• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1980 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4316 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4325 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4271 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4392 Kali

  • Home
  • Pendidikan

Ironi Negri Kaya, Inilah Kondisi Sekolah Di Desa Batu Sasak Riau Dalam Kondisi Menyedihkan

Redaksi Radarpku

Rabu, 15 November 2017 20:43:48 WIB
Cetak
Ironi Negri Kaya, Inilah Kondisi Sekolah Di Desa Batu Sasak Riau Dalam Kondisi Menyedihkan
Anak sekolah Marjinal desa Batu Sasak, kirim pesan untuk presiden (11/11/2017)

RADARPEKANBARU.COM- Kakinya penuh lumpur saat memasuki sebuah bangunan papan 2 pintu yang terletak sejajar menghadap kebahagian utara, didalam bangunan 4 x 5 meter tersebut tampak seorang wanita muda sesekali berteriak memanggil dengan lantang, berharap bocah-bocah yang tadinya asik bermain dengan belalang rumput agar segera masuk dan mengisi kursi yang tidak lagi berdiri kokoh karena rapuh dimakan usia.

Namanya adalah Arosel atau yang akrab disapa Rosel. ibu muda dari 2 orang anak yang masih balita tersebut harus berpacu dengan waktu agar sampai sekolah tepat waktu, anak-anaknya yang masih kecil harus ia tinggalkan dirumah demi memastikan belasan anak disekolah yang ia didik bisa terjamin masa depannya.

Arosel  mengabdikan dirinya tidak hanya sebagai pengajar, tapi melainkan pendidik. Ia mewakafkan dirinya dengan segala ilmu yang ia miliki, sebab ia sadar bahwa mendidik itu tidak cukup hanya menjadi seorang guru melainkan ia harus menjadi seorang ibu disekolah tersebut

Meskipun banyak pasang mata yang melihatnya setiap hari menapaki lelumpuran jalanan menuju gubuk tempatnya bertandang, tapi banyak yang tidak tau bahwa kandang tempatnya bertandang  tersebut adalah tempat 15-an bocah-bocah kecil menuntut ilmu agar bisa cerdas seperti anak-anak lainnya diperkotaan.

Saat wartawan menghampiri Arosel, saat itu ia sedang mengajar Matematika dihadapan belasan murid yang duduk saling berdempetan. kami melihat dengan jelas sebahagian  anak-anak tersebut harus duduk diatas lantai tanah, karena kursi yang mereka duduki tidak cukup menampung jumlah mereka.

Tidak hanya kursi, meja-meja bolongpun turut menghiasi sekolah ini, meja yang ada diruangan tersebut hanya 4 yang layak digunakan, selain itu Arosel  yang menjadi pengajarpun harus pandai memainkan tangan saat menulis dipapan tulis, karena dibahagian kiri papan tulis itu hanya tinggal setengah akibat rapuh dimakan usia. Sangat miris melihatnya, namun inilah kondisi sekolah tersebut.

Saat kami mewawancarai Arosel, raut wajahnya sedikit bingung dan gugup, sesekali wanita berjilbab ini menutup mulutnya saat bicara dan bahkan berkali-kali menunduk dan tidak berani menatap mata kami, kami tidak tahu kenapa ia malu, apakah karena kakinya penuh lumpur seperti anak didiknya yang juga berlumpuran dan tidak memakai sendal karena hari hujan, atau ia tidak terbiasa menghadapi orang baru sebab menurut masyarakat disana jarang sekali orang baru ataupun pemerintah datang kesana walau hanya sekedar melihat-lihat sekolah tersebut, namun karena kami membawa salah satu tokoh masyarakat disana, akhirnya Arosel pun tampak mulai membuka diri.

Kami bertanya tentang seputaran sekolah tersebut, kami mencoba menggali lebih dalam tentang kondisi yang harus ia tempuh saat harus menjadi tenaga pendidik disekolah yang ia besarkan tersebut.

Saat itu Arosel menceritakan bahwa sekolah ini adalah sekolah MARJINAL yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat setempat, sekolah tersebut sebenarnya dikhususkan untuk anak-anak yang berada diwilayah dusun Sialang Harapan desa Batu Sasak kecamatan Kampar Kiri Hulu, kabupaten Kampar, karena akses yang jauh dan jalan yang tidak layak  menuju desa Batu Sasak, akhirnya masyarakat secara swadaya membangun sekolah tersebut untuk membantu anak-anak yang jauh dari sekolah induk SD 010 desa Batu Sasak.

