Waduh!! Warga Tanjung Pisang Mulai Ngeluh Pakai Sampan

Dibaca: 14045 kali  Rabu,01 Januari 2014
Waduh!! Warga Tanjung Pisang Mulai Ngeluh Pakai Sampan
Ket Foto : Ilustrasi
Selat Panjang, (radarpekanbaru.com) - Masyarakat Tanjung Pisang Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mulai mengeluh karena keseringan menggunakan sampan untuk turun melaut. Kondisi cuaca dan ombak tinggi di akhir tahun menjadi salah satu alasan mereka minta aga Pemkab Meranti menggantikan sampan-sampan nelayan dengan speed boad ataupun pompong kecil untuk melaut.


Sebagaimana disampaikan nelayan tradisional asal Tanjung Pisang Merbau, Zaujar, ketika ditemui, Senin (30/12/2013) siang. Kepada wartawan, Zaujar mengaku sangat kewalahan saat melaut menggunakan sampan sementara ombak di laut sangat besar.


"Ombak besar, apalagi kami menangkap ikan hanya memakai perahu dengan berdayung, sehingga sangat sulit menempuh gelombang laut," ungkap Zaujar.


Zaujar yang sehari-hari menangkap ikan menggunakan pengerih ini hanya menghandalkan perahu dayung. Untuk itu mereka mengharapkan Pemkab Meranti bisa membantu kesulitan masyarakat Tanjung Pisang terutama nelayan tradisional ini.


Setidaknya harap Zaujar, para nelayan bisa disediakan speedboat atau pompong kayu ukuran kecil sehingga mudah melaut saat musim gelombang besar seperti sekarang ini.


"Kami pernah mengusulkan bantuan ke pemerintah kabupaten untuk pengadaan spedboat ukuran kecil bagi nelayan tradisional (Pengerih). Tapi sampai sekarang belum keluar tampaknya. Kami berharap Pemerintah bisa mengabulkan permohonan kami itu, supaya mudah kami mencari ikan. Tidaklah seperti sekarang, setiap hari harus pakai tenaga berdayung ke tengah," harapnya warga Tanjung Pisang yang sudah berpuluh tahun bekerja sebagai nelayan itu.


Kesulitan serupa juga ikut dirasakan puluhan nelayan lainnya di desa tersebut, bahkan ratusan nelayan di desa lainnya pula. Tentunya mereka menaruh harapan besar sekiranya program-program bidang kelautan (nelayan) oleh pemerintah kabupaten hingga pusat bisa menyentuh ke mereka dari kalangan ekonomi lemah tersebut.(grc)

Editor : Ahmad Adryan
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »