BAGANSIAPIAPI, RADARPEKANBARU.COM - Arena Gelanggang Permainan (Gelper) beberapa bulan terakhir marak di kota Bagansiapiapi Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). " />

Pengawasan Hukum Lemah, Judi Gelper Di Bagansiapiapi Makin Menjadi-jadi

Dibaca: 33138 kali  Selasa,25 November 2014
Pengawasan Hukum Lemah, Judi Gelper Di Bagansiapiapi Makin Menjadi-jadi
Ket Foto :
BAGANSIAPIAPI, RADARPEKANBARU.COM - Arena Gelanggang Permainan (Gelper) beberapa bulan terakhir marak di kota Bagansiapiapi Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Bahkan judi yang berkedok permainan anak-anak ini bagaikan tak tersentuh oleh lembaga Hukum setempat. Karna setelah sekian lama beroperasi, belum ada razia yang dilakukan jajaran Polda Riau bersama Polres Rohil. Di duga gelper tersebut menjadi mesin ATM oleh lembaga hukum setempat.

Lokasi Gelper rata-rata berada di pemukiman masyarakat dan sekitarnya. Warga setempat sudah mulai resah, apalagi jam oprasionalnya hingga tengah malam dan sangat mengganggu. Namun tindakan oleh lembaga berwenang seolah tutup mata. Dan menganggap perjudian omset ratusan juta tersebut tidak ada.

Pantauan di lapangan, diketahui ada lima titik. Salah satunya bernama game Fun Zone jalan Sungai Garam, E-Zone di jalan Perdagangan, Citi Zone lokasi jalan Perniagaan, kemudian satu lagi di belakang Hotel Horizon bermerek game 88. Tapi anehnya Kepolisian setempat terkesan tutup mata.

Pada hal Penggerebekan yang dilakukan Polda Riau terhadap City Zone Bengkalis beberapa waktu lalu sempat membuat pengelola gelper di Bagansiapiapi ketar-ketir. Isu berkembang, Gelper di Bagansiapai sempat ditutup selama 2 atau 3 hari dan sekarang mulai beroperasi lagi dengan bebas.

Salah seorang tokoh masyarakat Bagansiapiapi, Adnan, mengharapkan, Polda tidak tebang pilih dalam penanganan kasus judi. "Kita masyarakat yang tidak punya kepentingan dalam soal ini menduga pihak aparat telah tebang pilih dalam penertiban Gelper yang meresahkan masyarakat itu, contoh saja hingga saat ini gelper dengan bebas di Bagansiapiapi."ujar Adnan, (25/11).

Adnan sangat menyangkan sikap aparatur hukum yang tidak mengambil tindakan terhadap praktek judi di Bagansiapiapi. Menurutnya, penggerebekan harus dilakukan, mengingat Rohil dikenal dengan julukan Negeri Seribu Kubah.ā€¯parahnya lokasi judi yang berkedok permainan anak-anak ini subur di Bagansiapiapi. Parahnya pengunjung yang datang pun tidak memandang usia," beber Adnan.

Di mana Modus yang dilakukan di sejumlah Gelper di Bagansiapiapi adalah berupa seratus koin bisa ditukar dengan satu voucher pulsa Rp100.000. Voucher itu bisa diuangkan Rp95.000 dengan calo di luar area Gelper.

Polres Diminta Gulung Judi Gelper Rohil

Peristiwa penggerebakan judi gelper di Pekanbaru, Dumai. Bengkalis yang dilakukan oleh Mabes Polri beberapa waktu lalu, sudah mencoreng kinerja Polda Riau. Kali ini, Polres diminta jangan sampai lengah dengan berkembangnya judi Gelper di Bagansiapiapi. Sehingga harus segera mengambil tindakan cepat dengan mengulung judi yang ada di Rohil. Salah satunya Gelper tersebut.

''Jangan sampai terjadi dua kali. Yang di Pekanbaru. Bengkalis dan Dumai langsung digerebek Mabes Polri, ini akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Riau. Kita minta polisi setempat yaitu Polres Rohil untuk mengulung judi gelper di Bagansiapiapi secepatnya. Jangan sampai keduluan Mabes Polri,''ujar Anggota DPRD Rohil, Frata, Selasa (25/11) di Bagansiapiapi.

Ia mengatakan, dengan ada informasi Gelper berbau judi mulai marak di Bagansiapiapi, Polres harus segera menyikapi, bila perlu Polda Riau dan Polres menurunkan mata-mata untuk memantau aktivitas di lokasi yang diinformasikan.

"Harusnya dengan segera disikapi aparat kepolisian di daerah ini karena bagaimana pun Gelper berbau judi itu harus dibasmi dari ranah Bumi Melayu seribu kubah ini. Karna sudah terlalu bebas dan tak pernah tersintuh hukum," kata politisi PKPI ini yang mengingatkan Polres Rohil.

Frata dikesempatan itu meminta aparatur pemerintah daerah untuk dapat pro aktif memantau kawasan atau wilayahnya agar terhindarnya dari tindakan bersifat negatif dan membuat masyarakat resah. Sebab sambungnya, untuk keamanan dan kenyamanan itu tidak semata jadi tanggungjawab aparat kepolisian,"Sebenarnya Gelper di Bagansiapiapi ini sudah lama beroperasi, namun belum terlihat tanda-tanda akan di tutup. Jangan sampai nanti masyarakat yang mengambil tindakan," bebernya seraya mengingatkan.(MPR/anto)
Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »