Kiat Memberantas Kemiskinan Ala Bupati Jefry Noer

Dibaca: 43309 kali  Jumat,06 Maret 2015
Kiat Memberantas Kemiskinan Ala Bupati Jefry Noer
Ket Foto : Bupati Kampar
BANGKINANG,RADARPEKANBARU.COM-Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan Provinsi Riau sebenarnya bisa menjadi daerah lebih maju dibandingkan Provinsi DKI Jakarta walau dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak begitu besar.

"APBD Provinsi Riau yanga Rp10 triliun (tidak termasuk dana bagi hasil) memang tidak begitu besar, namun jika digabungkan dengan 12 kabupaten/kota lainnya, totalnya mencapai Rp40 triliun,"kata Jefry Noer Selasa (3/3/15).

Dana sebesar itu menurut Jefry, jika disinergikan dan dijalankan dengan baik dan benar, maka akan mampu membangun Riau bahkan lebih baik dibandingkan provinsi lainnya termasik Ibu Kota Negara.



Foto :  Bupati Kampar terjun langsung kelapangan

Menurut bupati, sebaik-baiknya daerah adalah daerah yang bebas dari kemiskinan, penangguran dan rumah kumuh.

"Jika daerah atau sebuah kota tampak megah namun masih banyak anak jalanan, orang terlantar, kemiskinan dimana-mana dan rumah kumuh masih banyak ditemukan, maka daerah atau kota tersebut belum bisa dikatakan maju," katanya.

Jefry mengatakan, daerah yang maju adalah daerah yang terbebas dari kemiskinan, penangguran dan rumah kumuh.

Bupati mengatakan, hal itu sejalan dengan Program Lima Pilar Pemkab Kampar yang bermuara pada "3 Zero", bebas kemiskinan, penangguran dan rumah kumuh.

Menurut dia, Kampar selama ini hanya memiliki APBD kurang dari Rp3 triliun, dan tahun ini masih sekitar Rp2,5 triliun. Namun tetap diupayakan menjalankan Lima Pilar Pembangunan yakni; meningkatkan akhlak dan moral masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat, peningkatkan sumber daya manusia, peningkatan kesehatan dan peningkatan infrastruktur.

Salah satu program terbaru yang sekarang sedang dijalankan Bupati Jefry Noer adalah Program Desa serta Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi yang lahan percontohannya berada di kawasan Pusat Pelatihan Petanian Pedesaan Swadaya Masyarakat (P4S) Kubang Jaya, Kecamatan Siakhulu, Kampar.

Program tersebut merupakan program terbaru Pemkab Kampar yang masuk dalam 3 Zero "plus" target swasembada pangan dan energi. Program ini mengedepankan pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan berbagai kebutuhan rumah tangga yang lebih dari cukup.

"Kami targetkan, pada akhir 2016 nanti, Kampar sudah bebas dari kemiskinan, terkecuali bagi mereka yang tulang rusuknya panjang atau lebih dari pemalas. Sebenarnya hal serupa juga dapat dilakukan untuk Riau," katanya.


Bupati Pimpin Rapat Progres Pembangunan 3 Zero


Bupati Kampar H Jefry Noer memimpin rapat di lantai tiga kantor Bupati Kampar, rapat tersebut dihadiri oleh beberapa Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Kampar Senin (2/3/15).

Rapat tersebut membahas progres pembangunan pemda Kampar dan memberikan pandangan kepada kepala desa dan camat atas target pencapaian yang diharapkan oleh pemerintah Kabupaten Kampar.

Rapat ini membahas kegiatan jahit - menjahit yang sejauh ini telah dilaksanakan sebanyak 1.080 orang, namun dalam evaluasinya berdasarkan survei yang dilakukan dilapangan oleh dinas terkait diketahui bahwa rumah peserta pelatihan yang diberikan bantuan mesin jahit ternyata suplai listrik dirumah mereka tidak kuat untuk menghidupi daya mesin jahit yang 250 watt itu.



Foto : Bupati Kampar H Jefry Noer memimpin rapat di lantai tiga kantor Bupati Kampar, rapat tersebut dihadiri oleh beberapa Camat dan Kepala Desa di Kabupaten Kampar Senin (2/3/15).

Sehingga pemerintah nantinya berinisiatif untuk membuat tempat yang nantinya dikhususkan untuk tempat menjahit, bahkan mungkin nantinya bisa diwilayah kantor desa atau kecamatan.

Pemerintah nantinya akan mencoba menyiapkan tempat yang bisa memenuhi kebutuhan daya listrik untuk mesin yang ada, namun demikian pemerintah masih memikirkan faktor lainya dikarenakan kalau menggunakan fasilitas desa atau kecamatan nantinya bisa jadi akan menyulitkan para peserta jahit menjahit yang telah lulus itu sendiri dalam praktiknya sehari-hari karena jarak tempuh yang cukup jauh dari tempat tinggalnya sehingga kurang efisiensi terhadap waktu kerja, selain monitoring terhadap lulusan yang telah tamat kedepan pemerintah kabupaten kampar akan memperketat penyaringan seleksi peserta jahit menjahit maksimal yang usianya 45 tahun.

Bupati Kampar H Jefry Noer dalam rapat itu menegaskan bahwa yang berhak mendapat pelatihan adalah warga miskin dengan perekonomian menengah kebawah " kita fokuskan untuk masyarakat ekonomi lemah kedepannya dan yang usianya masih produktif dibawah 45 tahun" papar jefry noer.

Saat ini diduga ada beberapa kelompok jahit menjahit yang telah terpecah menjadi sendiri sendiri dan kedepan diharapkan dapat bergabung dengan kelompok yang lain.

kondisi terpencar saat ini dikarenakan ada yang sudah menikah dan ada juga yang berpindah alamat namun masih tetap dimonitor oleh dinas disperindag kabupaten kampar. Target pemerintah daerah sendiri setelah peserta diberikan pelatihan jahit menjahit dari pelatihan mendasar sampai mampu membuat pakaian jadi siap pakai, dimana kedepannya diharapkan dapat memiliki penghasilan minimal 2,5 jt rupiah/bulan sehingga memiliki kemampuan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Jefry Noer dalam paparannya menjelaskan bahwa saat ini untuk kebutuhan pakaian anak sekolah di kabupaten kampar sendiri kita masih memiliki peluang yang cukup besar, belum lagi kebutuhan pakaian untuk masyarakat umum, sehingga kedepan saya percaya kampar bisa menjadi pusat perbelanjaan dibidang mode dan pakaian.

Tahun 2015 penerimaan peserta harus difokuskan kepada masyarakat lemah, memiliki perekonomian menengah kebawah. Dan pemerintah desa juga diharapkan ikut memberikan perhatian terhadap peserta yang telah lulus pelatihan untuk didorong dan dimotivasi agar memberikan contoh keberhasilan kepada masyarakat umum dan ikut menularkanya agar setiap masyarakat tidak hanya melihat tetapi juga termotivasi untuk belajar dan menggerakkan ekonomi rumah tangga.Setiap kecamatan dan desa juga diminta mengumpulkan dan mendata lulusan yang berhasil.

Dengan kompetensi yang dimiliki masyarakat diharapkan harus pandai mencari uang, dengan cara menjahit. Kedepanya pemerintah kabupaten kampar akan melakukan terobosan dimasa yang akan datang dengan akan mengajarkan peserta pelatihan untuk membuat sepatu.(adv/hms/kampar)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »