• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1952 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4287 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4294 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4243 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4359 Kali

  • Home
  • Internasional

Seorang Petani Asal Riau , Suryono Jadi Pembicara Soal Perubahan Iklim Di Maroko

Redaksi Radarpku

Selasa, 08 November 2016 23:19:34 WIB
Cetak
Seorang Petani  Asal Riau , Suryono Jadi Pembicara Soal Perubahan Iklim Di Maroko
Seorang petani dari Provinsi Riau bernama Suryono menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Tingkat Tinggi PBB Perubahan Iklim atau COP-22 di Maroko

RADARPEKANBARU.COM- Seorang petani dari Provinsi Riau bernama Suryono menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Tingkat Tinggi PBB Perubahan Iklim atau COP-22 di Maroko, sebagai petani yang sukses karena beralih dari praktik pertanian yang mendegradasi lingkungan, menuju ke pengelolaan lahan hutan berkelanjutan.

"Perasaan saya sangat bangga karena petani kecil seperti saya, bisa didengar di luar negeri. Semoga apa yang saya lakukan bisa jadi contoh orang lain," kata Suryono ketika dihubungi wartawan via aplikasi telepon seluler, dari Pekanbaru, Selasa (9/10).

Ia menjelaskan, dirinya diundang menjadi salah satu pembicara dalam salah satu sesi KTT PBB COP-22 dengan topik "Putting People at the Centre - Climate Friendly Forest Based Livelihood", bertempat di Paviliun Indonesia, Bab Ighli Marrakesh, Maroko, pada pada Senin (7/11) pukul 16.00 waktu setempat. Ia berada di satu panggung bersama Amy Duchelle perwakilan dari CIFOR (Center for International Forestry Research), Sonya Dewi Koordinator Indonesia untuk ICRAF-CGIAR, dan Dr. Hadi Daryanto Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Cita-cita saya berbicara disini (forum dunia), agar menjadi inspirasi bagi petani lainnya, bahwa mengelola lahan dengan cocok tanam jauh lebih bermanfaat dibanding apa yang saya lakukan dulu," katanya.

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, tahun 1975 ini dinilai menjadi contoh petani yang berhasi melakukan mitigasi perubahan iklim dengan bertani holtikultura, menjadi informan titik api, dan turut andil menjaga lingkungan serta mencegah tejadinya kebakaran lahan dan hutan.

Suryono mengisahkan perjalan hidupnya yang beralih dari petani kelapa sawit menjadi menanam holtikultura. Dari kampung halamannya di Medan, ia merantau ke Dusun Sukajaya Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada tahun 2000 hingga sekarang. Di sana ia tinggal bersama istri dan tiga orang anak.

Pekerjaan awalnya sejak tahun 2000 adalah bercocok tanam kelapa sawit, di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak pada 2007. Suryono pada 2013 menyadari bahwa bertani hortikultura lebih menguntungkan ketimbang sawit. Ia mengambil keputusan nekat dengan menumbangkan seluruh tanaman sawit di kebun dua hektare miliknya, dan menggantinya dengan tanaman holtikultura.   

Beberapa jenis sayuran yang mulai ditanam Suryono antara lain kangkung, bayam, cabai, melon, semangka, kacang panjang, timun, pepaya, dan jagung. Banyak orang menduga dirinya sudah gila karena dalam benak masyarakat setempat, menanam sayuran tidak menguntungkan. Ia mengakui awalnya memang tidak mudah ketika masuk ke pasar tradisional, karena harus berhadapan dengan para tengkulak, yang sudah lama beroperasi untuk memasok komoditas tersebut dari Kota Pekanbaru.

Namun, kerja keras Suryono mulai membuahkan hasil setelah berjualan sekitar satu tahun, sehingga banyak petani yang mulai mengikuti langkahnya untuk menanam sayuran dan menjualnya langsung ke pasar.

Ketika menjadi petani sawit dengan lahan dua hektare, Suryono mampu meraih penghasilan maksimal sekitar Rp2 juta-Rp3 juta per bulan. Namun, kini dengan mengolah lahan setengah hektare untuk ditanami sayuran, ia berhasil meraup penghasilan sekitar Rp15 juta per bulan. Bahkan, pada lahan yang sama itu, Suryono bisa mempekerjakan sembilah orang warga setempat.

"Bercocok tanam sayur mayur, dan buah buahan bagi saya menyenangkan, selain menjaga kelestarian lingkungan juga mensejahterakan kehidupan saya," katanya.

Suryono mengatakan dirinya juga aktif dalam kegiatan Progam Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerahnya. Tujuan DMPA adalah praktik pertanian yang berjalan beriringan dengan konservasi lingkungan, meliputi hutan alam dan Hutan Tanaman Industri (HTI), termasuk pencegahan kebakaran hutan melalui peran aktif komunitas lokal.

Peran Suryono akhirnya diakui oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui penghargaan Adikarya Pangan Nusantara 2015, dan Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016. Keberhasilan Suryono kini dianggap menjadi inspirasi bagi petani lain, sehingga membawanya untuk menghadiri KTT PBB COP-22 di Marrakesh, Maroko, pada 7-18 November 2016. Forum COP-22 membahas pelaksanaan teknis dari Kesepakatan Paris COP-21, yang diselenggarakan tahun lalu.

"Saya memang petani kecil di Riau, tapi perubahan yang terjadi dalam hidup saya amatlah besar," pungkas Suryono. (ant)


 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 - 18:58:59 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Setelah 70 tahun mendamp.

Internasional

Koalisi Oposisi Israel Sepakat Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu

Senin, 28 September 2026 - 08:37:34 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Rakyat Palestina sedang Hadapi Perang Genosida

Sabtu, 26 September 2026 - 09:49:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye

Jumat, 25 September 2026 - 08:42:46 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jurnalis sekaligus calon gubern.

Internasional

Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar

Kamis, 24 September 2026 - 08:51:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Chile Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Rabu, 23 September 2026 - 08:13:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
30 September 2026
Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
29 September 2026
Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
29 September 2026
Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir
29 September 2026
Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong
29 September 2026
Riau Zero Karhutla, Tim Satgas Udara Tetap Siaga Penuh
28 September 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Skema Baru RLH, Tiap Kecamatan Dapat Lima Unit
28 September 2026
Kasus TBC di Pekanbaru Capai 3.605, Baru 68,2 Persen dari Target
28 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Novel Bamukmin Serukan Nobar Film G30S/PKI dan Gelar Doa Bersama
  • 2 Turun Rp18 per Kg, Harga TBS Sawit Swadaya Riau Jadi Rp3.866
  • 3 Perubahan APBD Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 Disepakati Rp 3,5 Triliun
  • 4 Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
  • 5 Gugatan Denny Indrayana Cs Kemungkinan Besar Ditolak
  • 6 Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir
  • 7 Ombudsman Pastikan Tak Kena Teror Usai Obok-obok Lapas Cibinong

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com