Lampu Jalan Diputus Secara Sepihak, Suhardiman: Usir dari Riau Pejabat PLN yang Bermental Kapitalis

Dibaca: 5149 kali  Senin,25 Juni 2018
Lampu Jalan Diputus Secara Sepihak, Suhardiman: Usir dari Riau Pejabat PLN yang Bermental Kapitalis
Ket Foto : Anggota DPRD Riau ,Datuk Suhardiman Amby

RADARPEKABARUCOM- Pejabat PLN Wilayah Riau bertindak seperti kapitalis, hanya gara-gara terlambat membayar tagihan langsung main putus, padahal Riau telah mempersembahkan sumberdaya alam untuk energi listrik melalui PLTA Koto Panjang yang menjadi urat nadi energi listrik yang digunakan sebagai sumber uang oleh PLN selama ini.

Manajemen PLN jangan bertindak sewenang-wenang terhadap Riau, pejabat PLN yang tidak tidak bermoral dan sudah buta hati nuraninya sebaiknya diusir saja dari Riau.

Demikian diungkapkan Anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby kepada Radar senin (25/6) sore.

Menurut Suhardiman apa yang dilakukan oleh pihak PLN merupakan sebuah tindakan biadab dan telah melukai hati masyarakat Riau.

"Jangan lupa bahwa Riau telah berkorban banyak untuk PLN, jangan lupakan sejarah bahwa pembangunan waduk PLTA Koto Panjang telah mengorbankan puluhan kampung, rakyat mengungsi dan menenggelamkan tanah perkebunan mata pencaharian Rakyat, sekarang sudah seperti air susu dibalas air tuba," kata Suhardiman yang bergelar datuk di tanah melayu Riau ini.

Suhardiman juga mengajak seluruh komponen di Riau untuk membuka mata dan jangan memandang sebelah mata persoalan ini, mengingat orang telah berulang-ulang kali menginjak harga diri Rakyat Riau.

"Saya sudah lama mengamati kinerja PLN Riau, hampir setiap tahun mengancam dan memutuspadamkan lampu jalan di Kota Pekanbaru hanya gara-gara keterlambatan pembayaran tagihan, untuk diketahui bahwa Pekanbaru adalah wajah Ibukota Provinsi Riau, simbol peradaban Melayu jangan diperkakukan tidak adil, kami ingatkan bahwa Dirut PLN harus segera memgevaluasi pejabat PLN di daerah Riau." tambah Suahrdiaman.

Lebih lanjut menurut Suhardiman, bahwa kedepannya orang-orang yang mengisi jabatan pejabat PLN di Riau harus orang-orang yang beradab, silahkan pejabatnya dari pendatang, tapi setidaknya mengerti dengan kultur tatakarama di Bumi Melayu, Dirut jangan asal menunjuk orang untuk dikirim ke Riau.

"Meraka seoalah tak faham dengan budaya musyawarah dan duduk bersama untuk menyelasaikan masalah, setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya, jangan bertindak seperti gaya-gaya barbar main putus seenaknya,tak ada sopan santun" tegas Suhardiman.

Masih menurut Suhardiman,pihaknya juga akan mencarikan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan lampu jalan di Kota Pekanbaru, jika perlu kedepannya seluruh lampu di Kota Pekanbaru harus menggunakan tenaga surya jangan lagi bergantung dengan PLN.

"Disarankan kepada Pemprov Riau segera melakukan bugetsharing anggaran dengan pihak Pemko untuk membeli lampu tenaga surya yang super canggih tahan lama dan tidak mudah rusak,jika perlu kita beli lampu jalan tenaga surya dari Jerman atau Jepang agar tidak bergantung lagi dengan PLN, kita negeri kaya jangan biarkan harga diri kita diinjak-injak oleh orang lain para pejabat PLN yang diimpor dari luar, karena mereka takkan pernah merasa memiliki daerah ini," tegasnya.

Sebagaimana diketahui jalanan di Kota Pekanbaru gelap gulita akibat dipadamkan oleh PLN, terkait masalah ini, Dirut PLN belum memberikan keterangan resmi atas kebijakan oknum pejabat/anak buahnya di Wilayah Riau yang telah melakukan pemutusan secara sepihak. (radarpku)

 

 

 

 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »