Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Ke 29 di Pekanbaru

Jelang Pemilihan Ketua Umum PB HMI , Subuh Ini Terjadi Tawuran Massal Perang Batu di Arena Kongres

Dibaca: 17756 kali  Jumat,04 Desember 2015
Jelang Pemilihan Ketua Umum PB HMI , Subuh Ini Terjadi Tawuran Massal Perang Batu di Arena Kongres
Ket Foto : Pantauan di lokasi bentrokan, terlihat kursi-kursi besi sudah dalam kondisi patah, dimana patahan itu dijadikan senjata bagi massa untuk saling menyerang satu sama lain. Selain itu, meja kongres juga rusak dan berantakan. Bahkan kipas angin yang dipa

RADARPEKANBARU.COM- Adapun informasinya lainnya , tawuran massal ini merupakan unjuk kekuatan massa pendukung dari beberapa kandidat yang bertarung memperebutkan kursi ketua umum PB HMI.

Sekitar pukul 02.00 WIB, Jumat (4/12/2015) dinihari,momen sidang pleno IV Kongres XXIX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang sedianya akan melahirkan ketua UMUM PB HMI dilaksanakan di Gelanggang Remaja, Pekanbaru, Riau, terkendala atas aksi ricuh dan pengerusakan meja sidang, oleh massa penggembira yang berada di dalam dan luar arena kongres.

Kerusuhan ini awalnya antar peserta kongres yang melukan perdebatan yang cukup alot dalam membahas AD/ART, kemudian berujung pada tawuran antar daerah dan melibatkan antarsuku. Konflik ini dipicu seorang kader HMI asal Makassar memukul kader HMI asal Ambon, Maluku. Ini lah penyulut konflik ini menjadi konflik SARA.

Seorang kader HMI asal Ternate, Ijat mengatakan, ketika itu seorang satu kader asal Makassar melakukan pemukulan kursi terhadap kader asal Ambon yang mengakibatkan luka memar pada korban.  

"Karena ada kader asal Badko Maluku yang dipukul akhirnya semuanya menanggapinya dengan keras. Kita melakukan pengejaran terhadap pelaku pemukul kader tersebut karena akibatkan dampak yang cukup parah bagi teman tersebut," ujar Ijat yang juga merupakan salah satu kader HMI asal Ternate Maluku Utara.

Akibat kerusuhan tersebut, gelaran kongres akhrinya terhenti sampai waktu yang belum ditentukan. Arena kongres dirusak dan di porak-porandakan oleh kader-kader HMI  sehingga tempat tersebut seolah tak lagi bisa digunakan sebagai tempat kongres.


"Bisa dilihat sendiri bagaimana brutalnya kawan-kawan dari Makassar itu. Mereka yang melakukan perusakan terhadap semua fasilitas yang ada di arena kongres dan akibatnya kongres ditunda lagi sampai waktu yang belum ditentukan. Tentu ini sangat merugikan sekali bagi kita semua," tandas Ijat kepada wartawan sebagaimana di kutip Radar Pekanbaru dari Riauonline.co, Jumat (4/12/2015).

Pantauan watawan di lapangan, dinihari  forum sidang pleno IV dengan agenda pembahasan AD/ART dan tata tertib pencalonan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI Periode 2015-2017 dibuka kembali oleh presidium sidang.

Seirama dengan hujan yang mengguyur Kota Pekanbaru, seluruh peserta dan penggembira kongres HMI mengumpul di area sidang.

Disaat pembacaan AD/ART tersebutlah, sejumlah peserta sidang merasa keberatan. Alhasil, penggembira kongres dengan mudahnya tersulut emosi langsung melampiaskan amarah kepada meja-meja sidang. Hasilnya, forum sidang kembali berantakan.

Demi keamanan, presidium sidang kembali menskors sidang dan terlihat meninggalkan kongres. Tak berselang lama, kesembilan presidium sidang kembali mencabut skors sidang sekira 30 menit lamanya dan kembali di buka sehingga akhirnya Ricuh kembali, ahirnya sidang diskor sampai waktu yang tidak di tentukan.

Walhasil, ratusan massa rombongan liar / penggembira kongres langsung menyerbu para pimpinan sidang yang duduk di depan. Mayoritas massa yang melakukan penyerangan ini, adalah peserta dari Sulawesi. Merekapun melempar kursi dan meja ke arah pimpinan sidang, yang selanjutnya dibalas dengan lemparan kursi dari pihak pengamanan sidang.

Ada beberapa orang peserta yang terkena lemparan kursi yang mayoritas terbuat dari besi. Sedangkan potongan meja, mereka jadikan senjata untuk memukul, yang juga terbuat dari besi. Ada yang berhasil menyelamatkan diri, dan sebagian terkena bulan-bulanan benda-benda tumpul.

Aksi bahkan kian memanas, saat massa yang menyaksikan yang awalnya diam sehingga akirnya turut menyerang membela diri.

Tak pelak, suasana sangat gaduh dan perang kursi dan besi tak bisa dihindarkan. Tragisnya, peserta wanita terkurung diantara kericuhan tersebut. Sebagian menangis, dan ada juga yang berteriak histeris, lantaran rak tahu harus berbuat apa.

Kalah massa, pihak pengamanan akhirnya menggiring pimpinan sidang ke ruang evakuasi dan menutup pintu. Melihat itu, massa kian beringas dan melempari apasaja benda yang didapat, agar pintu terbuka, namun tetap saja tak bisa dijebol. Lalu massa merangsek keluar dari pintu alternatif dan mengejar sampai keluar.

Setelah di luar, kericuhan masih saja terjadi, walau sudah ditenangkan pihak kepolisian. Massa ini bahkan berteriak-teriak dan mencaci maki mengeluarkan sumpah serapahnya. Mereka juga menutup akses pagar keluar gerbang Gelanggang Remaja, dengan harapan sasaran mereka tidak meloloskan diri.

Massa juga sempat melakukan pengerusakan fasilitas gedung. Yang lebih mirisnya, sebagian massa yang terkepung di dalam arena kongres terpaksa memecahkan pintu kaca, agar bisa keluar dari pintu belakang gedung dan meloloskan diri dari amukan tanpa sasaran ini.

Massa Romli Kongres HMI dari Berbagai Daerah Melanjutkan Tawuran Massal di Ruas Jalan Jenderal Sudirman

Tak puas dengan tawuran massal di dalam ruang Gedung Gelanggang Remaja, ratusan massa kongres XXIX HMI kemudian melanjutkan tawuran di sepanjang ruas Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Provinsi Riau. Massa juga terlibat saling lempar batu, hingga membuat polisi melepas lima kali tembakan peringatan.

Kerusuhan ini ternyata belum reda. Massa yang katanya dari Maluku dan Makassar ini justru melanjutkan aksi tawuran di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (4/12/2015) dinihari, persis saat adzan subuh berkumandang. Mereka juga merusak fasilitas rambu jalan, untuk dijadikan senjata buat menyerang.

Kengerian ini, juga dirasakan para penjual jajanan yang mangkal di pinggir jalan, dekat arena kongres. Barang mereka sebagian berantakan. Para penjual tersebut terpaksa meninggalkannya, hanya untuk menyelamatkan diri dari hujan batu. Begitu juga dengan kendaraan polisi, nyaris saja jadi amukan kedua kubu itu.

Pantauan wartawan, ratusan massa yang bentrok ini tidak bisa dilerai, sehingga polisi terpaksa melepas lima kali tembakan peringatan ke udara, untuk menghalau mereka. Meski demikian, peserta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini tetap saja tidak memperdulikan. Walhasil, polisi terpaksa mengambil tindakan tegas.

Mereka (polisi) berbaris dan membentuk pagar hidup dan memukul mundur massa dari dua arah sekaligus. Aksi ini sempat mereka dengan tindakan kepolisian. Lebih mengerikannya lagi, pengguna jalan yang notabene warga Pekanbaru, seperti para penjual di pasar yang berangkat subuh, juga tampak ketakukan.

Mereka tak tahu harus berbuat apa, lantaran tanpa sengaja terkepung diantara kerumunan massa yang bertikai. Beruntung polisi cepat bertindak dan mengevakuasi mereka. Pantauan GoRiauCom, ruas Jalan Jenderal Sudirman tempat bentrokan terjadi penuh dengan batu, kayu dan potongan besi. Hingga berita ini diturunkan, aksi massa sudah dapat diredam kepolisian.

Arena Kongres Gelanggang Remaja Porak-pranda Pasca Tawuran Massal Peserta Kongres HMI

Pantauan di lokasi bentrokan, terlihat kursi-kursi besi sudah dalam kondisi patah, dimana patahan itu dijadikan senjata bagi massa untuk saling menyerang satu sama lain. Selain itu, meja kongres juga rusak dan berantakan. Bahkan kipas angin yang dipasang di dalam gedung juga rusak.

Selain itu, bangku-bangku permanen yang berada di atas juga dirusak oleh ratusan massa yang bertikai ini. Bahkan kerusakan juga tak hanya terjadi di dalam gedung, melainkan juga di luar (halaman), dimana mahasiswa yang bertikai tersebut menjadikan apa saja yang tampak untuk senjata menyerang dan melindungi diri.

Bahkan pintu kaca bagian belakang gedung juga dalam kondisi pecah berantakan. Adapun pintu ini sengaja dipecahkan sebagian mahasiswa, hingga bisa dijadikan jalur melarikan diri para peserta kongres yang ketakutan. Pasalnya, pintu utama yang berada di depan, sudah dikepung massa yang bentrok.

Adapun informasinya lainnya , tawuran massal ini merupakan unjuk kekuatan massa pendukung dari beberapa calon ketua umum PB HMI,Tawuran itu baru selesai, sekitar pukul 05.30 WIB, Jumat subuh. (TIM)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »