• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2133 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4474 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4491 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4449 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4555 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Enggan Menjadi Beban

Redaksi Radarpku

Kamis, 05 Juli 2018 10:01:45 WIB
Cetak
Enggan Menjadi Beban

RADARPEKANBARU.COM.Betapa pemurahnya hati Sa’ad bin Arrabil al-Lausary, seorang hartawan di Madinah. Semenjak kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan kaum Anshar yang baru datang dari Makkah, Sa’ad sebagai orang Anshar dipersaudarakan Rasulullah SAW dengan Abdurrahman bin Auf.

 

Saudara seimannya itu benar-benar ia anggap layaknya saudara kandung. “Wahai Abdurrahman, hartaku akan kubagi dua, separuhnya untukmu. Aku juga ada beberapa orang istri.

 

Pilihlah olehmu mana yang kamu sukai, nanti akan kuceraikan dan kamu bisa menikahinya,” ungkap Sa’ad kepada Abdurrahman seperti dikisahkan dalam kitab Bidayah Wan Nihayah karya Ibnu Katsir.

 

Lantas, bagaimana reaksi Abdurrah man bin Auf mendapat tawaran luar biasa itu? Secara umum, para sahabat yang ikut hijrah bersama Rasulullah ke Madinah berada dalam kondisi ekonomi sangat lemah. Banyak di antara mereka yang hanya memiliki seutas baju di badan. Jangankan tempat tinggal, ma kanan untuk dimakan pun tiada.

 

Namun, kondisi itu tidak membuat mereka menjadi manja dan lantas bergantung pada orang lain. Seperti halnya Abdurrahman bin Auf. Perjalanannya hijrah ke Madinah benar-benar dalam kondisi tertindas. Kendati demikian, tawaran Sa’ad ditolaknya secara halus. Walau ia dan Sa’ad sudah menjadi saudara, ia tidak lantas menggantungkan hidup kepada Sa’ad.

 

“Semoga Allah memberkahi keluarga dan hartamu, wahai Sa’ad. Cukup tunjukkan saja padaku di mana lokasi pasar dan pusat perdagangan di Madinah ini,” tutur Abdurrahman menjawab tawaran Sa’ad.

 

Saudaranya itu pun menunjukkan sebuah Pasar Bani Qainuqa yang ada di Madinah. Semenjak itu, Abdurrahman merintis usaha barunya dengan berjualan jubna (keju) dan minyak samin. Sedikit demi sedikit ia kumpulkan keuntungan berjualannya. Hingga akhirnya, Abdurrahman pun menjelma menjadi seorang saudagar kaya di Madinah.

 

Begitulah Abdurrahman bin Auf. Ia lebih suka berdikari dan mandiri tanpa membebani orang lain. Dengan kemandiriannya, Abdurrahman bin Auf dijuluki dengan Sahabat Bertangan Emas. Saking berlimpahnya rezeki Abdurrahman, diibaratkan, “Seandainya Abdurrahman membongkar sebongkah batu maka di bawahnya terdapat emas dan perak.

 

” Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang mau bekerja keras mencari nafkah dari yang halal. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu makanan yang baik daripada apa yang dihasilkan dari usahanya sendiri. Nabi Daud makan dari hasil usahanya sendiri.” (HR Bukhari). Allah SWT merahmati mereka yang kelelahan karena bekerja keras.

 

Bahkan, jika seseorang tertidur karena kelelahan disebabkan mencari rezeki yang halal, tidurnya akan dipenuhi dengan ampunan dari Allah SWT. (HR Imam Tabrani). Rasulullah SAW mengajarkan kita dengan kehidupan beliau yang mandiri. Sedari kecil, ia menggembala domba. Punya kakek dan paman dari pemuka kaum Quraisy tidak lantas mem buatnya bersandar pada orang lain. Seperti pepatah Arab yang masyhur, “Bu kanlah seorang fata (pemuda idam an) yang mengatakan ‘orang tua saya adalah si fulan’.

