• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3548 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3533 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3502 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3580 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3523 Kali

  • Home
  • Riau

Tangkapan Besar dan Mantap, Inilah Tradisi Mancokau Ikan Lubuk Larangan Di Tanjung Belit Kampar Riau

Redaksi Radarpku

Senin, 29 Agustus 2016 16:12:37 WIB
Cetak
Tangkapan Besar dan Mantap, Inilah Tradisi Mancokau Ikan Lubuk Larangan Di Tanjung Belit Kampar Riau
Tradisi Tahunan, Mancokau (Tangkap) Ikan di Desa Tanjung Belit, Kampar Riau

RADARPEKANBARU.COM- Hanya sekali dalam setahun, warga Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar dapat menikmati sensasi menangkap ikan di lubuk larangan.

Kesempatan langka pada hari, Minggu (28/8/2016) itu seperti tidak disia-siakan. Ratusan warga yang datang dari pemukiman tumpah ruah memadati pinggiran Sungai Subayang, para wanita bersiap di tenda terpal menyiapkan bumbu dapur.

Sedangkan pria, mulai dari remaja hingga orang tua hilir mudik membawa berbagai jenis ikan, alhasil, lebih dari satu ton ikan berhasil dijaring hanya dalam waktu kurang lebih tiga jam.

Menurut Kepala Desa Tanjung Belit, Efri Desmi, tradisi unik ini pada awalnya berasal dari keputusan Ninik Mamak, atau para tetua pada tahun 1970an dengan tujuan untuk menjaga kelestarian sungai.

"Banyak nilai positifnya, sungai ini bisa kita jadikan aset desa, ajang tahunan ini juga dapat menjadi tempat untuk bersilaturahmi para penduduk," ujar Efri sambil menjelaskan bahwa sebelum memulai memanen ikan, terdapat serangkaian prosesi adat tertentu yang harus dilalui.

Pertama sekali, ustadz desa harus membacakan doa-doa khusus, setelah itu tiga orang tokoh adat menaiki sampan, yang paling depan adalah Datuk Godang, bagian tengah Datuk Majo, dan dikemudi atau yang paling belakang adalah Datuk Singo.

Yang pertama menjaring ikan adalah Datuk Godang, saat itu tidak ada satupun warga yang boleh menjaring ikan sebelum Datuk Godang mendapatkannya terlebih dahulu.

Setelah mendapatkan seekor ikan, ikan tersebut dipotong dua, pada bagian kepala dibuang ke darat oleh Datuk Godang lalu pada bagian ekor dibuang ke sungai oleh Datuk Singo.

“Orang dulu lebih mempercayai, yang di darat ada yang memiliki dan di sungai juga ada yang memiliki,” Ujar Efri.

Diceritakannya lagi, dahulu pelarangan mengambil ikan di lubuk larangan sifatnya hanya himbauan saja, siapa yang melanggar akan mendapatkan sanksi adat.

"Namun itu tidak aman, termasuk diri kita sendiri ada godaan untuk mengambilnya, jadi para tetua adat punya pemikiran, kita bacakan surat dalam Al quran, dan kita berdoa agar tidak ada yang mau mengambilnya, akhirnya tidak ada yang berani, mungkin Tuhan tidak mengizinkannya,” tambahnya.

Proses pengambilan ikan di Lubuk Larangan berlangsung dari jam 08.00 WIB hingga selesai sekitar jam 11.00 ikan-ikan yang didapat tersebut nantinya dibagi, agar ada semangat warga untuk menyumbang namun untuk ikan yang diatas satu kilogram akan dilelang.

"uang hasil lelang akan diberikan untuk pengembangan mesjid dan anak yatim, setelah itu bila ada lebih akan masuk ke kas pemuda dan kas PKK,” tambah Efri.

Ikan di lubuk larangan hanya boleh diambil sekali dalam setahun, biasanya dilakukan setelah Bulan Ramadhan, atau pada bulan Agustus maupun September, ketika musim kemarau saat air sungai surut.

Di desa tersebut ada dua lubuk larangan dan rencananya akan ditambah satu lagi untuk menambah kelestarian penghuni sungai.

"Disini ikannya bermacam-macam, ada ikan sengarek, patin, barau, belida dan gurami, kawasan ini kita jaga, bahkan kita setuju untuk tidak boleh melakukan pertambangan,” tutup kepala desa tersebut.

Dari pantauan dilapangan, panjang sungai pada lubuk larangan hanya sekitar 500 meter, namun ditempat tersebutlah ikan banyak berada karena kondisinya yang dalam dan tenang.

Selain dijaring, para pemuda juga menyelam bermodalkan kaca mata renang dan panah. Sekali menjaring warga dapat menarik tiga sampai enam ekor ikan berbagai ukuran.

Setelah semua proses penangkapan selesai. Ikan yang berukuran kecil dibagi berdasarkan banyaknya warga yang sudah mendaftar terlebih dahulu, untuk mendapatkan satu kantong plastik ikan, warga hanya membayar Rp 25 ribu.

Untuk ikan dengan berat diatas satu kilogram diadakan pelelangan hingga ratusan ribu rupiah per ekor nya, untuk seekor ikan sengarek seberat 6 kg lebih, warga bisa menawar hingga Rp 750 ribu.

Sementara itu Humas WWF Riau, Syamsidar mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kearifan lokal masyarakat setempat dalam memperhatikan keseimbangan ekosistem,

"Adanya lubuk larangan ini tentu berperan penting bagi sungai dan juga hutan sebagai pengatur fungsi tata air, hal seperti ini harus dijaga agar keberlangsungan ekosistim terus berlanjut,” Kata Syamsidar.

Ia menambahkan, acara ini juga dapat menjadi daya tarik eko wisata pada kawasan blok Hutan Rimbang Baling. (radarpku)


Sumber : Tribunnews
 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Solusi Defisit Anggaran, Pemprov Riau Kolaborasi dengan Pabrik Kelapa Sawit Bangun Jalan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:16:37 WIB

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapat dukungan pembangunan infrastruktur jalan dari PT Juni.

Riau

Walikota Pekanbaru Pastikan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:09:02 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Walikota Pekanbaru Agung Nugroh.

Riau

Ekspor Riau Tembus US$10,49 Miliar pada Semester I 2026

Kamis, 20 Agustus 2026 - 09:59:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kinerja ekspor Provinsi Riau se.

Riau

Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:04:22 WIB

RADARPEKANBARU.COM  - Manggala Agni Balai Penge.

Riau

204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:01:11 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 204 jalur akan berpacu.

Riau

17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:56:19 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Operasi Penambangan Emas Tanpa .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Solusi Defisit Anggaran, Pemprov Riau Kolaborasi dengan Pabrik Kelapa Sawit Bangun Jalan
20 Agustus 2026
Walikota Pekanbaru Pastikan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya
20 Agustus 2026
Ekspor Riau Tembus US$10,49 Miliar pada Semester I 2026
20 Agustus 2026
Ancaman bagi yang tidak Cebok setelah Buang Air Kecil
20 Agustus 2026
Korban Gempa NTT Capai 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi
20 Agustus 2026
Trump Kibarkan Bendera Perang Ekonomi Besar-besaran terhadap Iran
20 Agustus 2026
Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi
19 Agustus 2026
204 Jalur Berpacu di Tepian Narosa: Ada Maklumat Datuak Nan Barompek
19 Agustus 2026
17 Tersangka Diamankan, Polisi Tegaskan Komitmen Berantas PETI Berkesinambungan
19 Agustus 2026
Kisah Anak Kecil, Penyihir, dan Rahib Sekaligus 30 Hikmah Penting yang Patut Direnungkan
19 Agustus 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Solusi Defisit Anggaran, Pemprov Riau Kolaborasi dengan Pabrik Kelapa Sawit Bangun Jalan
  • 2 Walikota Pekanbaru Pastikan Tak Ada Lagi Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya
  • 3 Ekspor Riau Tembus US$10,49 Miliar pada Semester I 2026
  • 4 Ancaman bagi yang tidak Cebok setelah Buang Air Kecil
  • 5 Korban Gempa NTT Capai 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi
  • 6 Trump Kibarkan Bendera Perang Ekonomi Besar-besaran terhadap Iran
  • 7 Karhutla di Riau Belum Usai, Manggala Agni Kerahkan Tim ke Lima Lokasi

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com