Hore Jefry Noer Bisnis Sapi Lagi, 1.235 Ekor Sapi Dianggarkan Dalam APBD-P Kampar 2015

Dibaca: 26624 kali  Selasa,30 Juni 2015
Hore Jefry Noer Bisnis Sapi Lagi, 1.235 Ekor Sapi Dianggarkan Dalam APBD-P Kampar 2015
Ket Foto : Sapi Kurus-Bupati Kampar tinjau peternakan sapi dilokasi P4S Karya Nyata Kubang Jaya beberapa hari lalu

RADARPEKANBARU.COM-Seperti yang sudah-sudah program sapi P4S harus didapatkan dengan cara membeli sapi dari Rahmat Jevary Juniardo Anak Bupati Kampar, rakyat mengajukan kredit ke Bank BPR Sari Madu dan Sapi pun dibeli langsung via transfer kerekening anak bupati, lucunya dari hasil investigasi Radar Pekanbaru dokumen jual beli sapi Rahmat Jevary Juniardo ini diduga abal-abal, yaitu menggunakan dokumen pengadaan sapi salah satu pemda di ProvinSi Aceh.

Kabar buruk, kali ini kegiatan serupa namun namanya saja yang berbeda pemerintah Kabupaten Kampar Provinsi Riau tahun ini lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan menyiapkan dana untuk pembelian sebanyak 1.235 ekor sapi yang akan diberikan ke para petani dan peternak yang ada di berbagai wilayah kecamatan daerah itu sebagai upaya mewujudkan kemandirian pangan.

Berikut kita simak janji manis Jefry Noer "Ribuan ekor sapi tersebut diberikan kepada para petani dan peternak yang telah dilatih untuk kemudian mengembangkan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi atau RTMPE," kata Bupati Kampar Jefry Noer kepada pers di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Ahad (28/6/15).

Jefry Noer mengatakan, sapi-sapi tersebut akan dibagikan kepada alumni Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Kubang Jaya dimana tiap orang atau kelompok menerima masing-masing tiga ekor sapi.

Dengan demikian, lanjut dia, kurang sekitar 3 ekor sapi lagi untuk melengkapi Program RTMPE yang membutuhkan enam ekor sapi dalam satu lahan seibu meter persegi.

"Kekurangan tersebut akan ditutupi oleh bantuan perusahaan lewat dana CSR (dana bantuan sosial). Kemudian ada juga peluang pinjangan ke perbankan lewat Program Kredit Ketahanan Pangan & Energi (KKPE)," katanya.

Untuk menjalankan Program RTMPE di atas lahan seribu meter persegi, dibutuhkan biaya sekitar Rp120 juta, sudah termasuk biaya pembelian enam ekor sapi.

"Anggap saja satu ekor sapi seharga Rp10 juta. Artinya pemerintah daerah telah membantu sekitar Rp30 juta untuk pembelian 3 ekor sapi per petani atau kelompok. Sementara perusahaan juga memberikan bantuan Rp30 juta untuk 3 ekor sapi pula," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, maka tersisa sekitar Rp60 juta untuk melengkapi Program RTMPE yang digunakan untuk pembangunan kandang sapi, pembelian ayam alpu, pembelian sepuluh ekor jantan ayam bangkok, pembangunan saluran untuk biogas, penyaringan biourine serta pupuk cair dan pupuk kering.

"Kemudian dari dana itu pula, akan dibangun rumah jamur dan penanaman berbagai jenis sayuran mulai dari cabai kriting, bawang merah dan jenis sayuran lainnya. termasuk budidaya lele," katanya.

Jefry menjelaskan, sapi sebanyak 1.235 ekor tersebut akan dibagikan kepada sekitar 415 petani atau kelompok tani di sejumlah wilayah kecamatan di Kampar.

Itu artinya,sekitar 415 keluarga petani akan siap menjadi orang kaya karena penghasilan dari program ini mencapai puluhan juta rupiah.

Dijelaskan, bahwa Program RTMPE merupakan program unggulan Pemda Kampar untuk membangun kemandirian masyarakat khususnya para petani.

"Jadi kemandirian yang dimaksud bukan tanaman padi atau gabah. Karena itu bisa dibeli dari hasil penjualan urine sapi, biogas, serta bawang dan cabai kriting yang dihasilkan dalam perkarangan rumah tangga mandiri pangan dan energi," katanya.(radarpku/rtc)
 

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »