Cara Mengisi Hati dengan Nilai-Nilai Positif
RADARPEKANBARU.COM.Pakar Ilmu Tafsir dan Hukum Islam, Prof KH Ahsin Sakho Muhammad menerangkan, keimanan kepada Allah adalah hal yang paling mendasar dalam beragama. Hati adalah tempat bersemayamnya nilai-nilai seperti keimanan, ketaqwaan, rasa syukur, qana'ah, sabar, thuma'ninah, tawakkal dan lain sebagainya.
Ia menjelaskan, hati juga tempat bersemayamnya nilai nilai yang buruk seperti kufur, nifaq, takabur, hasud dan lain sebagainya. Jika hati seseorang bagus maka akan membuahkan perilaku yang bagus pula. Jika hati seseorang buruk makan akan membuahkan perilaku yang buruk.
"Demikian pentingnya hati sehingga perlu mendapat perhatian yang ekstra, salah satu di antara cara untuk mengisi hati dengan nilai-nilai positif adalah dengan itikaf," kata Prof KH Ahsin kepada Republika.co.id, Rabu (13/6). Ia menerangkan, itikaf adalah berdiam diri di satu tempat dalam rangka beribadah kepada Allah.
Secara substantif, itikaf adalah upaya seseorang untuk mengkonsentrasikan diri hanya kepada Allah dan memutuskan sementara hubungannya dengan selain Allah. Gunanya iktikaf agar hatinya diisi dan dipenuhi dengan nilai-nilai yang positif dan menjauhi dari nilai-nilai negatif.
Salah satu caranya adalah dengan zikir qalby seperti merenungkan tentang Allah, sifat-sifat-Nya dan kekuasaan-Nya. "Juga merenungkan tentang kematian dan kehidupan setelahnya, sambil merenung, orang yang itikaf berzikir dengan lisannya, seperti membaca Alquran, wirid-wirid atau melaksanakan shalat sunah dan lain-lain," ujarnya.
Prof KH Ahsin mengatakan, cara perenungan dalam rangka ibadah sudah pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad pada masa jahilyah. Ketika beliau ber-tahannuts atau menyendiri untuk beribadah di Gua Hira sebelum diangkat menjadi nabi. Juga seperti Nabi Musa ketika ber-tahannuts di Gunung Sinai selama 40 hari sampai akhirnya mendapatkan pencerahan jiwa melalui wahyu atau pembicaraan secara langsung dengan Allah dari belakang tabir.
Dalam konteks kehidupan para sufi, mereka justru menemukan kenikmatan dan kenyamanan ketika mereka hidup bersama Allah dengan berkhalwat atau beruzlah. "Yaitu hidup menyendiri untuk merenung, mengevaluasi diri, membersihkan jiwa dari kekotoran dan mengisinya dengan nilai-nilai yang mulia, hidup berkhalwat seperti ini sekali waktu diperlukan agar seorang tidak disibukkan oleh urusan dunia sehingga ada keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat," katanya.(rep)
Udara di Pelalawan Kurang Sehat, Siswa Wajib Pakai Masker, Aktivitas Luar Ruangan Dibatasi
RADARPEKANBARU.COM - Dinas Pendidikan Pelalawan bata.
Polda Riau Kerahkan 5 Ahli Bongkar Karhutla di HGU PT TKWL
RADARPEKANBARU.COM - Polda Riau melibatkan lima ahli.
Dekatkan Layanan Publik,Agung Bikin Gebrakan Buka Akses Perizinan Hingga Tingkat Kecamatan
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.
Polda Riau Geledah RSD Madani, 323 Dokumen Dugaan Korupsi Disita
RADARPEKANBARU.COM - Penyidik Subdit III Tipidkor Di.
Seragam Gratis, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Pertimbangkan Pemberian Tas dan Sepatu Gratis
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanba.








