Pandangan Muhammadiyah Soal Isu Polarisasi
RADARPEKANBARU.COM - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir, menilai, polarisasi memang ada, tapi dengan sifat yang tidak masif. Ia merasa, polarisasi besar justru ada di persepsi masyarakat, sehingga mengusulkan ada proses pencairan.
"Itu dipersepsi yang memang paling berat sebetulnya, persepsi kita terpolarisasi, karena itu lebih baik saya mengajak ada proses ice breaker," kata Haedar di Pengkajian Ramadhan PP Muhammadiyah di UMJ, Senin (5/6).
Muhammadiyah, lanjut Haedar, dan kekuatan-kekuatan moderat akan memerankan fungsi jembatan agar polarisasi persepsi ini tidak jadi realitas masif. Sebab, ia meyakini ada kekuatan budaya dan alam pikiran moderat dari masyarakat Indonesia.
Haedar berpendapat, kekuatan itu akan menjadi dasar yang baik di daerah-daerah di Pulau Jawa maupun di luar Jawa. Tapi, ia mengingatkan, proses politik, sosial, ekonomi dan berbagai pengaruh yang masuk mengentalkan persepsi jadi serba rigit (kaku).
"Di situlah yang kemudia ada triger (pemicu), di situlah yang akan kita coba cairkan kembali, dengan keyakinan pada dasarnya masyarakat Indonesia itu moderat," ujar Headar.(rpblk)
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
RADARPEKANBARU.COM - .
Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan
RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.
Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta
RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.
Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah
RADARPEKANBARU.COM - .








