RADARPEKANBARU.COM - Manusia biasa disibukkan dengan urusan duniawi dan mata pencaharian yang mereka miliki. Namun Allah SWT telah mengingatkan kepada hamba-Nya agar meninggalkan perkara dunia untuk melaksanakan kewajiban sholat. Dikutip dari laman Alukah pada Rabu (4/8), Allah berfirman sebagai berikut:
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung" (QS Jumuah ayat 9-10).
"Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal" (QS Thaha ayat 131).
Terdapat perbedaan antara penghasilan dengan rezeki, kemungkinan seseorang mendapatkan uang yang banyak dari pekerjaanya. Namun itu bukan rezeki miliknya, hal ini karena bisa jadi uang tersebut tidak halal.
Maka bertakwalah kepada Allah SWT supaya mendapatkan berkah atas usaha yang dilakukan, dan agar dapat menikmati hasil yang halal. Sebagian orang menganggap tekun dalam beribadah sholat dapat membahayakan mata pencaharian mereka. Padahal tidak seperti itu. Allah SWT berfirman:
"Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS Hud ayat 6). Rasulullah ? dalam sebuah riwayat yang dinukilkan dari Abu Ad Darda RA bersabda:
"Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana dia lari dari kematian, niscayada rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu mengejarnya." (HR Ibnu Hibban). Riwayat lainnya disebutkan Nabi Muhammad SAW bersabda sebagaimana berikut: "Rezeki itu lebih pandai mengejar seseorang dibandingkan kematian." (HR al Qadha'i dari Abu Darda). Maka manusia sudah sepatutnya bertakwa kepada Allah SWT.
"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS Al Araf ayat 96). Sebagian orang jika diajak meninggalkan pekerjaannya untuk sholat, maka mereka akan mengatakan "Bekerja adalah ibadah". Ya, itu memang pekerjaan yang mengalihkan dari kewajiban seorang hamba kepada Allah SWT, itu merupakan ibadah setan dan memuja dunia terlalu berlebihan. Rasulullah ? bersabda:
"Binasalah hamba dinar, dirham, kain tebal dan sutra. Jika diberi maka dia ridha jika tidak diberi maka dia tidak ridha." (HR Bukhari). Kemudian Nabi ? juga bersabda: "Barang siapa yang menjaga sholat maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat. Sedangkan siapa saja yang tidak menjaga sholat, dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk dan keselamatan. Dan pada hari kiamat nanti, dia akan dikumpulkan bersama dengan Qarun, Firaun, Haman, dan Ubay bin Khalaf." (HR Ahmad).
Ibnu Qayyim dalam kitab As-Shalat wa Ahkam Tarikiha, mengomentari hadits di atas. Orang yang meninggalkan sholat bersama empat orang tersebut karena, dia melalaikan sholatnya sebab harta, kerajaan, kekuasaan menteri, atau perdagangan.
Jika lalai sholat karena harta dia akan digiring bersama Qarun, jika sibuk karena kekuasaannya digiring bersama firaun, jika karena otoritas kementeriannya digiring bersama Haman, dan jika sebab kesibukan niaganya akan digiring bersama Ubai bin Khalaf, pedagang kafir yang berdomisili di Makkah. (rep)