• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Politik
    • Kabupaten Kuansing
    • Kabupaten Rokan Hilir
    • Kabupaten Rokan Hulu
    • Kota Pekanbaru
    • Kota Dumai
    • Kabupaten Siak
    • Kabupaten Pelalawan
    • Kabupaten Kampar
    • Kabupaten Indragiri Hulu
    • Kabupaten Indragiri Hilir
    • Kabupaten Bengkalis
    • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
    • fokus riau
  • More
    • Hukrim
    • Life Style
    • Dakwatuna
    • Opini
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Politik
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Nasional
  • Riau
  • Hukrim
  • Life Style
  • Dakwatuna
  • Opini
  • Video
  • Kabupaten Kepulauan Meranti
  • Kabupaten Bengkalis
  • Kabupaten Indragiri Hilir
  • Kabupaten Indragiri Hulu
  • Kabupaten Kampar
  • Kabupaten Pelalawan
  • Kabupaten Siak
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kabupaten Rokan Hulu
  • Kabupaten Rokan Hilir
  • Kabupaten Kuansing
  • fokus riau
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN +INDEKS
Darmilis Dorong Transformasi Zakat Riau, BAZNAS Diharapkan Jadi Penggerak Kemandirian Umat
Dibaca : 1894 Kali
Tirta Meyrizka Lubis Bikin Bangga Riau, Bersinar di Ajang Duta Muslimah Preneur Indonesia 2026
Dibaca : 4228 Kali
Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKN 1 Tapung Hulu Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Siap Membuka Lapangan Pekerjaan
Dibaca : 4227 Kali
SMAS Adven Pasir Putih Mulai Buka PPDB 2026/2027, Perkuat Pendidikan Karakter dan Akademik
Dibaca : 4180 Kali
PPDB 2026/2027 Dibuka, SMAN 6 Tapung Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Prestasi Siswa
Dibaca : 4297 Kali

  • Home
  • Riau

Menurut Pakar Ternyata Masker Asap Yang Dibagikan Tidak Sesuai Standar

Redaksi Radarpku

Selasa, 08 September 2015 19:52:49 WIB
Cetak
Menurut Pakar Ternyata Masker Asap Yang Dibagikan Tidak Sesuai Standar
Masker Asap Yang Dibagikan Tidak Sesuai Standar

RADARPEKANBARU.COM- Pakar kesehatan meminta pemerintah lebih gencar menyosialisasikan penggunaan masker penangkal asap yang benar dan layak kepada masyarakat di daerah bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan karena masker medis yang selama ini dibagikan tidak aman.

"Masker tipis yang selama dibagi-bagikan dinas kesehatan tidak sesuai dengan kondisi udara yang tercemar asap, apalagi levelnya sudah berbahaya. Sudah saatnya pemerintah memberikan contoh yang benar, stop lakukan pembodohan," kata pakar kesehatan dr Mardiansyah Kusuma, Sp.Ok kepada Antara di RS Syafira, Pekanbaru, Selasa.

Dokter spesialis okupasi itu mengatakan bahwa masker tipis yang selama ini dibagikan pemerintah melalui dinas kesehatan setempat ketika kabut asap terjadi merupakan masker standar untuk bedah.

Masker itu digunakan untuk menangkal cipratan darah, liur, maupun bakteri dari pasien agar tidak langsung mengenai dokter maupun paramedis.

"Asap masih bisa masuk dari sela-sela masker, yang ideal adalah masker jenis N95 yang mencengkram erat seluruh sela-sela hidung dan mulut," katanya.

Ia mengatakan pemerintah yang terus memberikan masker standar bedah itu membuat masyarakat terbiasa membeli masker tipis tersebut.

Organiasasi kemasyarakatan dan pihak swasta juga ikut membagikan masker tipis itu karena kurangnya pengetahuan.

Ia memahami bahwa Dinas Kesehatan Riau mendapatkan bantuan masker tersebut dari Kementerian Kesehatan RI dan pengadaan masker N95 kerap terkendala karena harganya jauh lebih mahal dari masker bedah.

"Kesehatan memang mahal dan membiasakan masyarakat untuk menggunakan masker yang benar adalah tanggung jawab pemerintah. Bencana asap bukan seperti tsunami dan gunung meletus yang langsung membinasakan orang, tapi akumulasi dari paparan asap berbahaya ini secara akumulasi akan meningkatkan risiko kanker pada 10-20 tahun kedepan," katanya.

Dalam kondisi polusi asap di level berbahaya, lanjutnya, warga yang sangat rentan terkena penyakit asap mulai dari bayi, manula dan ibu hamil seharusnya dievakuasi ke tempat dengan udara lebih bersih.

Meski begitu, upaya tersebut akan sulit dilakukan pemerintah karena membutuhkan dana dan sumber daya yang tidak sedikit.  
   
