• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 2515 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 2454 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 2482 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 2456 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 2462 Kali

  • Home
  • Riau

Senandung Kota Kembang

Akhir Pekan, Anggota DPRD Riau Bondong-Bondong Piknik Ke Kota Kembang.

Redaksi Radarpku

Sabtu, 12 Maret 2016 19:44:00 WIB
Cetak
Akhir Pekan, Anggota DPRD Riau Bondong-Bondong Piknik Ke Kota Kembang.
Ilustrasi - Senandung Kota Kembang

RADARPEKANBARU.COM - Dalam mengisi akhir pekan jelang pertengahan bulan ketiga tahun 2016 ini, anggota DPRD Riau berbondong-bondong keluar kota untuk piknik bersama, dengan kegiatan outbond di Kota Bandung.

Sejumlah anggota dewan yang dihubungi wartawan pada Jumat (11/3/2015) kemarin, mengaku sudah berada di Bandung, dan ada juga yang masih akan siap-siap berangkat, hingga Jumat sore kemaren.

Seperti biasanya, setiap hari Jumat di DPRD Riau selalu sepi. Sangat jarang sekali anggota dewan yang hadir. Pun demikian pada Jumat kemaren, yang tampak hadir hanya beberapa orang anggota dewan saja, di antaranya Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo, dan anggota Komisi C DPRD Riau, Ilyas HU.

Sunaryo saat dikonfiormasi hal tersebut mengakui saat ini anggota dewan tengah melakukan outbond yang diselenggarakan oleh sekretariat DPRD Riau. Kegiatan tersebut dikatakannya dilakukan selama dua hari, yakni hari Sabtu (12/3/2016) dan Minggu (13/3/2016).

“Semua anggota dewan berangkat untuk melaksanakan outbond, yang dilaksanakan selama dua hari. Tujuannya adalah untuk refreshing dan menjaga kebersamaan,” kata Sunaryo Jumat kemaren.

Ditanya tentang anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut, menurut Sunaryo kegiatan tersebut berasal dari anggaran sekretariat DPRD Riau, dan ia sendiri mengaku tidak tau persis anggarannya.

“Saya tidak tau anggarannya berapa, silahkan tanya Sekwan saja,” tutupnya.

Sekedar Tambahan Membuka Cakrawala Terkait Kota Kembang

Kota Kembang Bandung hampir menjadi kota metropilitan layaknya ibukota Jakarta. Gaya hidup styles  penduduk pribumi,kemudian  masyarakat pendatang, urban Bandung, sukses membentuk kebudayaaan baru kosmopolitan. Berbagai komunitas bergaya metroseksual, seperti gay, lesbian, homo, bahkan mereka yang sengaja datang ke bandung dengan profesi pekerja seks komersil (PSK) kian bertambah.

Masih Ingat Kontroversi di tahun 2007 ? Kasus lokalisasi Saritem sebenarnya merupakan program Walikota Bandung, Dada Rosada, yang ingin membuat kota Bandung menjadi kota agamis dan kota wisata rohani.Namun pada perkembangannya dikarenakan tidak ada upaya yang menyeluruh dan solusi yang tepat,maka keberadaan Lokalisasi itu masih tetap berjalan meskipun dengan cara sembunyi-sembunyi dan sedikit tertutup.

Hal itu dibenarkan juga oleh Walikota Bandung sekarang Ridwan Kamil,dalam sebuah kesempatan di bulan Juni 2014 yang lalu,ketika ditanya tentang tindak lanjut penganan lokalisasi dan penertiban kawasan pelacuran di kotanya,mengungkapkan akan semakin menggencarkan operasi pemberantasan serta razia terhadap bisnis esek-esek yang bernilai sangat komersial ini di kawasan yang ditenggarai sebagai Kawasan pelacuran yang ada di pemukiman maupun di jalanan bandung

Tempat Wisata Sex Saritem di Bandung sendiri, hanyalah salah satu lokalisasi yang paling senior di antara tempat-tempat mangkal para PSK di kota Bandung. Lokalisasi yang terselubung atau tempat mangkal PSK secara liar melebihi jumlah PSK yang terorganisir di Saritem. Ini dapat dilihat bagaimana pemandangan kota Bandung di malam hari yang gemerlap dan ramai sekali di segala pusat kota sampai ke pelosok daerah.

Meski Perda Kota Bandung tentang pelarangan lokalisasi pelacuran dikeluarkan, namun batas yang hanya bisa dijangkau dan diawasi hanya tempat mangkal PSK liar saja yang ditertibkan. Sebelum Perda itu muncul, kawasan Jalan Braga merupakan salah satu dari sekian banyak tempat mangkal PSK di kota Bandung. Mereka adalah para penjaja tubuh komersil yang berasal dari pinggiran kota Bandung atau dari luar kota Bandung - daerah Pantura.

Selama ini memang kawasan Jalan Braga sedang terus dibersihkan dari praktik pelacuran jalanan. Namun tantangannya adalah ada daerah lain masih tetap melakukan bisnis "daging hidup" itu. Hanya saja mereka lebih rapi dan tertib sehingga tidak terlalu mencolok.
Kota Kembang Bandung sebagai kota wisata tubuh hanya sisi lain dari aset pariwisata kota Bandung itu sendiri. Selain wisata belanja pakaian jadi dan kuliner. Wisata tubuh ini bukan fenomena baru di kota Bandung, karena kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Riau dan kota lain juga tak luput dari terdapatnya praktik sejenis yang sangat sulit dituntaskan.

Tempat "Wisata tubuh" di Bandung tidak hanya ada di pemukinan penduduk seperti Saritem saja, kawasan tempat kost-kost an,Panti pijat,Karaoke,penginapan hingga kampus ditenggarai di luar pagar sekolah juga cukup banyak. Akan tetapi, PSK di lingkungan ini tidak melakukannya secara masal dan diorganisir oleh satu broker, tetapi dilakukan oleh beragama komunitas. Artinya, ada yang melakukan praktik itu secara individu atau kelompok kecil yang dikelola oleh satu jaringan pemasaran. Ayam abu-abu (PSK berseragam Sekolah Lanjtan Tingkat Atas), misalnya, menjadi lahan yang berpotensi besar untuk mengakomodasi pasar para eksekutif atau mahasiswa di Bandung atau kota lain yang pelesiran ke Bandung.

Sama halnya dengan PSK yang berumur di atas remaja atau tua, ayam abu-abu juga banyak yang melakukannya per individu, sendiri-sendiri. Menurut beberapa user pemakai jasa mereka, mereka yang tidak menginduk pada satu jaringan pemasaran ayam abu-abu mengambil tempat mangkal di Mall-Mall atau Caffe.

Selain ayam abu-abu di pinggiran kota Bandung juga bermunculan ayam biru (PSK berseragam sekolah lanjutan tingkat pertama). Pada praktiknya, mereka memang tidak mengenakan seragam sekolah dalam menjalankan profesinya, terkecuali mereka yang berusaha dan memasarkan diri secara sendiri-sendiri.

Oleh karenanya, penampilan "ayam abu-abu" atau "ayam biru" ini tidak nampak sebagai PSK seperti kebanyakan pada umumnya,karena apabila dilihat dari postur tubuh mereka tidak nampak sebagai anak remaja atau "abg".

Menurut survei penulis, dari semua yang berprofesi sebagai PSK terselubung ini memiliki alasan yang beragam mengapa mereka melakukan praktik seks komersil.Secara umum dikategorikan menjadi dua alasan ekonomi. Pertama, kebutuhan hidup dasar; untuk makan dan kebutuhan hidup dasar lainnya. Kedua, kebutuhan gaya hidup metropolis; misalnya untuk clubing atau belanja.

Praktik terselubung lainnya, adalah mahasiswa dan mahasiswi. Beberapa kampus teridikasi melakukan praktik seks komersil atau seks untuk hiburan pribadi, Dan lagi-lagi, mereka yang secara umum tidak memiliki rumah tinggal sendiri atau kost. Latar belakang mereka yang satu ini adalah cenderung untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup ketimbang pemenuhan kebutuhan hidup dasar.

Lalu, siapa yang mengorganisir dan mengakomodasi praktik "wisata sex" semacam ini? Yang jelas adalah mereka sendiri yang disebabkan oleh rasa kekurangan atas biaya hidup di kota Bandung atau untuk membiayai sekolah saudaranya di kampung halaman.

Kedua, praktik ini menjadi budaya dikarenakan ada user atau konsumen mereka. Oleh sebab itulah, siapa pun tidak bisa menyalahkan mereka yang berprofesi di sana atau pun mereka yang menggunakan mereka untuk kepuasan seks pribadinya. Yang harus dibenahi adalah kesadaran semua pihak mulai dari pemerintah daerah/kota,masyarakat untuk sama-sama memperbaiki keadaan ekonomi masyarakat yang lebih baik lagi dari perkembangan Tempat Wisata Di Bandung.(radarpku)

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:17:50 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah pusat melalui Kement.

Riau

Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:14:04 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Luasan kebakaran hutan dan laha.

Riau

31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:03:43 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Sebanyak 31 SMA Negeri di Provi.

Riau

Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci

Senin, 15 Juni 2026 - 08:51:52 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Berawal dari rasa kasihan warga.

Riau

Tahun Ini, Pemprov Riau Targetkan Penerimaan Sekolah Rakyat Capai 420 Siswa

Senin, 15 Juni 2026 - 08:48:07 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) R.

Riau

Total 12 Jemaah Haji Riau Meninggal Selama Penyelenggaraan Haji 202

Senin, 15 Juni 2026 - 08:39:10 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Kabar duka kembali menyelimuti .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
17 Juni 2026
Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
17 Juni 2026
31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
17 Juni 2026
Mengenal 3 Jenis Hijrah
17 Juni 2026
Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf
17 Juni 2026
Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon
17 Juni 2026
Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci
15 Juni 2026
Tahun Ini, Pemprov Riau Targetkan Penerimaan Sekolah Rakyat Capai 420 Siswa
15 Juni 2026
BGN Bantah Isu Prabowo Terima Keuntungan dari Program MBG
15 Juni 2026
Jangan Bandingkan Hidupmu dengan Orang Lain
15 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 3 Sekolah Rakyat di Riau Sudah Tampung 225 Murid, Tahun Ini Tambah 1 Sekolah Baru
  • 2 Luasan Karhutla di Riau Capai 15.220,34 Hektare
  • 3 31 SMAN di Riau Sudah Kembalikan Mark-up Seragam Sekolah
  • 4 Mengenal 3 Jenis Hijrah
  • 5 Program MBG Perlu Dimoratorium dan Jangan Ragu Pemerintah Minta Maaf
  • 6 Trump Tegur Israel karena Terus Menggempur Lebanon
  • 7 Targetkan Rp250 Ribu Sehari, Ini Motif Pasutri Eksploitasi Anak di Lampu Merah Pangkalan Kerinci

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com