Januari HIngga November 2020, Nilai Ekspor Riau Naik

Dibaca: 2448 kali  Sabtu,09 Januari 2021
Januari HIngga November 2020, Nilai Ekspor Riau Naik
Ket Foto :

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Misfaruddin, Kamis (7/1/21) mengatakan selama Bulan Januari hingga November 2020, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 11,17 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor non migas sebesar 14,09 persen, meskipun ekspor migas turun sebesar 34,09 persen.

Selama Januari hingga November 2020, tambahnya, ekspor 10 golongan barang utama non migas memberikan kontribusi sebesar 98,87 persen terhadap total ekspor non migas.

"Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama non migas tersebut mengalami kenaikan sebesar 14,22 persen terhadap periode yang sama tahun 2019," tuturnya. / Ia menegaskan bahwa pada November 2020 lalu, ekspor non migas Riau naik sebesar 9,29 persen dibandingkan ekspor non migas Riau pada Oktober 2020 lalu.

"Ekspor non migas Riau pada November 2020 naik dari US$ 1,26 miliar pada Bulan Oktober 2020 naik menjadi US$ 1,38 miliar pada Bulan November 2020," ujar Misfaruddin. 

Ia mengatakan dari 10 golongan barang ekspor non migas terbesar Bulan November 2020 dibanding Oktober 2020, lima golongan mengalami kenaikan, yang terbesar yaitu Lemak & Minyak Hewan/Nabati sebesar US$ 100,38 juta, Berbagai Produk Kimia US$ 27,30 juta dan Bahan-bahan Nabati US$ 11,57 juta. 

"Sedangkan empat golongan mengalami penurunan, yang terbesar yaitu Kertas dan Karton US$ 31,18 juta, Berbagai Makanan Olahan sebesar US$ 6,69 juta, dan Ampas dan Sisa Industri Makanan US$ 0,78 juta," terangnya.

Sementara itu, selama Bulan Januari hingga November 2020, nilai ekspor Riau mengalami kenaikan sebesar 11,17 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh naiknya ekspor non migas sebesar 14,09 persen, meskipun ekspor migas turun sebesar 34,09 persen. 

"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor minyak mentah sebesar 56,77 persen, dan ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 0,65 persen," sebutnya.(ckc)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »