Turunnya Harga Kelapa Karena Efek Siklus Sepuluh Tahunan, Bukan Kesalahan Pemkab Inhil

Dibaca: 2079 kali  Rabu,18 April 2018
Turunnya Harga Kelapa Karena Efek Siklus Sepuluh Tahunan, Bukan Kesalahan Pemkab Inhil
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM. - Turunnya harga kelapa yang dikeluhkan sebagian besar petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), ternyata bukanlah kesalahan Pemerintah Kabupaten Inhil. Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur Utama CV Amarta, Setya Tuhu, eksportir kopra putih ke Bangladesh.

"Turunnya harga kelapa saat ini bukan kesalahan Pemkab Inhil melalui bupatinya. Jangankan bupati, presiden saja tak kan bisa mengatur harga kelapa ini. Jadi kalau saat ini ada yang menyalahkan Pak Wardan, ini sangat keliru," tegas pengusaha muda yang akrab disapa Tio, Senin (16/4/2018).

Dijelaskannya, sebab utama turunnya harga kelapa saat ini karena efek siklus sepuluh tahunan yang menyebabkan harga minyak kelapa dunia merosot drastis. Hal ini, kata Tio, sangat difahami oleh para pengusaha menengah dan besar di bidang kelapa seluruh Indonesia.

"Hal ini dimulai sejak 1998 lalu 2008 dan kini 2018. Ini siklus sepuluh tahunan yang memang bukan hanya kelapa bahkan dibidang ekonomi lainnya sedang menghadapi gejolak. Kalau untuk kelapa sendiri, inti turunnya harga kelapa seiring dengan turunnya harga minyak kelapa dunia. Dan ini sedang menjadi pembicaraan pengusaha besar di bidang kelapa baik nasional bahkan internasional," terang Tio.

Sebagai pengusaha, Tio bahkan memuji upaya yang dilakukan oleh Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam mengenalkan potensi kelapanya yang memang menjadi tulang punggung 75 persen masyarakat Inhil. Salah satu yang diberi aplaus olehnya adalah festival kelapa dunia yang diselenggarakan .

Saya pribadi sebagai eksportir sangat terbantu dari helat itu. Kita menjadi lebih mudah untuk mencari penampung di luar negeri. Acara itukan upaya dari Pemkab Inhil untuk mempromosikan dan memperkenalkan kelapa Inhil ini pada dunia," kata Tio.

Sebagai pengusaha, dijabarkan Tio bahwa tanpa adanya upaya promosi dan pengenalan potensi kelapa Inhil ini keluar, adalah suatu hal yang mustahil untuk dapat meningkatkan harga sebagaimana yang diharapkan para petani.

"Makanya kita sangat mendukung berbagai upaya Pemkab Inhil beberapa tahun terakhir ini dalam memperkenalkan kelapanya. Baik Festival Kelapa Dunia, Hari Pers Nasional yang mengundang awak media untuk menulis kelapa, maupun juga melalui upaya presentasi langsung oleh Pemkab Inhil pada berbagai kesempatan. Maka yakinlah, jika ini terus fokus dilakukan, harga kelapa di Inhil pasti dapat mencapai harapan," pungkas Tio.(ric)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »