Menguak Sejarah Terowongan Terpanjang di Dunia

Dibaca: 30573 kali  Jumat,27 Maret 2015
Menguak Sejarah Terowongan Terpanjang di Dunia
Ket Foto :
RADARPEKANBARU.COm - Hampir mustahil jika berkendara di Norwegia tanpa melewati gunung atau naik kapal feri untuk menyeberang dari satu tempat ke tempat lain.

Norwegia merupakan negara yang sangat indah. Tapi yang disayangkan, kontur geografinya sangat rumit, dibuat seperti sebuah labirin yang melewati gletser dan pegunungan.

Itulah sebabnya banyak masyarakat Norwegia yang masih terisolasi satu sama lain selama berbulan-bulan. Terutama di musim dingin yang panjang. Kehidupan bertetangga di negara ini memiliki jarak kurang dari satu mil, seperti dilansir laman Amusing Planet.
Karena itu, Norwegia berniat mulai membangun jaringan terowongan yang sangat luas. Tim pembuat terowongan akan mengebor gunung-gunung yang ada dan membuatnya jalur.

Hal ini dilakukan demi mempermudah pengendara melalui negara tersebut daripada mengambil rute memutar sepanjang pegunungan.

Dalam proses pembuatannya diperlukan sekitar 5.000 ledakan berbeda yang dilakukan selama fase konstruksi Laerdal. Terowongan ini membentang di bawah pegunungan Norwegia dan Fjord sepanjang 15 mil, dan merupakan terowongan yang dibangun dengan waktu terlama di dunia.

Ada 900 jalan yang berupa terowongan di Norwegia dengan total panjang melebihi 750 kilometer. Selain itu, ada juga 33 terowongan yang berada di bawah laut. Untuk negara sebesar Norwegia, ini adalah jumlah yang sangat banyak sekali.

Terowongan Laerdal mempunyai panjang 24,51 kilometer, sehingga menjadikannya terowongan terpanjang di dunia. Terowongan ini menghubungkan desa-desa Laerdal dan Aurland dan juga menghubungkan ibukota Oslo ke Bergen.

Jika Anda pernah mendengar terowongan terpanjang adalah Gotthard Base Tunnel di Swiss, yang memiliki panjang 57 kilometer, itu memang benar. Namun,  terowongan itu hanya untuk transportasi kereta api, tidak seperti Norwegia untuk kendaraan bermobil.

Keputusan untuk membangun terowongan Laerdal dibuat pada bulan Juni 1992. Ketika pemerintah menyadari bahwa cuaca bersalju sering mengganggu perjalanan, sehingga diperlukan infrastruktur antara dua kota.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh para insinyur adalah bagaimana menjaga pengemudi untuk tetap konsentrasi dalam berkendara selama 20 menit secara monoton. Hal ini sangat penting untuk dipikirkan. Karena bisa saja para pengemudi kehilangan konsentrasi sehingga menyebabkan kecelakaan.

Untuk memecahkan masalah ini, maka dibuatlah tikungan halus di antara jalur yang membentang lurus, dan pada setiap interval 6 kilometer ada gua besar.

Gua ini dimaksudkan untuk memecahkan kebosanan pengemudi, memberikan pandangan yang menyegarkan sekaligus memungkinkan pengemudi untuk beristirahat sejenak.

Gua-gua tersebut juga digunakan sebagai tempat mobil berputar balik. Untuk menjaga pengemudi dari mengantuk atau tertidur, masing-masing jalur disertakan dengan strip di tengahnya.

Kekhawatiran lain, kurangnya udara dikarenakan berada di antara gunung dan gua, maka sangat sedikit ruang udara yang keluar masuk. Untuk itu dibuatlah dengan dua cara, yaitu dengan ventilasi dan pemurnian.

Udara dari kedua pintu masuk akan dikeluarkan melalui ventilasi sepanjang 18 kilometer yang terletak di Aurland ujung terowongan. Terowongan ini pertama di dunia yang dilengkapi dengan instalasi pengolahan air.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada pencahayaan dalam terowongan ini. Cahaya putih digunakan untuk di dalam terowongan.

Sedangkan gua-gua dan gunung dilengkapi dengan cahaya biru dan kuning yang memberikan salah satu ilusi mengemudi pada siang hari setiap 6 kilometer, dan cahaya keemasan di sepanjang jalan memberikan ilusi matahari terbit.(viva)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »