PILIHAN +INDEKS
"Kudis" Kongres HMI Kembali Dikorek, Usman Minta Polisi Periksa Aliran Dana Kongres ke-29 Pekanbaru
Usman
RADARPEKANBARU.COM - Kongres HMI di Pekanbaru, Riau menghabiskan dana Rp7 miliar yang di dalamnya diduga terdapat dana APBD sejumlah daerah. Namun pihak panitia enggan merinci dana yang cukup fantastis itu.
Ketua Panitia Kongres HMI Fat Haryanto Lisda saat dikonformasi semula menyatakan akan membeberkan penggunaan dana, namun belakangan dia enggan menanggapi.
"Iya nanti akan saya kirim rincian penggunaan kongres. Tapi melalui imel saja ya termasuk biaya penginapan peserta," janji Haryanto ketika dihubungi wartawan, Jumat (20/11) lalu.
Namun setelah ditunggu, rincian dana itu tidak kunjung ada. Bahkan telpon selulernya langsung tidak aktif. Pesan singkat juga tidak dibalas.
Sementara itu berdasarkan data Usman mantan aktivis HMI MPO yang sekarang di Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau untuk biaya akomodasi (penginapan) peserta kongres menelan dana yang cukup fantatis yakni Rp1,2 miliar.
"Berdasarkan data yang kita himpun, dana untuk akomodasi sebesar Rp1,2 miliar. Ini cukup mencegangkan. Untuk satu kamar penginapan itu per harinya Rp500 ribu. Inikan gila namanya," ujar Kordinator Fitra Riau, Usman.
"Ini uang rakyat. Kalau di Pekanbaru kamar hotel Rp200-300 ribu itu sudah baguslah. Ini mereka hura-hura memakai uang dengan biaya penginapan yang cukup besar pakai uang rakyat lagi. Lagian tidak etis mereka memakai uang rakyat," lanjutnya.
"Kongres seharusnya bisa dilakukan sederhana. Ingat ini acara internal. Uang sebanyak itu saya nilai tidak memberikan efek signifikan terhadap rakyat," tambahnya.
Selain itu, biaya keamanan untuk kegiatan kongres HMI yang akan digelar pada 22-26 November juga besar yakni Rp220 juta.
"Kita minta kepada polisi, walau dapat kemungkinan dapat uang keamanan dari kongres HMI, mereka juga harus menurunkan tim terkait penggunaan dana Bansos untuk HMI itu. Karena selain APBD Riau Rp3 miliar mereka juga dikabarkan minta bantuan ke Pemkot Pekanbaru dan Pemkab Kampar" tukasnya.
Berikut rincian dana yang digunakan HMI yang dihimpun Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Fitra Riau:
1. Biaya akomodasi Rp1,2 miliar
2. Biaya transportasi Rp983 Juta
3. Biaya perlengkapan Rp828 juta
4. Biaya keamanan Rp220 juta
5. Biaya penampilan seni budaya Rp144,5 juta
6. Biaya acara Rp392 juta
7. Biaya administrasi kesekretariatan Rp853 juta
8. Biaya dokumentasi Rp37 juta
9. Biaya operasional panitia, dan pimpinan sidang serta tamu undangan Rp465 juta
10. Biaya publikasi Rp200 juta.
(okz)
BERITA LAINNYA +INDEKS
PCR dan SPS Riau Sepakati Kerja Sama Pengembangan Kurikulum dan Magang Mahasiswa
PEKANBARU– Politeknik Caltex Riau (PCR) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Riau.
HUT ke-80 SPS, Saidul Tombang: Pers Harus Tetap Menjadi Pilar Demokrasi
PEKANBARU – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau memperingati Hari Ulan.
AMA Riau Dorong Reformasi Sistem Pemilu, Minta Keterwakilan Daerah dan Masyarakat Adat Diperkuat
PEKANBARU – Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau mengusulkan adanya refor.
PWI Riau Kurban 6 Sapi dan 1 Kambing pada Iduladha 1447 H
PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban .
Hari Ini KAHMI Riau Sembelih Hewan Qurban
PEKANBARU — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Provinsi Riau meng.
Isu Anak Bupati Terlibat Narkoba Hoaks, Penyebar Fitnah di Medsos Bisa Dijerat Hukum
PEKANBARU – Aliansi Mahasiswa Riau (AMR) meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi bohong .
TULIS KOMENTAR +INDEKS






.jpg)

