Hadiri Hari Raya 6 di Kampar, Gubri: Kita Jadikan Sebagai Destinasi Pariwitasa Riau
RADARPEKANBARU.COM - Hari ini sebagian masyarakat di Kampar merayakan 'Hari Rayo Onam' (Hari Raya Enam), Ahad (3/7/2017). Hari Rayo Onam ini digelar setelah melakukan puasa sunah selama enam hari di bulan Syawal.
Puasa sunnah enam hari itu dilakukan sehari setelah memperingati hari raya Idul Fitri. Karena itulah dinamakan Hari Rayo Onam, dirayakan setelah berpuasa sunnah enam hari. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam.
Selain silaturahmi, perayaan Hari Rayo Onam ini diisi juga dengan takziah ke makam. Seperti dilakukan di Muara Uwai, acara Hari Raya Onam tahun ini dihadiri langsung Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, Ahad (2/7) pagi. Tampak juga hadir Bupati Kampar Aziz Zaenal dan Walikota Pekanbaru Firdaus, beserta ribuan masyarakat Muara Uwai.
Sebelum ziarah kubur, terlebih dahulu dilaksanakan takziah dan doa bersama oleh Imam Masjid Jamik Bangkinang. Doa digelar di depan Masjid, dimana terdapat makam para ninik mamak masyarakat Muara Uwai.
Usai berdoa dan ziarah kubur, masyarakat pun saling bersalaman antar sesama peziarah. Acara dilanjutkan dengan sarapan bersama di Rumah Tuo, yang tak jauh dari Masjid Jamik Bangkinang.
Berbagai makanan ciri khas Bangkinang, seperti, roti jala, lapek bugi, lemang tapai, lomang pasung, lontong soto dan jenis makanan lainnya dihidangkan.
Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, tradisi ziarah di Bangkinang ini tidak akan pernah habisnya. Dan harus terus dilanjutkan oleh seluruh masyarakat Bangkinang. Selain menyampaikan doa, tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kabupaten Kampar.
"Ziarah kubur ini sudah tradisi turun temurun dan perlu terus dilanjutkan. Selain berkumpul dengan keluarga juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Kampar, yang pulang kampung dari berbagai daerah. Bahkan ada juga warga Kampar yang dari Malaysia dan negara tetangga sengaja datang untuk menghadiri ziarah kubur, yang sekaligus menjadi hari raya enam di bangkinang," kata Gubri.
Pada kesempatan ini, Gubernur juga meminta izin kepada masyarakat Muara Uwai dan ninik mamak, untuk menjadikan tradisi ziarah kubur sebagai salah satu iven Pariwisata Riau. Gubri menilai dalam setiap kegiatan di Muara Uwai ini lebih dari seribu orang yang hadir. Dan bisa menjadi salah satu penarik wisatawan, terutama bagi negara tetangga.
"Acara yang sudah turun temurun ini akan kita jadikan sebagai destinasi pariwisata Riau. Insya Allah tahun depan kita akan mengundang tamu yang lebih banyak," kata Gubri.
Selain Gubernur Riau, juga hadir Walikota Pekanbaru Firdaus MT. Dan secara bersama orang nomor satu di Riau dan Kota Pekanbaru ini berziarah ke beberapa makam yang ada di desa Muara Uwai.
Dari pantauan di lapangan, mulai pukul 07.00 WIB, masyarakat dengan berpakaian muslim dan berselendang kain sruny, baik dari muara Uwai dan dari luar daerah, sudah mulai tampak memadati Masjid Jamik Bangkinang.(Adv)
SF Hariyanto Dorong PMI Riau Kembangkan Bank Darah
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau mendor.
Pelanggaran Meningkat, Satlantas Polresta Pekanbaru Edukasi dan Tertibkan Pengguna Motor
RADARPEKANBARU.COM - Personel Satlantas Polresta Pekanbaru menertibkan pengendar.
Kota Pekanbaru Kini Punya Perda Penyandang Disabilitas
RADARPEKANBARU.COM - Kota Pekanbaru kini telah memiliki Peraturan Daerah (Perda).
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
RADARPEKANBARU.COM - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra swa.
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
RADARPEKANBARU.COM - Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni m.
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.








