Arab Saudi Kembangkan Aplikasi Pemantau Masjid dan Penilaian Khotbah

Dibaca: 3267 kali  Rabu,08 Agustus 2018
Arab Saudi Kembangkan Aplikasi Pemantau Masjid dan Penilaian Khotbah
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM.AFP Penguasa Saudi terus berusaha mempromosikan citra Islam moderat. Pihak berwenang Saudi sedang merancang aplikasi ponsel yang memungkinkan para jemaah untuk mengetahui apakah khatib akan terus berkhotbah berkepanjangan.

Menurut Menteri Agama Abdul Latif Al-Sheikh, aplikasi itu akan memungkinkan upaya memantau masjid, merumuskan panjang dan kualitas khotbah "dikaji hingga menit dan detik", lapor surat kabar Saudi Al-Watan.

Tidak sepenuhnya jelas siapa yang akan melakukan pemantauan, tetapi diperkirakan para jemaah biasa akan dapat menilai para khatib berdasarkan sejumlah aspek.

Sejak beberapa waktu, Arab Saudi berusaha melakukan pembaharuan pengajaran agama, dan terjadi perdebatan tentang apakah isi khotbah harus diarahkan untuk membuat umat "menjauh dari pemikiran partisan, pengaruh asing, atau paham Ikhwanul Muslimin". Menteri agama mengatakan bahwa agama "bukan bidang untuk merusak pikiran orang, tidak juga membahayakan keamanan dan stabilitas negara yang diberkati ini".

Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh otoritas Saudi pada tahun 2014. People using mobile phones in Saudi ArabiaAFP Saudi memanfaatkan teknologi selular untuk berbagai pembaharuan di negeri itu.Menuju masyarakat yang lebih liberal?

Sebelum aplikasi rating-khotbah itu, diluncurkan aplikasi telepon seluler lain yang memungkinkan warga negara Saudi menilai layanan pemerintah apa pun dari perawatan kesehatan hingga olahraga dan rekreasi, lapor surat kabar online Sabq.

Aplikasi yang disebut Watani itu disebut-sebut sebagai "aplikasi mobile yang memungkinkan warga, penduduk dan pengunjung untuk menilai layanan publik, menilai tingkat kepuasan mereka, dan berkontribusi pada upaya terus menerus yang difokuskan pada peningkatan layanan publik".

Reformasi di Arab Saudi saat ini tampaknya didorong oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang berencana mengubah kerajaan dengan antara lain melakukan upaya "kembali ke Islam moderat" dan melakukan liberalisasi masyarakat secara bertahap.

Namun, di sisi lain, minggu ini pemerintah Arab Saudi mengusir duta besar Kanada dan membekukan hubungan perdagangan setelah Ottawa menyerukan pembebasan aktivis hak asasi manusia di kerajaan itu.(dnc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »