107 Mahasiswa Unilak Hijaukan Kawasan Pesisir Sungai Apit dengan Mangrove

Dibaca: 12227 kali  Rabu,27 April 2016
107 Mahasiswa Unilak Hijaukan Kawasan Pesisir Sungai Apit dengan Mangrove
Ket Foto : Penghijauan digelar dalam green Action ke-4 itu dengan menanam bibit mangrove jenis rhizopra sp dan avicennia alba

RADARPEKANBARU.COM- Sebanyak 107 mahasiswa Prodi Biologi FKIP Universitas Lancang Kuning (Unilak), Pekanbaru, Riau menghijaukan kawasan pesisir dengan mangrove  di Kampung Mengkapan, Sungai Apit Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak.
        
"Penghijauan digelar dalam green Action ke-4 itu dengan menanam bibit mangrove jenis rhizopra sp dan  avicennia alba dimaksudkan melatih kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan, dari aspek sosial, budaya, dan ekologi," kata dosen pendamping  "Green Action",   DR Mariana di Pekanbaru, Selasa.
        
Menurut Mariana,  penanaman mangrove bertujuan menghijaukan pesisir sekaligus sebagai penahan abrasi di kawasan sekitar pesisir dan pemukiman penduduk.
        
Apalagi, katanya, masyarakat kampung Mengkapan juga mencanangkan kawasan ini sebagai ekowisata mangrove yang dikenal sebagai "Jembatan Hitam Mangrove".
        
"Diharapkan aksi penghijauan ini memberi kontribusi positif kawasan ekowisata terkait, apalagi secara fisiologi  mangrove merupakan  tumbuhan yang  berkontribusi  tinggi  terhadap penyerapan karbon dalam bentuk senyawa CO2 , CO, CH4, dan CFC dapat menyebabkan global warming itu," katanya.
        
Ia menekankan, pemanfaatan tumbuhan mangrove sesuai UU No. 5 tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kehutanan dan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta UU No. 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, agar diperoleh   manfaat   yang   optimal   dari   potensi   sumber daya   alam   tersebut.
         
Di samping itu,  kebijaksanaan pembangunan bidang  kehutanan didasarkan  atas asas manfaat dan lestari serta konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Selain memiliki fungsi ekologi, hutan mangrove juga memiliki fungsi sosial-ekonomi.
         
Dengan mengusung konsep ekowisata, kawasan hutan Mangrove yang dimiliki kampung Mengkapam Sungai Apit bisa berdaya guna untuk mendongkrak potensi ekonomi daerah lewat pengembangan kawasan wisata hutan Mangrove.
        
Selain mangrove, green action  digelar pada 21¿23 April 2016 juga  menanam bibit matoa dan durian di sepanjang tepi poros jalan kampung Mengkapan.
        
Bahkan Pemerintah Kabupaten Siak menyatakan kawasan ekowisata ini akan mendukung peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.
        
Ekowisata, kini menjadi  pilihan  dalam mempromosikan  lingkungan  yang khas  yang  terjaga  keasliannya dnegan mengembangkan potensi yang ada dalam suatu konsep pengembangan lingkungan yang berbasis pada pendekatan pemeliharaan dan konservasi alam.  
   
Konsep ini sangat unik dengan pengembangan dan pelibatan sector manajemen terpadu serta seluruh stakeholders yang terkait menggunakan pola manajemen lingkungan yang rill.(Ant)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »