Pengusaha Travel Sumbar-Riau Naikkan Tarif Karena Longsor
RADARPEKANBARU.COM- Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Pekanbaru menyatakan pengusaha angkutan umum yang melayani rute Riau-Sumatera Barat merugi akibat bencana longsor yang terjadi sejak akhir pekan lalu.
"Pertama terjadi penurunan penumpang sekitar 20 hingga 40 persen. Kemudian kalaupun tetap jalan maka travel harus memutar lebih jauh lewat Kiliran Jao (Kuantan Singingi)," kata Ketua Organda Pekanbaru, Syaiful Alam di Pekanbaru, Senin (6/3).
Puluhan titik longsor terjadi di jalan lintas Sumatera Barat (Sumbar) ke Riau pada Jumat lalu (3/3) lalu menyusul tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir. Hingga hari ini petugas gabungan masih berusaha membersihkan material.
Selain itu, bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar juga menyebabkan arus lalu lintas kedua provinsi bertetangga menjadi terhambat.
Menurut Syaiful, titik-titik longsor yang saat ini terjadi di Sumbar merupakan jalur yang biasa digunakan oleh pengusaha angkutan umum.
"Sementara kita ketahui bahwa apabila ke Sumbar via Kiliran Jao sekitar 12 jam dari normal ," jelasnya.
Akibatnya, lanjut Syaiful, biaya yang dikeluarkan oleh pengusaha transportasi Riau-Sumbar menjadi lebih tinggi. Syaiful mengatakan pihaknya memberikan kewenangan kepada pengusaha angkutan untuk menaikkan harga tiket guna menutupi biaya yang dikeluarkan.
"Tapi kita imbau jangan terlalu tinggi menaikkan ongkosnya karena akan memberatkan masyarakat. Kalau terlalu tinggi, masyarakat enggan menggunakan travel jadi malah semakin rugi kan," tuturnya.
Syaiful mengatakan terdapat sekitar 15 perusahaan travel yang melayani Riau-Sumbar yang tergabung dalam Organda Pekanbaru. Hingga hari ini, ia mengatakan seluruh angkutan umum itu tidak ada yang berhenti beroperasi dan tetap melayani masyarakat.
Riau-Sumbar merupakan dua provinsi bertetangga yang memiliki hubungan ekonomi dan sosial yang erat. Jalur darat merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kedua provinsi tersebut.
Diberitakan sebelumnya lima orang ditemukan meninggal dunia akibat bencana longsor yang terjadi di lintas Sumbar-Riau. tepatnya di Nagari (desa adat) Koto Alam pada Jumat (3/3) pagi. (*)
Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
RADARPEKANBARU.COM - Ma.
11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
RADARPEKANBARU.COM - Personel Satuan Reserse Krimina.
Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
RADARPEKANBARU.COM - Dalam rangka menyambut Hari Ula.
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
RADARPEKANBARU.COM - Rencana pembangunan Flyover Sim.
Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
RADARPEKANBARU.COM - Momen kebersamaan Kapolda Riau .
PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang
RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan.








