Pengamat Politik Universitas Riau Nilai Debat Pilkada Pekanbaru Kurang Menggigit

Dibaca: 18460 kali  Minggu,05 Februari 2017
Pengamat Politik Universitas Riau Nilai Debat Pilkada Pekanbaru Kurang Menggigit
Ket Foto : Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Riau Mexsasai Indra

RADARPEKANBARU.COM - Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Riau Mexsasai Indra menyatakan visi-misi kelima kandidat lima pasangan calon atau Paslon Walikota dan Wakil Kota Pekanbaru yang disampaikan pada acara debat kali ini tidak ada yang menonjol.

"Saya kira dari lima calon Walikota dan Wakilnya memiliki ada plus minus," kata Pengamat Politik dan Hukum Tata Negara Universitas Riau Mexsasai Indra ,Sabtu (4/2).

Mexsasai Indra bahkan menilai dari semua pasangan calon yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 memiliki visi-misi yang hampir sama.  

"Jadi tidak ada yang menonjol karena empat calon saingan petahana belum pernah menjadi kepala daerah sehingga dari prestasi tak bisa kita bandingkan," tegasnya.

Secara rinci Mexsasai menjelaskan analisanya bagi masing-masing calon.

Untuk pasangan nomor satu yakni Syahril-Said Zohrin ia menilai visi - misinya cukup bagus karena membangun kota dengan basis religius dimana Pekanbaru yang merupakan ibukota Provinsi Riau identik dengan nilai-nilai Islam.

"Pasangan ini memiliki keinginan menciptakan rasa aman pada masyarakat," ucapnya.

Selanjutnya pasangan ini lebih memiliki kekuatan karena Syahril merupakan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pekanbaru.

Selanjutnya untuk nomor urut dua yakni Herman Nazar-Dedi Warman, ia menilai dilihat dari visi dan misinya yang singkat namun aktualisasinya lebih kongkrit.

"Terutama terkait dengan persoalan pokok kota yakni masalah banjr dan sampah, kekuatannya ada pada Herman karena pernah menjadi birokrat di Pemko Pekanbaru," terangnya.

Kemudian analisa pengamat politik yang satu ini untuk nomor urut tiga yakni petahana Firdaus-Ayat Cahyadi, sebutnya lagi visi dan misi lebih kepada upaya melanjutkan program yang sudah ada.

"Maka banyak digunakan upaya meningkakan, kekuaan terletak pada posisi sebagai petahana," ucapnya pula.

Sementara untuk calon nomor empat yakni Ramli Walid-Irvan Herman ia melihat visi dan misi mereka berdua sudah operasional.

"Peta kekuatan terletak pada Irvan sebagai anak mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah.," katanya.

Namum ia menambahkan hal tersebut juga tidak menjadi jaminan buat kemenangan, karena masyarakat perkotaan lebih rasional.

Terakhir adalah paslon nomor lima yakni Dastrayani Bibra-Said Usman. Walau sempat nyaris gugur oleh Komisi Pemilihan Umum, kini tetap bisa maju.

Untuk visi-misi paslon ini menurut maxsasi upaya mencapainya sudah operasional dan berdimensi historis.

Karena berupaya mempertahankan Pekanbaru sebagai Kota Bertuah.

"Kekuatan paslon ini adalah perpaduan birokrat dan politisi," katanya menambahkan.

Sebelumnya diberitakan debat pasangan kandidat Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru periode 2017-2022 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Sabtu (4/1/17) terkesan kurang greget.

Debat Publik yang diikuti lima pasangan calon (Paslon) Walikota ini hanya disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal swasta dan radio pemerintah ini agak tersendat dikarenakan penghitung waktu atau "Timer" yang dijadikan acuan durasi bagi masing masing Paslon.

Di samping "Timer" yang beberapa kali mengalami "error", juga penempatan layarnya yang berada di belakang lima Paslon Walikota sehingga pengguna waktu oleh masing- masing tidak maksimal.

Masing masing Paslon hanya berpedoman dari MC debat yang dipandu presenter Zilvia Iskandar. Akibatnya, ada beberapa detik waktu yang tersisa tidak termanfaatkan.

"Mestinya penempatan layar Timer ada satu berada depan posisi duduk lima Paslon Walikota. Sehingga ada pedoman bagi mereka dalam menggunakan waktu saat menyampaikan Visi dan Misi atau pun menjawab pertanyaan," tutur Ujang, salah seorang hadirin yang menyaksikan debat publik tersebut.

Perlu diketahui petahana paslon Firdaus- Ayat Cahyadi saat mendaftar ke KPU diusung Partai Demokrat, PKS, dan Partai Gerindra.

Pasangan Ramli Walid-Irvan Herman yang diusung Partai Golkar, NasDem, Hanura, dan PKB.

Pasangan berikutnya, Dastrayani Bibra-Said Usman diusung PDI Perjuangan dan PPP.

Dua pasangan lain mendaftar melalui jalur independen, yakni Syahril-Said Zohrin dan Herman Nazar-Dedi Warman. (ant)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »