Pekanbaru--Pasca wafatnya Sultan Kampar XIV Azis Zainal pada Kamis, 27 Desember 2018 lalu, nama pengganti belum ditentukan hingga hari ini.
Pihak Majelis Adat Keraton Nusantara (Madukara) belum menerima nama baru pengganti pewaris Kerajaan Kampar yang baru.
Mengejutkan salah seorang diantara nama yang muncul sebagai pelanjut estepet kerjaan Kampar, yakni Datuk HM Yunus (Yunus Patin, red).
"Saya sudah dipanggil dalam pertemuan raja -raja nusantara, bahwa ada pihak menulusuri sejarah Kampar, nama saya masuk dalam daftar nama pewaris Kerajaan Kampar" kata Yunus saat ditemui di Pekanbaru, sabtu.
Menurut Yunus, dirinya sudah melakukan puasa tirakat dalam rangka meneguhkan hati dan spiritual.
"Saya disarankan berpuasa 3 hari, namun saya lakukan lebih hingga 15 hari, karena tidak ada keinginan dari pribadi saya menjadi penyambung tahta di Kampar" katanya.
Yunus mengaku bahwa dirinya sudah lama hidup dan besar di perantauan, tidak pernah memikirkan mengurus Kerajaan Kampar.
"Ternyata darah dari suku bendang yang mengalir di badan ini mengandung unsur darah ningrat pewaris kerajaan, saya tidak pernah bermimpi menjadi raja" tambahnya.
Diera bernegara Indonesia, peran raja tidak lagi menjadi seperti zaman dahulu bahwa raja adalah orang yang harus di ikuti, suara raja adalah undang-undang.
"Sekarang lebih kepada pelestarian budaya yang berbasis adat-istiadat yang harus di jaga" kata Yunus.
Jika benar nanti saya dipercaya menjadi pewaris kerajaan, maka segera akan dilakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh adat di Kampar.
"Kita lebih banyak mendengarkan pendapat, namun tetap menunggu keputusan pertemuan raja-raja nusantara di Aceh pada 20 Agustus 2021 ini nanti" tambah Yunus.
Nanti jika benar-benar dinobatkan jadi Raja Yunus akan membuat acara syukuran sederhana saja.
"Setelah mendapat pengakuan secara nasional , artinyo memang betul ambo ko batuong tumbuh dimato, mako kita undang datuk-datuk dalam acara syukuran, terutama datuk rajo dubalai kito undang," tutupnya. (*)