• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2133 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4474 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4491 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4449 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4555 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Berpikir Kritis atau Berpikir Kreatif? Pilih Mana?

Redaksi Radarpku

Selasa, 17 Juli 2018 11:21:05 WIB
Cetak
Berpikir Kritis atau Berpikir Kreatif? Pilih Mana?

RADARPEKANBARU.COM.Berpikir dalam KBBI didefinisikan sebagai menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu, atau menimbang-nimbang dalam ingatan. Berpikir banyak macamnya, di antaranya memiliki makna yang saling bertolak belakang.

Misalnya antara berpikir subjektif (menurut pandangan/ perasaan sendiri) dengan berpikir objektif (menurut keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi). Atau berpikir deduktif (menyimpulkan dari yang umum ke yang khusus) dengan berpikir induktif (menyimpulkan berdasarkan keadaan yang khusus untuk diperlakukan secara umum).

Berpikir realistik dengan berpikir autestik. Berpikir rasional dengan berpikir irrasional. Berpikir logis dengan berpikir emosional. Berpikir ilmiah dengan berpikir alamiah. Berpikir sistematis dengan berpikir acak. Berpikir analisis dengan berpikir sintesis. Lantas bagaimana dengan berpikir kritis?

Apa yang menjadi lawannya? Berpikir kritis adalah seni menganalisis gagasan berdasarkan penalaran logis. Ada proses analisis dan evaluasi yang menyertainya. Sikap tidak kritis bisa jadi muncul karena apatis, skeptis, atau karena taklid buta. Hanya saja berpikir apatis, skeptis, apalagi taklid buta seringkali tidak butuh benar-benar berpikir.

Tidak perlu banyak pertimbangan, apalagi mengedepankan akal budi. Karenanya berpikir kritis jarang ‘dibenturkan’ dengan ketiga hal ini. Dalam berbagai literatur, ‘lawan’ dari berpikir kritis adalah berpikir kreatif. Hal ini didasarkan pada karakteristiknya yang saling berseberangan.

Berpikir kritis dicirikan sebagai berpikir analisis, konvergen, vertical, fokus, dan objektif dengan mengoptimalkan otak kiri. Sementara berpikir kreatif memiliki karakteristik generatif, divergen, lateral, menyebar, dan subjektif dengan mengoptimalkan otak kanan.

Lalu mana yang lebih baik? Berpikir kritis atau berpikir kreatif?

Berpikir kreatif adalah seni menghubungkan informasi menjadi gagasan baru. Gagasan spektakuler adalah buah dari berpikir kreatif. Bagi yang menggunakan referensi taksonomi Bloom, berpikir kreatif ini ada di level yang lebih tinggi dari berpikir kritis. Dimensi proses kognitif secara berurut dimulai dari remembering (mengingat), understanding (memahami), applying (mengaplikasikan), analyzing (menganalisis), evaluating (mengevaluasi), hingga creating (membuat/ menciptakan).

Berpikir kritis ada di level menganalisis dan mengevaluasi, sementara berpikir kreatif ada di level membuat dan menciptakan. Lalu apakah artinya untuk dapat berpikir kreatif, seseorang harus mampu berpikir kritis terlebih dahulu?

Mungkinkah berpikir kritis dan berpikir kreatif dapat dilakukan secara simultan?

Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Sebagaimana setiap manusia pasti memiliki belahan otak sebelah kiri maupun kanan, antara berpikir kritis dengan berpikir kreatif seharusnya tidak perlu didikotomikan. Keduanya ada di dimensi yang berbeda. Justru harus digunakan secara simultan.

Misalnya dalam menulis sebuah buku, berpikir kreatif akan menghasilkan ide tulisan. Namun ide-ide tersebut harus ditata dalam sebuah outline atau gunung alur dengan berpikir kritis. Pemilihan diksi atau gaya bahasa lahir dari berpikir kreatif. Judul buku atau bab yang menarik pun hadir karena proses berpikir kreatif.

Hanya saja buku yang rapi dengan proses editing yang baik membutuhkan sentuhan berpikir kritis. Review buku perlu berpikir kritis, sementara membuat buku baru perlu diawali dengan berpikir kreatif. Semakin tampak jelas perbedaannya kan? Atau justru kian tampak ‘simbiosis mutualisme’ antara keduanya?

Berpikir kritis dan kreatif adalah dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Menghasilkan gagasan program inovatif butuh berpikir kreatif, namun merencanakannya secara detail termasuk menguji kelayakan gagasan tersebut perlu proses berpikir kritis. Kelincahan dalam mengelola dinamika organisasi butuh berpikir kreatif, sementara melakukan improvement (perbaikan) perlu berpikir kritis.

Untuk menghasilkan gagasan ideal yang dapat diimplementasikan dan terus dikembangkan, berpikir kritis dan kreatif keduanya perlu untuk dilakukan secara simultan. Dan simultan disini sangatlah realistis, bukan utopis. Misalnya, bagaimana judul dan setiap paragraf dalam tulisan ini diawali dengan kata ‘berpikir’ dan diakhiri dengan dua pertanyaan membutuhkan proses berpikir kritis sekaligus kreatif.

Menarik bukan? Jadi, pilih mana, berpikir kritis atau berpikir kreatif? “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imron: 190-191)(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:52:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:32:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
08 Oktober 2026
Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
08 Oktober 2026
Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
08 Oktober 2026
Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
08 Oktober 2026
PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
08 Oktober 2026
Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
08 Oktober 2026
BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak
07 Oktober 2026
Sudah Dua Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru Akibat Kabut Asap
07 Oktober 2026
Dishub Pekanbaru Tertibkan Jukir di Indomaret Awal Bros, Kembali Lagi Bakal Diproses Polisi
07 Oktober 2026
Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
07 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 2 Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
  • 3 Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
  • 4 Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
  • 5 PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
  • 6 Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
  • 7 BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com