• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2660 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 5005 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5034 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4970 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5127 Kali

  • Home
  • Dakwatuna

Haedar: Jangan Sebarkan Virus Kecemasan yang Berlebihan dalam Mengkonstruksi Kegawatan Indonesia

Redaksi Radarpku

Selasa, 09 Mei 2017 11:32:40 WIB
Cetak
Haedar: Jangan Sebarkan Virus Kecemasan yang Berlebihan dalam Mengkonstruksi Kegawatan Indonesia
illustrasi Internet

RADARPEKANBARU.COM - Waham atau apa yang ada di pikiran itu sering membentuk keadaan. Sesuatu yang ringan tetapi dianggap berat akhirnya terasa berat. Ketika keadaan normal kita bilang abnormal, suasananya menjadi terasa di lura kewajaran. Masalah sedikit ketika kita anggap besar, benar-benar terasa besar. Maka, betapa penting menata atau mengkonstruksi pikiran agar tetap positif.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan akhir-akhir ini usai Pilkada DKI yang berjalan demokratis dan damai, masih juga dikembangkan pikiran atau pendapat-pendapat yang terasa gawat atau digawat-gawatkan. Kemenangan Anies-Sandi dianggap merebaknya radikalisme agama, intoleransi,  dan ancaman terhadap kebhinekaan. Malah dianggap mekarnya politik primordialisme atau SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

“Hal senada, dalam bentuk lain, Ahok-Djarot yang kalah secara demokratis dan keduanya sebenarnya sudah mengucapkan selamat kepada pemenang, digambarkan mewakili kebhinekaan, toleransi, moderat, dan rasionalitas. Maka ketika pasangan ini kalah, lalu muncul pandangan alarm atas keindonesiaan,” ucap Haedar, Senin (8/5).

Selain itu,  lanjut Haedar ada yang berpandangan adanya ancaman terhadap NKRI, karena ada gerakan kelompok Islam radikal maka dimungkinkan akan muncul reaksi balik dari kawasan Papua, NTT, dan lainnya. Lalu dimunculkan istilah kawan setia dan paling mendukung NKRI. Sebaliknya, tentu saja ada yang dianggap kurang atau tidak setia, serta tidak pro-NKRI.

Pikiran dan pandangan yang mengesankan situasi gawat  seperti itu justru dapat berpotensi menciptakan psikologi kegawatan dalam berbangsa dan bernegara saat ini.

“Jika pendalat-pendapat negatif seperti ini terus diproduksi, boleh jadi malah akan terjadi saling berhadapan atau dihadap-hadapkan antar dua pihak warga bangsa yang berbeda. Mayoritas versus minoritas. Pemeluk agama satu dengan peneluk agama lain. Antara satu etnik dengan etnik lain. Antara kelompok radikal satu dengan radikal lain,” ungkap Haedar.

Haedar menegaskan, mau sampai kapan? Kita sadar terdapat sejumlah masalah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Termasuk masalah hubungan antar kelompok agama, etnik, kedaerahan, dan golongan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk.

“Ketika ada titik pemicu kadang muncul gesekan. Ditambah dengan kontestasi politik biasanya memunculkan gesekan keoentingan antarkelompok yang bertensi tinggi. Faktor agama juga sering bersenyawa dalam konflik kepentingan itu,” ucap Haedar.

Namun jika berpikir lebih jernih dan objektif, permasalahan yang berkembang masih bisa diatasi dan terus didialogkan untuk dicarikan solusi. “Pilkada DKI memang ada masalah yang berkaitan dengan relasi politik dengan sentimen agama dan etnik, tetapi faktornya tidak determinan dan satu-satunya. Masalah lain ikut memicu seperti faktor personalitas, kesenjangan sosial, dan lain-lain,” ucap Haedar.

Karenanya setiap ada peristiwa, kajilah secara seksama dan komprehensif agar tidak linier dan melahirkan pandangan dangkal. Lalu di sana terjadi politisasi dalam beragam bentuk, termasuk dramatisasi situasi. Dramatisasi itulah yang sering memicu masalah baru dan memperluas masalah, yang menimbulkan kepanikan maupun kesan suasana gawat, yang tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan yang faktual atau apa adanya.

Maka, lanjut Haedar hendaknya perlu dihentikan pikiran-pikiran yang cenderung menggawatkan atau mendramatisasi keadaan disertai pandangan yang ekstrem, provokatif, dan berlebihan. Kembalilah ke pandangan yang moderat, objektif, dan mengirim pesan damai serta positif. Masalah yang dihadapi dapat dikaji secara seksama dan dicarikan solusi bersama dalam suasana yang lebih normal.

“Bangsa ini telah melawati banyak rintangan dan masalah besar, sehingga memiliki modal sosial yang relatif mencukupi untuk melewati masalah-masalah baru. Masalah harus dihadapi, tetapi jangan termakan situasi. Jangan sebarkan virus kecemasan dan kewaspadaan yang berlebihan, yang menciptakan psikologi kegawatan melebihi kemestian. Di sinilah pentingnya kedewasaan, kearifan, kejujuran, dan kecerdasan para pemimpin negeri,” tutupnya.


BERITA LAINNYA +INDEKS
Dakwatuna

Mengenal Istilah Makar dalam Islam

Sabtu, 07 November 2026 - 09:05:14 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 - 08:56:53 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?

Jumat, 06 November 2026 - 09:29:49 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Dakwatuna

Harta dan Nasib Pemiliknya pada Hari Kiamat: Ada yang Terhina, Ada yang Dimuliakan

Rabu, 04 November 2026 - 06:18:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sesungguhnya Allah SWT menurunk.

Dakwatuna

Kehilangan Satu Waktu Sholat Diibaratkan Kehilangan Keluarga dan Harta

Selasa, 03 November 2026 - 04:58:48 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sholat merupakan kewajiban utam.

Dakwatuna

Jumadil Awal, Bulan Bersejarah Pernikahan Nabi Muhammad dan Sayyidah Khadijah

Senin, 02 November 2026 - 05:58:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
07 November 2026
Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
07 November 2026
PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
07 November 2026
Mengenal Istilah Makar dalam Islam
07 November 2026
Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
07 November 2026
Palestina dan Percaturan Imperium Global
07 November 2026
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Selidiki Akun TikTok Catut Nama Plt Gubernur Riau
  • 2 Soal Putusan PTUN Tentang HGB 133 Ruko di STC, Pemko Pekanbaru Segera Konsultasi ke Kemendagri
  • 3 PPPK Paruh Waktu Pemko Pekanbaru Segera Diusulkan Jadi Penuh Waktu
  • 4 Mengenal Istilah Makar dalam Islam
  • 5 Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional
  • 6 Palestina dan Percaturan Imperium Global
  • 7 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com