketika diperlukan. Namun, ikhtiar tersebut harus berjalan beriringan dengan tindakan kemanusiaan.

“Laksanakan qunut nazilah atau doa bersama ketika diperlukan, tetapi pada saat yang sama gerakkan relawan, siapkan ambulans, logistik, obat-obatan, tempat pengungsian dan bantuan pemulihan,” kata dia.

Menurut Gus Mustain, sikap tersebut merupakan bentuk nyata dari ajaran Islam yang menempatkan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian penting dari kehidupan seorang Muslim.(rep)

 


 

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER