• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3069 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3043 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3027 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3026 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3027 Kali

  • Home
  • Riau

Dugaan Korupsi

Jadi Misteri, Riau Kehilangan DBH PSDH Rp116 Miliar & Dana Reboisasi Rp679 Miliar

Redaksi Radarpku

Kamis, 11 Agustus 2016 17:20:29 WIB
Cetak
Jadi Misteri, Riau Kehilangan DBH PSDH Rp116 Miliar & Dana Reboisasi Rp679 Miliar
Hasi Hutan Perkebunan RAPP (ilustrasi)

RADARPEKANBARU.COM - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau bersama Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau dan Indonesian Corruption Watch melakukan kajian dan menemukan adanya kekurangan penerimaan daerah Provinsi Riau dari Pendapatan Provisi Sumber Daya Hutan mencapai Rp116 Miliar sepanjang 2010-2014
   
 "Temuan ini berdasarkan hasil perhitungan ptoduksi kayu dengan realisasi pendapatan bukan pajak yang tercatat dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKDP) setelah audit," kata Peneliti Fitra Riau, Triono Hadi di Pekanbaru, Kamis.
     
Dia mengatakan Dana Bagi Hasil PSDH sebagaimana yang tercatat dalam LKDP pemerintah daerah se Provinsi Riau tahun 2010-2014 adalah sebesar Rp717 Miliar. Sementara, kata dia, hasil perhitungan produksi kayu dari dinas kehutanan seharusnya penerimaan daerah seluruh provinsi dari PSDH mencapai Rp833 Miliar.
     
"Dengan demikian terdapat kehilangan sebesar Rp116 Miliar," ungkapnya.
     
Hasil kajian ini menurutnya menunjukkan pula bahwa selama ini kontribusi pendapatan dari sektor kehutanan terhadap pendapatan daerah sangat minim. Untuk bagian Provinsi Riau pendapatan dari sektor tersebut rata-rata pada 2010-2014 hanya 0,4 persen dari seluruh total pendapatan daerah.
     
"Sedangkan kontribusi untuk pendapatan daerah se-Provinsi Riau hanya berkontribusi 4-5 persen dari total 12 kabupaten/kota sepanjang 2010-2014," tambahnya.
     
Dikatakannya bahwa kekurangan penerimaan juga disebabkan keberagaman data yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah baik di tingkat daerah, pusat, dan lembaga statistik. Padahal pembagian DBH data produksi sangat menentukan berapa penerimaan negara serta menjadi instrumen pembagi ke daerah.
     
Salah satunya kajian ini juga menemukan perbedaan data realisasi produksi yang dikeluarkan dinas kehutanan dengan data yang tercantum dalam beberapa Rencana Kerja Tahunan perusahaan. Selain itu juga terdapat perbedaan produksi kayu dari hutan alam (rimba campuran) yang tarif pajaknya beda dengan kayu hutan tanaman industri.
     
Tidak hanya itu, hal aneh berdasarkan data juga ditemukan bahwa beberapa daerah justru lebih besar DBH PSDH dari yang semestinya diterima. Disamping terdapat juga daerah yang justru penerimaan dari PSDH yang tidak sesuai dengan data produksi yang diperoleh daerahnya.

Sementara itu kehilangan penerimaan Dana Bagi Hasil daerah Provinsi Riau dari Dana Reboisasi mencapai Rp679 Miliar sepanjang 2010-2014
 
Hasil perhitungan DR seharusnya  yang terima Pemerintah Daerah di Provinsi Riau sebesar Rp1,014 Triliun. Sementara realisasinya hanya Rp335 Miliar, terdapat kehilangan sebesar Rp679 Miliar.
 
DR sendiri merupakan DBH yang didapat akibat dari ekploitasi kayu alam oleh perusahaan yang diperoleh daerah kabupaten/kota penghasil dari pemerintah pusat setelah disetor perusahaan kehutanan.
     
Dalam kajiannya, tiga lembaga ini selain menemukan kekurangan penerimaan secara kamulatif menurutnya terdapat juga daerah yang semestinya mendapatkan DR tapi tidak mendapatkannya.
     
"Di Provinsi Riau terhadap 11 daerah yang menghasilkan kayu alam, berdasarkan LKDP hanya delapan kabupaten yang menerima DBH DR. Sementara tiga lainnya tidak mendapatkan yakni Kampar, Rokan Hulu dan Indragiri Hilir," ungkapnya.
     
Dia mengatakan besarnya potensi kekurangan penerimaan, maka pemerintah baik pusat maupun daerah harus memperbaiki tata kelola penerimaan dari sektor kehutanan. Penerimaan negara dari pengelolaan sumber daya alam yang selama ini minim, bahkan tidak sebanding dengan luasan serta kerusakan lingkungan.
     
"Hal ini agar dioptimalkan untuk membiayai pembangunan ke depan," sambungnya.
     
Oleh karena itu hal yang harus dilakukan menurutnya adalah pengelolaan pendapatan dari sektor kehutanan harus dilakukan secara transparan, penggunaan data akurat serta mempublikasikan informasi produksi kayu berdasarkan klasifikasi jenis kayu. Kemudianmengidentifikasi ruang-ruang yang berpotensi disalahgunakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
     
"Terakhir penegak hukum harus melakukan audit secara khusus penerimaan dari sektor kehutanan," ujarnya.


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:40:33 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Ma.

Riau

11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:33:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Personel Satuan Reserse Krimina.

Riau

Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:17:55 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dalam rangka menyambut Hari Ula.

Riau

Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:13:05 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Rencana pembangunan Flyover Sim.

Riau

Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:49:25 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Momen kebersamaan Kapolda Riau .

Riau

PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:28:36 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
24 Juli 2026
11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
24 Juli 2026
Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
24 Juli 2026
Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
24 Juli 2026
Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel
24 Juli 2026
Momen Kapolda Riau Dampingi Putra Ferdy Sambo Usai Dilantik Jadi Perwira Polri
23 Juli 2026
Islam Memandang Pelestarian Alam sebagai Upaya Menyelamatkan Nyawa Manusia
23 Juli 2026
PUPR Pekanbaru Gesa Normalisasi Drainase Awal Bross, Genangan Ditargetkan Berkurang
23 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Mahasiswa FBN Unri Ajarkan Public Speaking dan Kesadaran Keuangan di SMPN 37 Pekanbaru
  • 2 11 Tersangka, 22 Motor: Polisi Bongkar Komplotan Curanmor di Pekanbaru
  • 3 Demokrat Kampar Rayakan HUT ke-25 dengan Kemah dan Aksi Peduli Lingkungan di Sungai Subayang
  • 4 Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
  • 5 Begini Islam Mengajarkan Umat Mencintai Lingkungan dan Seluruh Makhluk
  • 6 Usut TPPU Febrie Adriansyah hingga Lingkaran Kekuasaan
  • 7 Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com