• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1926 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4258 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4263 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4214 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4328 Kali

  • Home
  • Internasional

Aral Danau Terluas yang Menemui Ajal Berubah Menjadi Padang Pasir Mengering

Redaksi Radarpku

Ahad, 10 Januari 2016 10:57:47 WIB
Cetak
Aral Danau Terluas yang Menemui Ajal Berubah Menjadi Padang Pasir Mengering
Bangkai kapal yang ditinggalkan, dulunya kapal-kapal ini beroperasi di Laut Aral yang kini telah berubah menjadi padang pasir, mengering

RADARPEKANBARU.COM - Pernahkah anda membayangkan, jika danau keempat terluas di dunia bisa hilang, mengering, tak berbekas? Inilah yang terjadi pada Aral Sea, atau Laut Aral.

Sebenarnya, Laut Aral merupakan sebuah danau. Disebut laut karena ukurannya yang sangat luas, hingga mencapai 68 ribu kilometer persegi dengan dihiasi lebih dari 1000 pulau kecil di tengahnya. Danau yang memiliki titik terdalam 68 meter ini berada di jantung benua Asia, membentang dari Kazakhstan terutama di wilayah Aktobe dan Kyzylorda di utara hingga ke Uzbekistan di sebelah selatan.

Luasnya danau juga mencakup wilayah Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, bagian selatan Republik Kyrgyzstan, dan selatan Kazakhstan. Serta mencakup sedikit bagian Afganistan dan Iran.

 


Foto: mirutadelaseda.com

Selama berabad-abad lamanya, danau ini menjadi sumber penghidupan bagi warga yang mencari ikan maupun bercocok tanam di sekitar danau. Pun keindahan danau menjadi daya tarik tersendiri yang sayang jika dilewatkan. Ada dua sungai besar utama yang terhubung ke Danau Aral, yakni Sungai AmuDar'ya yang berada di Uzbekistan dan Sungai Syr Darya yang berada di wilayah Kazakhstan.

Kedua sungai inilah yang memasok persediaan air bagi danau yang diperkirakan terbentuk pada 20 ribu tahun yang lalu atau pada akhir periode jaman es.

Danau Aral juga disebut-sebut merupakan habitat bagi 34 spesies ikan, dimana 20 jenis ikan diantaranya termasuk merupakan ikan bernilai tinggi. Dulunya, memiliki pelabuhan, tempat penangkaran ikan, serta kapal-kapal penangkap ikan yang terus mengarungi luasnya danau yang dulunya pernah terhubung dengan laut Kaspia ini. Di tahun 1960-an, Danau Aral juga menjadi tempat industri perikanan yang sangat menjanjikan bagi sekitar 60 ribu orang pelaku industri ini.


Foto: remotelands.com

Namun itu dulu. Kini, Danau Aral seolah menjadi contoh bencana lingkungan terburuk dalam sejarah.

Awal mula bencana

Kerusakan yang terjadi di Danau Aral bermula sekitar tahun 1960-an. Saat itu, Uni Soviet melakukan proyek irigasi dengan mengalihkan aliran air dari Sungai AmuDar'ya dan Syr Darya untuk menyulap lahan tandus padang pasir menjadi lahan pertanian. Pemerintahan Uni Soviet pada saat itu memang tengah gencar-gencarnya melakukan pengembangan produk pertanian semisal padi, melon, gandum dan kapas.

Proyek irigasi ini meliputi pembangunan kanal sepanjang 20 ribu mil, 45 dam dan lebih dari 80 unit reservoir yang semuanya digunakan untuk mengairi lahan di Kazakhstan dan Uzbekistan.

Otomatis, sejak saat itu pasokan air yang mengarah ke Danau Aral pun berkurang bahkan terhenti.

Ini terjadi sekitar tahun 1980, ketika memasuki musim panas. Aliran air yang berasal dari dua sungai besar itu, mengering sebelum bisa mencapai danau. Akibatnya, volume air di Danau Aral berkurang drastis.

Pada tahun 1989, Danau Aral kemudian terbagi menjadi dua bagian, yakni Greater Sea di bagian selatan dan Lesser Sea bagian utara. Pada tahun 1992, luas kedua bagian danau ini juga berkurang drastis dan ketinggian air juga menurun signifikan.

Melihat kondisi tersebut, sebenarnya sudah dilakukan upaya penyelamatan yang melibatkan Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan, namun ada kesulitan dalam mengkordinasikan rencana masing-masing negara tersebut.

Danau Aral kemudian terbagi lagi ke dalam tiga bagian, yakni Greater Sea terbagi menjadi dua bagian, sisanya Lesser Sea yang masih belum berubah. Tinggi permukaan air telah berkurang hingga 36 meter diatas permukaan laut, serta volume airnya pun mengalami nasib yang sama, terus berkurang.

Foto Satelit NASA

Pada tahun 2014, NASA merilis citra terbaru Danau Aral yang memperlihatkan perubahan paling drastis dan kali pertama dalam sejarah modern, danau yang berada di bagian timur benar-benar telah kering. Kini, danau itu disebut sebagai Padang Aralkum.

Adapun kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu bencana lingkungan terburuk. Industri perikanan sirna, kawasan Danau Aral juga mengandung polusi berat lantaran terkontaminasi berbagai bahan kimia pertanian yang berbahaya bagi kesehatan.

Dalam upaya terakhir menyelamatkan danau yang masih tersisa, Kazakhstan membangun bendungan antara bagian utara dan selatan laut Aral. Bendungan ini selesai pada tahun 2005, dan hanya sedikit memberikan pengaruh.

 


Foto: eurasianet.org

Inilah, bencana lingkungan terburuk. Danau Aral yang menuju ajal.

Foto-foto Perubahan Laut Aral dari Satelit NASA dari Tahun 2000 - 2015

Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2000 hingga Agustus 2003 (Earth Observatory NASA)


Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2004 hingga Agustus 2007 (Earth Observatory NASA)

 


Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2008 hingga Agustus 2011 (Earth Observatory NASA)

 


Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2012 hingga Agustus 2015 (Earth Observatory NASA)

Sumber : tribunnews

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Koalisi Oposisi Israel Sepakat Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu

Senin, 28 September 2026 - 08:37:34 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Rakyat Palestina sedang Hadapi Perang Genosida

Sabtu, 26 September 2026 - 09:49:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Calon Gubernur Peru Tewas Ditembak Saat Kampanye

Jumat, 25 September 2026 - 08:42:46 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Jurnalis sekaligus calon gubern.

Internasional

Trump Tekan ICC di Sidang PBB, Desak Seluruh Anggotanya Keluar

Kamis, 24 September 2026 - 08:51:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Chile Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Rabu, 23 September 2026 - 08:13:16 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Inggris Turun Tangan Bantu Saudi Hadapi Houthi Yaman

Selasa, 22 September 2026 - 09:57:42 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Musim Hujan Diprediksi Singkat, Pemerintah Harus Putar Otak Cegah Karhutla
28 September 2026
Koalisi Oposisi Israel Sepakat Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu
28 September 2026
Sambut Hari Jadi ke-24, Propam Polda Riau Berbagi Sembako dan Tanam Pohon
26 September 2026
Polresta Pekanbaru Ungkap Penipuan Investasi Proyek, Korban Rugi Rp7,1 Miliar
26 September 2026
4 Titik Jalan Lintas Pemandang-Lubuk Bendahara Timur Segera Diperbaiki
26 September 2026
Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
26 September 2026
Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu
26 September 2026
Rakyat Palestina sedang Hadapi Perang Genosida
26 September 2026
Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun
25 September 2026
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
25 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Musim Hujan Diprediksi Singkat, Pemerintah Harus Putar Otak Cegah Karhutla
  • 2 Koalisi Oposisi Israel Sepakat Bersatu untuk Gulingkan Netanyahu
  • 3 Sambut Hari Jadi ke-24, Propam Polda Riau Berbagi Sembako dan Tanam Pohon
  • 4 Polresta Pekanbaru Ungkap Penipuan Investasi Proyek, Korban Rugi Rp7,1 Miliar
  • 5 4 Titik Jalan Lintas Pemandang-Lubuk Bendahara Timur Segera Diperbaiki
  • 6 Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
  • 7 Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com