RADARPEKANBARU.COM - Demo mahasiswa Universitas Riau (Unri) di Kantor Gubernur Riau berakhir ricuh, Rabu (12/8/2026). Meski begitu, di akhir unjuk rasa, mereka sempat video call dengan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto.
Dalama video call itu, SF Hariyanto janji menjadwalkan dialog dengan mahasiswa tersebut. Dialog itu direncanakan setelah ia pulang dari dinas luar kota.
Saat ini, SF Hariyanto sedang dinas luar, di Kota Batam, Kepulauan Riau. Plt Gubernur Riau mengikuti sejumlah agenda pemerintahan di Batam, salah satunya kegiatan Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi tahun 2026.
"Habis dinas luar ini, nanti kita akan jadwalkan untuk dialog bersama dengan mahasiswa," ucap SF, dalam video call singkat dengan para mahasiswa Unri, Rabu (12/8/2026).
Namun di balik aksi demo tersebut, salah satu poin penting tuntutan mahasiswa itu adalah beasiswa dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang tak ada kejelasan. Mereka mempertanyakan kenapa beasiswa tersebut dicairkan.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Yan Darmadi mengatakan, beasiswa tersebut dalam tahapan proses administrasi.
"Beasiswa ini kan sudah kita proses, artinya tentu berproses. Baik validisi maupun pemenuhan terhadap data-data mahasiswa lanjutan yang menerima," ujar Yan.
Ia menyebut, Pemprov Riau tetap berkomitmen untuk memberikan beasiswa lanjutan. Sementara untuk beasiswa yang baru, pihaknya masih mempertimbangkan kondisi fiskal Riau.
Yan mengaku, tidak ads kendala terkait beasiswa lanjutan tahun 2026 tersebut. Hanya saja proses administrasinya sedang berlangsung.
"Biasanya, beasiswa ini di Desember baru cair," katanya.
Sementara untuk penerimaan beasiswa yang baru, pihaknya memang masih mempertimbangkan karena kondisi keuangan Provinsi Riau yang sedang tertekan. Dia mengajak semua masyarakat dan mahasiswa untuk sama-sama berdoa agar kondisi keuangan Provinsi Riau kembali membaik.
Ia menambahkan, bahwa anggaran beasiswa untuk lanjutan sebesar Rp38 miliar.(ckc)