• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 2626 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4973 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 5004 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4940 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 5092 Kali

  • Home
  • Nasional

Rezim Jokowi-JK Menyengsarakan Rakyat Dengan Timbunan Utang

Redaksi Radarpku

Rabu, 30 September 2015 22:29:22 WIB
Cetak
Rezim Jokowi-JK Menyengsarakan Rakyat Dengan Timbunan Utang
JAKARTA (RADARPEKANBARU.COM) - Rakyat jelata semakin  tenggelam dalam kemiskinan, akibat kebijakan ekonomi Jokowi-JK yang sangat liberal. Semuanya diserahkan kepada pasar. Akibatnya berdampak terhadap kehidupan rakyat jelata. Utang tak membuat berkah, tapi malah menjadi beban rakyat. Sekarang, memang rakyat jelata tak pernah mengerti. Mereka hanya merasakan pahitnya hidup, dan segalanya serba mahal.
 
Rakyat jelata tak pernah ingin tahu dengan naiknya dolar. Sekarang mereka menjerit, akibat semua mahal, akibat naiknya dolar terhadap rupiah pelan, tapi secara pasti menghancurkan sendi-sendi ekonomi Indonesia.
 
Sekarang, total utang pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 3.005,51 triliun, Agustus 2015. Angka ini melonjak sampai dengan Rp 94,1 triliun dibandingkan posisi bulan sebelumnya, yaitu Rp 2.911,41 triliun.
Dirjen Pengelola Utang dari Kemenkeu pun akhirnya jujur mengakui bahwa kenaikan nilai utang karena kurs, karena tidak mungkin dalam sebulan negara menarik segitu banyak sampai Rp 94,1 triliun.
 
Biarpun akhir-akhir ini dalam berita Menteri BUMN, Rini Sumarno telah menyetujui berbagai utang negara atas nama BUMN, dan Menkeui Bambang Brodjonegoro telah menyetujui tambahan utang dari World Bank dan Asian Development Bank dan berbagai multilateral agency lainnya.
 
Sehingga tambahan utang negara yang diupayakan Meneg BUMN Rini Sumarno dan Menkeu Bambang Brodjonegoro menjadi musnah tidak berarti karena kenaikan dollar melebihi fungsi tambahan utang tersebut.
 
Di tengah melemahnya daya beli masyarakat bersamaan dengan pelemahan ekonomi Indonesia saat ini, beban utang negara yang mencapai lebih Rp 3000 triliun hingga Agustus 2015 cukup memprihatinkan.
 
Pasalnya, meroketnya volume utang ini sangat signifikan di bawah pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang sama sekali tidak mampu mengontrolnya dan juga belum ada tindakan pemerintah di dalam negeri mendorong produktifitas masyarakat mendukung pertumbuhan ekonomi.
 
Jika dibandingkan dengan pemerintahan SBY selama sembilan tahun (2005-2013) yang mencapai Rp 1.650 triliun, maka pertambahan nilai utang negara selama pemerintahan Jokowi-JK yang baru 10 bulan adalah Rp 1.450 triliun. Telah Meroket 2 kali lipat pertambahan utang tersebut.
Selain itu, penambahan utang baru untuk menutup defisit anggaran yang terjadi setiap tahun sejak era SBY, utang luar negeri tiap tahun rata-rata 150 trilyun untuk menutup defisit negara.
 
Sehingga ada kesan penambahan utang negara ibarat “gali lubang tutup lubang” untuk kepentingan menambal defisit anggaran tersebut.
Era SBY difokuskan pada stabilitas ekonomi dengan cenderung tidak melakukan tindakan apa-apa atau lebih dikenal luas saat itu kondisi Negara Auto Pilot. Di era Presiden SBY, APBN Indonesia di Era Reformasi, telah meningkat jumlahnya sekitar lima belas kali dibanding APBN pada akhir Orde Baru.
 
Pada saat yang sama, meningkat pula utang pemerintah Indonesia yang mencapai lebih dari 300% dibanding utang di masa Orde Baru. Peningkatan utang yang sangat tajam terjadi pada awal Era Reformasi. Total utang di akhir Orde Baru (1997) sebesar Rp 552,5 triliun atau 57% terhadap PDB.
Seharusnya kalau APBN meningkat sebagai representative GDP meningkat ditambah dengan utang meningkat dalam jumlah yang luar biasa besar, rakyat makin sejahtera serta kehidupan rakyat semakin bertambah baik karena peredaran uang di masyarakat semakin banyak dalam kondisi moneter yang lebih baik, kesempatan masyarakat menjadi bagian dari cash flow (aliaran uang) semakin besar.
 
Namun dalam realitas, yang terjadi pada rakyat jelata adalah sebaliknya. Mereka semakin susah dan terpinggirkan.
Penyebabnya antara lain, APBN yang ditopang dengan utang, tidak disasarkan/ditujukan untuk membangun ekonomi yang berkeadilan. Di mana pemerintah wajib memberi affirmative action dengan program-program yang jelas untuk memberdayakan dan memajukan mayoritas rakyat Indonesia yang masih miskin, kurang pendidikan dan tertinggal.
 
Namun Pemerintah Jokowi-JK saat ini membangun ekonomi lebih cenderung mengamalkan asas persaingan bebas (free competition), sehingga hasilnya tidak memberi manfaat nyata bagi kemajuan rakyat jelata, justru semakin memperkaya mereka yang sudah kaya dan maju.
 
Selain itu, terlalu banyak kementerian dan lembaga negara yang didirikan di Era Reformasi banyak daerah Pemekaran, serta pembentukan daerah baru seperti kabupaten, kota dan provinsi, sehingga banyak menghabiskan anggaran belanja.
 
Pemerintah tidak hidup sederhana, hemat dan efektif dalam menggunakan anggaran belanja negara, dan terus menambah jumlah pegawai, sehingga anggaran belanja negara banyak terkuras untuk membayar belanja pegawai.
Yang lebih buruk adalah Pemerintah sekarang lebih banyak menyerahkan harga sembako dan BBM kepada mekanisme pasar bebas. Sehingga tidak heran harga beras, kedelai, daging dll dapat melonjak setiap saat tanpa kendali pemerintah.
 
Diperparah lagi selain BUMN dipacu berutang juga, dan Pemerintah juga terkesan membiarkan BUMN public services menaikkan tarifnya seperti PT KAI, Pertamina dan Jasa Marga, sehingga menambah beban berat ekonomi rakyat yang memacu inflasi ikut semakin meroket.
 
Kita menunggu Pemerintah Jokowi-JK mengambil langkah-langkah yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara diatas kepentingan partai politik dan rekan business.
 
Semoga bisa menjadi tambahan informasi dan tetap membuat kita semua mawas diri penurunan kemampuan sektor riil masyarakat kita sudah membahayakan dan ini diprediksi akan berlanjut sampai beberapa tahun kedepan. Rezim yang hanya bisa menumpuk utang, dan terus membebani  rakyat. Wallahu'alam.(*)
 
leny maryouri/pert/26/9/2015.


BERITA LAINNYA +INDEKS
Nasional

Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo

Jumat, 06 November 2026 - 09:26:11 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Dugaan penyadapan ilegal terhad.

Nasional

KPK Periksa Menteri ATR BPN Nusron Wahid Terkait Dugaan Suap HGB Summarecon di Bogor

Kamis, 05 November 2026 - 06:15:37 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (K.

Nasional

Profil 3 Jenderal Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Ada Eks Kapolri

Rabu, 04 November 2026 - 06:13:02 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Senin, 02 November 2026 - 05:31:57 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:13:28 WIB

RADARPEKANBARU.COM - .

Nasional

Riau Dikeluarkan dari Daftar 6 Provinsi Prioritas Nasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:26:24 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Upaya maksimal Pemerintah Provi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
06 November 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
06 November 2026
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
06 November 2026
Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
06 November 2026
Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
06 November 2026
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
06 November 2026
Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC
05 November 2026
Matangkan Persiapan Hari Pahlawan 2026, Pemprov Riau Tetapkan Tiga Lokasi Upacara Peringatan
05 November 2026
Pengadaan Seragam Sekolah Gratis Rp2,45 Miliar di Rohul Diawasi Kejari dan Inspektorat
05 November 2026
340 Hotspot Terpantau di Sumatera, Riau Terdeteksi 6 Titik
05 November 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Polda Riau Sita 45,8 Ton Pupuk Diduga Palsu di Siak, Selamatkan Petani dari Ancaman Gagal Panen
  • 2 Ekonomi Riau Tumbuh 4,65 Persen pada Triwulan III-2026
  • 3 Pertumbuhan Ekonomi Riau Tetap Positif, Industri Pengolahan hingga Pertanian Jadi Penopang
  • 4 Siapa Lebih Utama Utsman bin Affan atau Ali bin Abi Thalib Menurut Imam Hanafi?
  • 5 Terbongkarnya Penyadapan Jadi Momen Prabowo Bersihkan Menteri Geng Solo
  • 6 Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun dari Timnas Portugal Usai 23 Tahun Mengabdi
  • 7 Rekor Kandang Askar Bertuah Runtuh, PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com