Harry Azhar Azis, Politikus yang Suka Melawan Pemerintah
RADARPEKANBARU.COM- Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis menjadi sorotan setelah namanya muncul dalam daftar klien Mossack Fonseca, firma hukum asal Panama yang dalam dua pekan terakhir menjadi perhatian dunia karena berkas internal mereka bocor ke publik.
Dalam bocoran dokumen yang dikenal dengan sebutan Panama Papers itu, Harry tercatat mendirikan Sheng Yue International Limited, perusahaan cangkang, di British Virgin Islands (BVI).
Banyak kalangan, dari pegiat transparansi pemerintahan, antikorupsi, hingga akademikus, mendesak Ketua BPK periode 2014-2019 ini mundur. Namun Harry malah menantang mereka yang menuntut orang tidak bersalah itu yang salah.
Sikap melawan pemerintah itu sudah menjadi kebiasaan Harry sejak duduk di bangku DPR. Dari awal terpilih, pria kelahiran Tanjung Pinang, 25 April 1956, itu selalu tidak jauh dari komisi yang membidangi keuangan negara. Komisi Keuangan dan Badan Anggaran jadi “makanan sehari-hari” suami Amanah Abdulkadi tersebut.
Anggota Partai Golkar itu pernah langsung mengkritik wewenang komisi rasuah. Sewaktu menjabat Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry menolak usulan penambahan kewenangan KPK dalam RUU Pencucian Uang, terutama dalam aturan pemberian laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Wewenang itu hanya ada pada dua lembaga, yakni kejaksaan dan kepolisian. Kalau diberikan kepada KPK, masyarakat akan semakin tidak percaya kepada dua institusi itu," ujarnya pada 25 Agustus 2010.
Dalam kesempatan lain, Harry, yang memiliki harta kekayaan Rp 9,9 miliar, menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Waktu itu, 1 Mei 2014, SBY baru saja memberikan pidato target ekonomi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan. Wakil Ketua Komisi Anggaran dari Partai Golkar, Harry Azhar Azis, mengatakan SBY tidak bisa memaksakan target pembangunan untuk tahun depan. "Dia tak bisa lagi ambisius. Pada 2015, dia sudah bukan lagi presiden," katanya.
Sebelum aktif di dunia politik, Harry pernah menjadi dosen di beberapa universitas. Antara lain Universitas Tarumanagara, Universitas UPN Veteran, dan Universitas Indonesia.(Tempo.co)
Syahrul Aidi Ingatkan Wartawan Tak Bergantung pada AI
PEKANBARU — Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (A.
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
PEKANBARU — Pengelolaan zakat di Provinsi Riau dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangka.
Reses di Kampar Utara, Ramli Minta Pemkab Gerak Cepat Tindak Lanjuti Aspirasi Warga
Radarpekanbaru.Com - Anggota DPRD Kabupaten Kampar D.
PAN Siak Awali HUT ke-28 dengan Peresmian Mushalla Al-Amanah
SIAK — Perayaan ulang tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Kabupaten Si.
Gibra Hazell Alvaro, Atlet Muda Riau Ukir Prestasi di Panggung Padel Internasional
PEKANBARU — Nama Gibra Hazell Alvaro menjadi salah satu atlet muda asal Riau y.
Fraksi PKB Inisiasi Ranperda Perlindungan Data Pribadi, Bapemperda DPRD Kampar Mulai Bahas Naskah Akademik
Radarpekanbaru.com - Komitmen Fraksi Partai Kebangki.








