SBY Tiba Di Riau Disambut Gubri Annas Maamun dan Muspida

Dibaca: 26705 kali  Sabtu,15 Maret 2014
SBY Tiba Di Riau Disambut Gubri Annas Maamun dan Muspida
Ket Foto : Presiden SBY dan Gubri Annas Maamun di Lanud
PEKANBARU, RADARPEKANBARU.COM - Prediksi banyak orang tentang Gubernur Riau, Annas Maamun atau lebih sering dipanggil Atuk Annas melarikan diri dari persaolan kabut asap akhirnya terbantahkan. Annas Maamun terlihat hadir menyambut Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (15/3/2014) sore.


Mengenakan baju hijau tua, Atuk Annas juga turut hadir di jajaran depan penyambutan sekaligus mendampingi SBY. Bahkan Annas banyak mendapat arahan dari SBY di Lapangan TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

Selain Atuk Annas, juga terlihat jajaran pejabat dari Pemprov Riau, BNPB, Korem, Polda dan isntansi terkait.

Rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Riau akan langsung meninjau lokasi kebakaran di beberapa daerah. Agenda awalnya akan langsung menuju Kampar untuk melihat kebakaran di lokasi tersebut.

Presiden dikabarkan akan langsung bertolak ke Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Namun belum diketahui tujuan utama kunjungannya ke sana. ''Begitu sampai, kabarnya langsung menuju Rimbo Panjang," kata Karo Humas Setdaprov Riau, Fahmizal, Sabtu (15/3/2014).

Namun ditegaskan Fahmi, belum ada rute pasti kemana arah Presiden. ''Nanti akan diketahui setelah briefing,'' sambung Fahmi

Sebelumnya, Presiden SBY memerintahkan seluruh instansi terkait dan militer untuk memadamkan kebakaran lahan dan hutan di Riau serta melakukan berbagai langkah terkait akibat dari kebakaran tersebut dalam tiga pekan. Instruksi itu disampaikan SBY dalam rapat koordinasi terkait penanganan bencana asap dalam teleconference dari Semarang-Jakarta-Pekanbaru, Jumat kemarin.

Presiden telah memberikan arahan dan instruksi, bahwa operasi terpadu harus ditingkatkan dengan 3 pilar yaitu, pertama; kegiatan pemadaman api dan asap. Untuk melakukan hal ini, Danrem Riau ditunjuk agar melanjutkan tugas ini. Kedua, perawatan dan kesehatan yang dipimpin oleh pejabat senior dari Pemda Riau.

Ketiga, penegakan hukum dipimpin Kapolda Riau, yang sebelumnya telah bekerja pada Satgas penegakan hukum. Ketiga pilar perlu diperkuat dan ditingkatkan efektivitas kecepatannya agar memberikan dampak psikologis, yaitu efek jera bagi pembakar.

Adapun operasi terpadu tersebut dipimpin oleh Kepala BNPB, Syamsul Maarif, yang memiliki kecakapan dan kepemimpinan saat darurat, dibantu perwira tinggi TNI bintang dua untuk mengendalikan operasi di lapangan.

"Presiden memberikan alokasi waktu tiga minggu untuk operasi terpadu tersebut, Semua harus all out. Ini adalah operasi militer selain perang. Tahun 2013, saat melakukan pemadaman api dan asap ternyata berhasil hanya dalam waktu 12 hari," kata Sutopo.

Untuk melaksanakan operasi terpadu ini, pagi tadi pukul 08.00 WIB telah digelar apel kesiapsiagaan pasukan 2 batalion TNI dari Marinir dan Kopaskhas, serta 11 unit pesawat Hercules C-130 yang siap diterbangkan ke Riau. Kekuatan yang tersedia di kewilayahan, yaitu Arhanud dan Paskhas juga siap digerakkan.

Untuk modifikasi cuaca akan ditambah lagi satu pesawat Hercules. Siang tadi, pukul 11.28 WIB telah diterbangkan Hercules membawa 5 ton bahan semai dari Lanud Halim Pedana Kusuma, Jakarta. Bukan hanya soal upaya instan, ke depan harus ada pencegahan dan penegakan hukum agar bencana tidak terus berulang. (ram/grc)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »