• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 3803 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 3799 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 3769 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 3856 Kali
SMAN 2 Kampar Kiri Buka PPDB 2026/2027, Dorong Lahirnya Pelajar Disiplin dan Berdaya Saing
Dibaca : 3780 Kali

  • Home
  • Internasional

Aral Danau Terluas yang Menemui Ajal Berubah Menjadi Padang Pasir Mengering

Redaksi Radarpku

Ahad, 10 Januari 2016 10:57:47 WIB
Cetak
Aral Danau Terluas yang Menemui Ajal Berubah Menjadi Padang Pasir Mengering
Bangkai kapal yang ditinggalkan, dulunya kapal-kapal ini beroperasi di Laut Aral yang kini telah berubah menjadi padang pasir, mengering

RADARPEKANBARU.COM - Pernahkah anda membayangkan, jika danau keempat terluas di dunia bisa hilang, mengering, tak berbekas? Inilah yang terjadi pada Aral Sea, atau Laut Aral.

Sebenarnya, Laut Aral merupakan sebuah danau. Disebut laut karena ukurannya yang sangat luas, hingga mencapai 68 ribu kilometer persegi dengan dihiasi lebih dari 1000 pulau kecil di tengahnya. Danau yang memiliki titik terdalam 68 meter ini berada di jantung benua Asia, membentang dari Kazakhstan terutama di wilayah Aktobe dan Kyzylorda di utara hingga ke Uzbekistan di sebelah selatan.

Luasnya danau juga mencakup wilayah Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, bagian selatan Republik Kyrgyzstan, dan selatan Kazakhstan. Serta mencakup sedikit bagian Afganistan dan Iran.

 


Foto: mirutadelaseda.com

Selama berabad-abad lamanya, danau ini menjadi sumber penghidupan bagi warga yang mencari ikan maupun bercocok tanam di sekitar danau. Pun keindahan danau menjadi daya tarik tersendiri yang sayang jika dilewatkan. Ada dua sungai besar utama yang terhubung ke Danau Aral, yakni Sungai AmuDar'ya yang berada di Uzbekistan dan Sungai Syr Darya yang berada di wilayah Kazakhstan.

Kedua sungai inilah yang memasok persediaan air bagi danau yang diperkirakan terbentuk pada 20 ribu tahun yang lalu atau pada akhir periode jaman es.

Danau Aral juga disebut-sebut merupakan habitat bagi 34 spesies ikan, dimana 20 jenis ikan diantaranya termasuk merupakan ikan bernilai tinggi. Dulunya, memiliki pelabuhan, tempat penangkaran ikan, serta kapal-kapal penangkap ikan yang terus mengarungi luasnya danau yang dulunya pernah terhubung dengan laut Kaspia ini. Di tahun 1960-an, Danau Aral juga menjadi tempat industri perikanan yang sangat menjanjikan bagi sekitar 60 ribu orang pelaku industri ini.


Foto: remotelands.com

Namun itu dulu. Kini, Danau Aral seolah menjadi contoh bencana lingkungan terburuk dalam sejarah.

Awal mula bencana

Kerusakan yang terjadi di Danau Aral bermula sekitar tahun 1960-an. Saat itu, Uni Soviet melakukan proyek irigasi dengan mengalihkan aliran air dari Sungai AmuDar'ya dan Syr Darya untuk menyulap lahan tandus padang pasir menjadi lahan pertanian. Pemerintahan Uni Soviet pada saat itu memang tengah gencar-gencarnya melakukan pengembangan produk pertanian semisal padi, melon, gandum dan kapas.

Proyek irigasi ini meliputi pembangunan kanal sepanjang 20 ribu mil, 45 dam dan lebih dari 80 unit reservoir yang semuanya digunakan untuk mengairi lahan di Kazakhstan dan Uzbekistan.

Otomatis, sejak saat itu pasokan air yang mengarah ke Danau Aral pun berkurang bahkan terhenti.

Ini terjadi sekitar tahun 1980, ketika memasuki musim panas. Aliran air yang berasal dari dua sungai besar itu, mengering sebelum bisa mencapai danau. Akibatnya, volume air di Danau Aral berkurang drastis.

Pada tahun 1989, Danau Aral kemudian terbagi menjadi dua bagian, yakni Greater Sea di bagian selatan dan Lesser Sea bagian utara. Pada tahun 1992, luas kedua bagian danau ini juga berkurang drastis dan ketinggian air juga menurun signifikan.

Melihat kondisi tersebut, sebenarnya sudah dilakukan upaya penyelamatan yang melibatkan Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan, namun ada kesulitan dalam mengkordinasikan rencana masing-masing negara tersebut.

Danau Aral kemudian terbagi lagi ke dalam tiga bagian, yakni Greater Sea terbagi menjadi dua bagian, sisanya Lesser Sea yang masih belum berubah. Tinggi permukaan air telah berkurang hingga 36 meter diatas permukaan laut, serta volume airnya pun mengalami nasib yang sama, terus berkurang.

Foto Satelit NASA

Pada tahun 2014, NASA merilis citra terbaru Danau Aral yang memperlihatkan perubahan paling drastis dan kali pertama dalam sejarah modern, danau yang berada di bagian timur benar-benar telah kering. Kini, danau itu disebut sebagai Padang Aralkum.

Adapun kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu bencana lingkungan terburuk. Industri perikanan sirna, kawasan Danau Aral juga mengandung polusi berat lantaran terkontaminasi berbagai bahan kimia pertanian yang berbahaya bagi kesehatan.

Dalam upaya terakhir menyelamatkan danau yang masih tersisa, Kazakhstan membangun bendungan antara bagian utara dan selatan laut Aral. Bendungan ini selesai pada tahun 2005, dan hanya sedikit memberikan pengaruh.

 


Foto: eurasianet.org

Inilah, bencana lingkungan terburuk. Danau Aral yang menuju ajal.

Foto-foto Perubahan Laut Aral dari Satelit NASA dari Tahun 2000 - 2015

Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2000 hingga Agustus 2003 (Earth Observatory NASA)


Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2004 hingga Agustus 2007 (Earth Observatory NASA)

 


Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2008 hingga Agustus 2011 (Earth Observatory NASA)

 


Searah jarum jam, perbandingan Laut Aral dari Agustus 2012 hingga Agustus 2015 (Earth Observatory NASA)

Sumber : tribunnews

 


BERITA LAINNYA +INDEKS
Internasional

Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

Kamis, 03 September 2026 - 09:49:13 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

AS Serang Iran: Korban Sipil Berjatuhan, Teheran Janji Membalas

Rabu, 02 September 2026 - 09:09:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

AS Serang Dua Peluncur Roket Iran Dekat Selat Hormuz

Selasa, 01 September 2026 - 09:47:18 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Ratusan Jenazah Korban Banjir Nepal Mulai Dimakamkan Massal

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:00:31 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:32:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Internasional

Banjir Bandang Nepal dan Tibet Renggut Ratusan Jiwa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:18:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
03 September 2026
Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
03 September 2026
Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
03 September 2026
Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
03 September 2026
Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
03 September 2026
Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
03 September 2026
Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta
03 September 2026
Proyek Drainase di Jalan Paus Telan Rp4 Miliar
02 September 2026
Hati-Hati dengan Angan-Angan, Pintu Maksiat yang Jadi Cita-Cita Batil
02 September 2026
1.310 Hotspot Terdeteksi di Sumatra, Riau 26 Titik
02 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Dua Pihak Berperkara Sudah Duduk Satu Meja, Netizen Diminta Hentikan Polemik
  • 2 Rute Penerbangan Pekanbaru-Bandung Mulai Beroperasi
  • 3 Kabut Asap Terasa Lagi di Pekanbaru, Udara Kembali Tidak Sehat
  • 4 Sejumlah Nama Mulai Diperbincangkan Menuju Riau 1, Siapa Paling Berpeluang?
  • 5 Hukum Duduk Memeluk Lutut dalam Islam, Kapan Boleh dan tidak Boleh?
  • 6 Anggaran BPS Rp6,4 Triliun Harus Dibarengi Pembenahan Data Desil
  • 7 Spanyol Bantah Siapkan Rencana Hadapi Maroko Usai Eksodus Migran Ceuta

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com