 

Tetapi, fata yang sebenarnya adalah mereka yang mengatakan, ‘inilah saya’.” Kemandirian seperti yang dicontohkan Abdurrahman bin Auf jarang sekali didapati di tengah-tengah masyarakat Muslim saat ini. Masih banyak dijumpai mereka yang bersandar secara ekonomi pada orang lain, bahkan pada dakwah Islam.

 

Tak sedikit para mubaligh yang meng gantungkan hidup dari amplop bercera mah. Banyak sekolah agama yang mengandalkan bantuan para do natur untuk terus eksis. Banyak pula kegiatankegiatan para remaja Muslim yang bertopang pada proposal bantuan dana.

 

Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, Umar bin Khattab, Abu Bakar as- Shiddiq, serta sahabat-sahabat lainnya ada lah contoh para dermawan yang mem biayai dakwah dari kantong mereka sendiri.

 

Ketika panggilan jihad datang, mereka berlomba-lomba mendanai jihad dari dana pribadi mereka. Tidak ada istilah pada zaman Rasulullah dan para sahabat mengajukan proposal bantuan dana kepada para donatur.

 

Justru, me reka sendirilah yang membiayai dakwah mereka. Mereka inilah yang menghidupkan jalan dakwah, bukan mencari hidup di jalan dakwah. Mereka mandiri secara fi nansial, kemudian membiayai dakwah mereka secara mandiri. Hal berbeda dengan sebahagian mubaligh yang ada saat ini. Bukankah, sehari setelah Abu Bakar as-Shiddiq diangkat menjadi khalifah (Amirul Mukminin) ia masih berdagang ke pasar? Bukti bahwa dalam dakwah tak ada peluang mencari hidup.

 

Ia mengajarkan, ialah yang harus membiayai dakwah, bukan dakwah yang membiayai kehidupannya. Sayangnya, para mubaligh tidak mempunyai bisnis sampingan sebagai ladang ma’isyah (mata pencarian) mereka. Kesibukan mereka di dunia dakwah telah menutup kesempatan mereka untuk mengambil jatah mereka di dunia.

 

Akhirnya, jadilah dunia dakwah sebagai ladang mendapatkan ma’isyah. Mereka digaji sangat rendah dari para karyawan kantoran. Tidak bisa tidak, seorang dai harus mempunyai bisnis sendiri sebagai ma’isyah-nya. Sebuah pondok pesantren dan sekolah agama harus mempunyai unit usaha sendiri untuk menjalankan roda pembangunan dan ekonominya. Dan, para remaja Muslim harus lebih kreatif menggelar berbagai kegiatan tanpa harus membuat proposal permohonan dana. Tunjukkan, sebagai umat Islam, berpantang untuk meminta-minta dan memberatkan orang lain.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah

Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:52:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kemandirian yang Dicontohkan Nabi

Rabu, 07 Oktober 2026 - 09:32:01 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
08 Oktober 2026
Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
08 Oktober 2026
Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
08 Oktober 2026
Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
08 Oktober 2026
PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
08 Oktober 2026
Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
08 Oktober 2026
BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak
07 Oktober 2026
Sudah Dua Pesawat Gagal Mendarat di Pekanbaru Akibat Kabut Asap
07 Oktober 2026
Dishub Pekanbaru Tertibkan Jukir di Indomaret Awal Bros, Kembali Lagi Bakal Diproses Polisi
07 Oktober 2026
Kemandirian yang Dicontohkan Nabi
07 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 3 Pesawat Sempat Holding di Langit Riau, Akhirnya Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru
  • 2 Hotspot Sumatra Melonjak 4.845 Titik, Riau Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
  • 3 Lezatnya Hawa Nafsu yang Bersarang di Hati Bisa Menghalangi Hidayah Allah
  • 4 Mantan Sekda Kabupaten Masuk Pemko Pekanbaru, Eks Sekda Rohul Dilantik Jadi Sekretaris DPMPTSP
  • 5 PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran
  • 6 Tiga Tahun Genosida Gaza Rakyat Palestina Masih Butuh Dukungan Berkelanjutan
  • 7 BMKG Catat 4.806 Titik Panas Di Sumatera, Sumsel Terbanyak

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com