Ada Kepentingan Politik Trump di Balik Pembunuhan Soleimani

Dibaca: 3370 kali  Sabtu,04 Januari 2020
Ada Kepentingan Politik Trump di Balik Pembunuhan Soleimani
Ket Foto :

AS -- Gedung Putih menyampaikan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump memerintahkan serangan udara ke Bandara Internasional di Baghdad, Irak pada Jumat (3/1). Diberitakan The Guardian, Gedung Putih juga mengeluarkan pernyataan bahwa serangan itu adalah tindakan tegas yang dilakukan atas arahan presiden.


Kepala Program Studi Kajian Wilayah Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi menilai serangan udara yang dilakukan AS di Irak berhubungan dengan politik dalam negeri AS. Dia menduga Presiden Trump mencari dukungan masyarakat dengan melakukan serangan di Irak atas nama melindungi masyarakat AS dari luar.


Yon mengatakan, sebenarnya posisi AS akan menarik diri dari konflik yang terjadi di Timur Tengah. Tapi serangan udara AS di Baghdad akan menjadi pemicu sekaligus mendorong keterlibatan AS di Irak. Serangan ini nampaknya dipengaruhi politik di dalam negeri AS. "Posisi Presiden Trump mulai terancam, kemudian mencari simpati dengan melakukan intervensi ke Timur Tengah, ini saya kira untuk menarik perhatian dan dukungan kelompok tertentu di AS agar bisa memberikan dukungan ke Trump," kata Yon, Jumat (3/1).


Ia menerangkan, Presiden Trump yang memerintahkan melakukan serangan udara sedang menghadapi waktu menjelang pemilihan umum. Jadi serangan ini erat kaitannya dengan politik dalam negeri AS. Menurutnya, Presiden Trump ingin mengajak melihat adanya ancaman dari luar yang akan mengancam AS. Sehingga AS perlu melakukan berbagai macam intervensi dan serangan di luar.


"Serangan ini sebagai justifikasi bahwa itu dilakukan demi untuk menjaga keamanan AS dan rakyat AS dari luar, sehingga mereka melakukan serangan di luar AS dalam posisi semacam itu," ujarnya.


Ketika AS melakukan serangan udara di Baghdad, Komandan Pasukan Quds Iran, Jenderal Qassem Soleimani terbunuh di Bandara Internasional Baghdad, Irak pada Jumat (3/1). Yon juga menilai serangan yang menewaskan sang jenderal menjadi sinyal perang AS terhadap Iran secara tidak langsung.(rep)

Akses RadarPekanbaru.Com Via Mobile m.RadarPekanbaru.rom
Berita Terkait Index »
Tulis Komentar Index »