• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2089 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4434 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4447 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4391 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4510 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Membabi Buta

Redaksi Radarpku

Rabu, 21 Maret 2018 08:12:24 WIB
Cetak
Membabi Buta

RADARPEKANBARU.COM. - Sejak lama kita dengar istilah "membabi buta". Namun, belum tentu tahu dari mana asal mulanya. Teringat, semasa kecil dulu sering menderes ke hutan dan tidur di ladang menjaga tanaman. Selain binatang buas, yang paling ditakuti adalah babi. Bukan karena ia memangsa orang. Namun, jika jumpa berhadapan, babi akan menubruk apa saja.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ada kata membabi dan membabi buta. Kata pertama artinya bertingkah seperti babi dan yang kedua melakukan sesuatu secara nekat, tidak peduli apa-apa lagi. Keduanya memiliki kedekatan makna, yakni perilaku menyamai babi, yakni jorok dan tak peduli risiko yang dihadapinya. Sejujurnya, rihlah ilmiah ke Malaysia akhir Januari lalu menyibak tabir ketidaktahuan itu. Bermula dari pakar Mikro Biologi Universitas Malang, Prof Muhammad Amin yang mengupas gerakan LBGT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Hal ini berkaitan dengan gempuran konspirasi global yang sistematis dan masif untuk merusak adab anak-anak kita.

Berdasarkan kajian ilmiahnya, ada tiga poin yang wajib dipahami orang tua, masyarakat, dan pemerintah, yakni; Pertama, perilaku LGBT bukan naluriah dan fitrah. Manusia dilahirkan berpasangan dan secara naluri hanya senang kepada pasangannya (QS 3:14, 36:36). Alquran menyebut homoseks sebagai faahisyah, yakni perbuatan keji yang wajib dijauhi (QS 16:90).

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menegaskan bahwa binatang saja yang tidak berakal tak mau kawin sejenis. Justru manusia yang berakal melakukan dengan bangga, sebagaimana kaum Nabi Luth. Dunia memang sudah terbalik (QS 7:80- 81).

Kedua, perilaku LGBT bukan bawaan genetik, melain kan penyakit dan peyimpangan serta gangguan kejiwaan. Jika anak lelaki sering bermain dengan perempuan, hormon kelelakiannya tidak tumbuh normal. Begitu pun sebaliknya, anak perempuan biasa bermain dengan lelaki, hormon kewanitaannya tidak berkembang baik. Majelis Ulama Indonesia pun mengeluarkan Fatwa Nomor 57 Tahun 2014 yang mengharamkan dan termasuk penyimpangan serta kejahatan yang mesti mendapat hukuman.

Ketiga, perilaku LGBT bisa disembuhkan. Setiap penyakit ada obatnya dengan pertolongan Allah SWT. Hanya diperlukan kesadaran, kemauan, dan kesabaran untuk pulih, baik secara medis, pskologis, sosial, maupun spiritual. Pelakunya harus disembuhkan, tetapi gerakannya harus dipidanakan. Nabi SAW telah mengantisipasinya, agar orang tua memisahkan anak-anaknya di tempat tidur pada usia 10 tahun. Jangan sampai mereka tidur sekamar atau sekasur sebab bisa menjadi bibit munculnya penyimpangan (HR Abu Daud).

Ustaz Abdul Somad juga pernah menyampaikan bahwa binatang tidak mau kawin sesama jenis, kecuali babi. Jika ada manusia yang melakukannya, itu sama saja dengan babi. Prof Amin pun menguatkan, ketika birahinya memuncak, ia tidak pandang bulu, mana jantan atau betina. Bahkan, babi mau makan kotorannya sendiri. Barulah saya mengerti makna "membabi buta", yakni manusia yang tak mengggunakan mata, telinga, pikiran, dan hati lagi sehingga lebih hina dari binatang (QS 7:179).

Sekarang kita sedang melawan kampanye LGBT dengan isu hak asasi manusia (HAM). Hingga 2017, sudah tercatat 26 negara yang melegalkan perkawinan sesama jenis. Akankah negeri tercinta Indonesia menjadi negara berikutnya? Naudzubillahi min dzalik. Allahu a'lam bishawab.(rep)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Selasa, 06 Oktober 2026 - 10:20:27 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Senin, 05 Oktober 2026 - 08:32:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pahala shalat di Masjidil Haram.

Dakwatuna

Tujuan Awan Bukanlah Hujan, Khusyuknya Ibadah akan Percuma tanpa Akhlak yang Berubah

Sabtu, 03 Oktober 2026 - 09:51:15 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Mengapa Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?

Jumat, 02 Oktober 2026 - 10:18:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba

Kamis, 01 Oktober 2026 - 11:27:41 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang ad.

Dakwatuna

Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati

Rabu, 30 September 2026 - 06:15:05 WIB

Rasulullah SAW menjelaskan perbedaan nasib.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
06 Oktober 2026
KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
06 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
06 Oktober 2026
Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
06 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Memburuk, Disdik Terapkan Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ
06 Oktober 2026
Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia
06 Oktober 2026
PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah
05 Oktober 2026
Babak Baru Polda Riau: Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli
05 Oktober 2026
Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
05 Oktober 2026
Pahala Shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
05 Oktober 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Hingga Oktober, Kasus DBD di Pekanbaru Tercatat 745 Kasus
  • 2 KPK Apresiasi Putusan Banding Abdul Wahid: Jangan Sampai Modus Serupa Terulang
  • 3 Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Akhir dan Awal Tahun, Ada BSU Rp300 Ribu Hingga Insentif Pajak
  • 4 Manusia Membenci Kematian, Padahal Semua akan Mengalaminya?
  • 5 Kualitas Udara Kembali Memburuk, Disdik Terapkan Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ
  • 6 Prabowo dan Presiden FIFA Diskusi Soal Masa Depan Sepak Bola Indonesia
  • 7 PSPS Pekanbaru Taklukkan Kabau Sirah

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com