Mafia Bermain Di Kuansing
Usaha Polisi Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Dihadang Puluhan Orang Bersenjata di Riau
RADARPEKANBARU.COM - Sekitar 80 orang tak dikenal dan bersenjata tajam menghadang personel Kepolisian Resor Kuantan Singingi saat akan melakukan penangkapan pelaku pembalakan liar di Kawasan Suaka Margastwa Bukit Rimbang Baling.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Rabu mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat sejumlah personel Polsek Singingi Hilir berusaha mendalami laporan aktivitas pembalakan liar di wilayah setempat.
"80-an orang bersepeda motor dan bersenjata tajam menghalangi dan mengancam petugas saat akan melakukan penangkapan," kata Guntur.
Bahkan salah seorang anggota Polisi hampir terluka akibat berusaha mengamankan barang bukti berupa mobil bermuatan kayu gelondongan hasil pembalakan liar.
Guntur menuturkan peristiwa yang terjadi medio November lalu berawal dari pengintaian personel Polsek Singingi Hilir bersama sekuriti RAPP terkait adanya aktivitas pembalakan liar.
Petugas mencurigai adanya truk-truk yang sering ke luar masuk membawa kayu dari Bukit Limbang Baling.
Saat dilakukan pengintaian pada malam hari, terlihat truk berukuran besar kedapatan sedang mengangkut kayu dari kawasan konservasi. Petugas yang sudah melakukan pengintaian langsung melakukan penangkapan.
Namun, karena kondisi gelap, sejumlah pelaku berhasil kabur. Sementara truk terperosok karena supir membanting stir dan kelebihan muatan.
"Dari penyergapan itu polisi hanya menangkap seorang supir berinisial Sp yang langsung dibawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan intensif," ujarnya.
Keesokan harinya, polisi kembali mendatangi tempat kejadian perkara dengan maksud mengamankan satu truk yang terperosok.
Pada saat itulah petugas dihadang puluhan massa tidak dikenal dengan membawa serta senjata tajam dan melakukan penghadangan.
Tidak ingin terjadi kericuhan, polisi meninggalkan lokasi dan meminta bantuan jajaran Polres Kuantan Singingi. Selang beberapa waktu kemudian, 60 personel Polres Kuantan Singingi bersenjata lengkap, sementara massa yang diduga dari Desa Kuntu, Kecamatan Lipat Kain, Kabupaten Kampar atau berbatasan langsung dengan TKP telah membubarkan diri.
Truk tersebut akhirnya berhasil diamankan petugas untuk dijadikan sebagai barang bukti.
Meski begitu, cukup disayangkan karena petugas hanya mengamankan seorang supir. Padahal dari pengungkapan tersebut polisi harusnya dapat membongkar mafia perambahan hutan yang lebih besar dibanding hanya supir.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Antara dari sejumlah warga setempat, keberadaan para pembalakan liar yang tanpa ampun merambah hutan berlangsung cukup lama dan masif.
Bahkan, sejumlah toke atau pemodal berkantong tebal mendirikan lokasi pengolahan kayu gelondongan diduga hasil pembalakan liar di kawasan tersebut secara bebas. Pembalakan liar di Riau menjadi musuh utama institusi Polri maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
ANT
Solusi Defisit Anggaran, Pemprov Riau Kolaborasi dengan Pabrik Kelapa Sawit Bangun Jalan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapat dukungan pembangunan infrastruktur jalan dari PT Juni.
Walikota Pekanbaru Pastikan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya
RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.
Ekspor Riau Tembus US$10,49 Miliar pada Semester I 2026
RADARPEKANBARU.COM - Kinerja ekspor Provinsi Riau se.
Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi
RADARPEKANBARU.COM - Manggala Agni Balai Penge.
204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek
RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 204 jalur akan berpacu.
17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan
RADARPEKANBARU.COM - Operasi Penambangan Emas Tanpa .