Selain Arosel, disekolah tersebut  ia dibantu oleh salah seorang temannya bernama Asmawati yang setiap hari menemaninya mengajar disekolah tersebut, sama halnya dengan Arosel, Asmawati yang  juga memiliki 2 orang anak, setiap hari harus berjibaku berjalan kaki menuju sekolah MARJINAL tersebut

Subuh-subuh Arosel dan Asmawati harus menjadi ibu rumah tangga guna menjamin keperluan sang suami dan anak-anak tercintanya, saat matahari menyinsing kemudian ia menjelma sebagai guru yang akan menjamin belasan anak didiknya mendapatkan pendidikan yang layak disekolah.

Namun sayangnya semangat Arosel dan Asmawati tidak membuat pemerintah memperhatikan mereka, menurut Arosel sekolah yang dibangun pada tahun 2013 yang lalu tersebut  hingga kini tidak tersentuh pembangunan dari pemerintah, gedung yang berukuran  4×10 meter persegi ini dibagi menjadi 2 lokal, setiap lokalnya diisi oleh 10-15 orang murid yang dibimbing oleh satu orang guru.

Selain itu sekolah tanpa papan nama ini berdiri kokoh diatas tanah masyarakat yang sampai sejauh ini masih berstatus pinjaman, sehingga tidak menutup kemungkinan sekolah tersebut sewaktu-waktu bisa diambil kembali oleh pemilik tanah. Dan cita-citanya untuk menjadikan anak didiknya sukses pupuslah sudah.

Saban hari Arosel dan Asmawati selalu mengajar tanpa pamrih, meskipun mendapatkan upah  dari pemerintah, upah tersebut tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhannya, sebab harga bahan pokok disana tidaklah sama dengan desa-desa yang berada diseputaran kecamatan induk, sebab kalau hari hujan, akses menuju desa mereka terputus dan harga sembakopun melambung 2 hingga 3 kali lipat.

Saat ini Arosel dan Asmawati hanya berharap agar pemerintah bisa fokus dengan sarana pendidikan yang saat ini ditempuh oleh anak-anak didiknya, ia tidak berharap banyak selain bangunan sekolah, meja, bangku dan buku untuk anak-anak didiknya.

“Kami ingin anak didik kami bisa merasakan pendidikan yang  sama dengan anak sekolah lainnya, kami ingin mereka mendapatkan kesempatan yang sama, perhatian yang tidak berbeda dan senyum  serupa dengan anak-anak lainnya diindonesia” tutupnya. (*)

Sumber : riaubertuah.id


BERITA LAINNYA +INDEKS
Pendidikan

Penutupan MTABS SMA Islam Al Azhar 24 Cigombong Meriah, Tokoh Agama hingga Aparat Hadir

Ahad, 16 Agustus 2026 - 22:30:00 WIB

Radarpekanbaru.com - Rangkaian Masa Ta'aruf Al Azhar.

Pendidikan

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan

Ahad, 17 Mei 2026 - 13:26:51 WIB

Tapung Hulu, Riau — Perkembangan dunia industri dan persaingan kerja yang semakin ketat menuntu.

Pendidikan

SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik

Ahad, 17 Mei 2026 - 03:46:36 WIB

Kampar - SMAS Adven Pasir Putih resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPD.

Pendidikan

PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa

Ahad, 17 Mei 2026 - 03:44:30 WIB

Kampar - SMAN 6 Tapung resmi mengumumkan pembukaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Aja.

Pendidikan

SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing

Ahad, 17 Mei 2026 - 03:41:00 WIB

Kampar - SMAN 2 Kampar Kiri resmi memulai tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru .

Pendidikan

Sambut Tahun Ajaran Baru, SMAN 1 Kampar Kiri Siapkan PPDB 2026/2027 dengan Semangat Melahirkan Generasi Masa Depan

Ahad, 17 Mei 2026 - 03:38:27 WIB

Kampar- SMAN 1 Kampar Kiri secara resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
30 September 2026
Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
30 September 2026
Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
30 September 2026
Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
30 September 2026
Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
30 September 2026
Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
30 September 2026
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
29 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
  • 2 Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
  • 3 Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
  • 4 Rasulullah Ungkap Perbedaan Nasib Ruh Orang Beriman dan Kafir Setelah Mati
  • 5 Indonesia Jawab Tuduhan Solomon dan Vanuatu soal HAM Papua
  • 6 Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
  • 7 Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com