"Pilihannya ada dua, yakni memindahkan warga yang rentan menjauhi lokasi asap dan yang kedua adalah memindahkan segera asapnya. Upaya kedua berarti pemerintah harus bekerja lebih serius menangani kebakaran yang menjadi sumber asap berbahaya ini," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril mengatakan pihaknya sejak lama berupaya meminta bantuan masker jenis N95 kepada Kementerian Kesehatan RI.

"Kita terus minta, tapi kita tidak pernah dapat," ujar Andra ketika dihubungi Antara.

Ia mengatakan, Dinas Kesehatan Riau telah mengirim surat permohonan bantuan masker sebanyak 300 ribu melalui Pusat Penanggulangan Krisis Direktorat Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL).

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 persen adalah permintaan untuk masker N95. Masker itu lebih cenderung untuk pencegahan penyakit menular," kata Andra.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, sekitar 15.234 warga telah menderita berbagai penyakit akibat pengaruh kabut asap kebakaran lahan dan hutan selama terjadinya kebakaran yang parah pada dua bulan terakhir.

Warga paling banyak menderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) yang jumlahnya mencapai 12.262 orang.

Jumlah tersebut merupakan warga Riau yang berobat mulai tanggal 29 Juni hingga 7 September.

Selain terkena ISPA, banyak warga juga menderita gangguan kesehatan lainnya akibat asap seperti Pneumonia 324 orang, asma 513 orang, iritasi mata 879 orang, iritasi kulit 1.256 orang.

Sementara itu, Ketua Komisi Kebijakan Publik dan Politik pada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Riau Yopi Pranoto meminta pemerintah untuk lebih serius menangani masalah kebakaran dan asap karena sebagian daerah Provinsi Riau kini dibuat tidak layak huni akibat polusi udara yang mencapai level berbahaya.

Menurut dia, seharusnya Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman berani menyatakan Riau darurat asap agar bantuan dari pemerintah pusat lebih mudah prosedurnya.

"Pemerintah seharusnya juga memberikan insentif kepada warga yang sakit karena asap," ujar Yopi.(ant)


BERITA LAINNYA +INDEKS
Riau

Sambut Hari Jadi ke-24, Propam Polda Riau Berbagi Sembako dan Tanam Pohon

Sabtu, 26 September 2026 - 10:11:24 WIB

Memaknai Hari Jadi Propam Polri ke-24, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Riau tak seka.

Riau

Polresta Pekanbaru Ungkap Penipuan Investasi Proyek, Korban Rugi Rp7,1 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 10:07:38 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Satreskrim Polresta Pekanbaru mengungkap dugaan penipuan da.

Riau

4 Titik Jalan Lintas Pemandang-Lubuk Bendahara Timur Segera Diperbaiki

Sabtu, 26 September 2026 - 10:02:06 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Keluhan warga terkait kerusakan.

Riau

PNS Pemprov Riau Diduga Gelapkan Uang Pensiunan Guru Rp524 Juta

Jumat, 25 September 2026 - 09:40:45 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Penyidik Direktorat Reserse Kri.

Riau

34 kilometer Jalan di Kota Pekanbaru Sudah Dioverlay

Jumat, 25 September 2026 - 09:37:35 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemko Pekanbaru, sepanjang 2026.

Riau

Pemko Pekanbaru Buka Posko Pengaduan Perubahan Desil

Jumat, 25 September 2026 - 08:56:47 WIB

RADARPEKANBARU.COM - Pemko Pekanbaru membuka posko p.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini +INDEKS
Sambut Hari Jadi ke-24, Propam Polda Riau Berbagi Sembako dan Tanam Pohon
26 September 2026
Polresta Pekanbaru Ungkap Penipuan Investasi Proyek, Korban Rugi Rp7,1 Miliar
26 September 2026
4 Titik Jalan Lintas Pemandang-Lubuk Bendahara Timur Segera Diperbaiki
26 September 2026
Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
26 September 2026
Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu
26 September 2026
Rakyat Palestina sedang Hadapi Perang Genosida
26 September 2026
Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun
25 September 2026
Salah Satunya Pahala Syahid, Ini 5 Hukum Khusus Terkait Korban Jiwa Tenggelam Menurut Islam
25 September 2026
PNS Pemprov Riau Diduga Gelapkan Uang Pensiunan Guru Rp524 Juta
25 September 2026
34 kilometer Jalan di Kota Pekanbaru Sudah Dioverlay
25 September 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Sambut Hari Jadi ke-24, Propam Polda Riau Berbagi Sembako dan Tanam Pohon
  • 2 Polresta Pekanbaru Ungkap Penipuan Investasi Proyek, Korban Rugi Rp7,1 Miliar
  • 3 4 Titik Jalan Lintas Pemandang-Lubuk Bendahara Timur Segera Diperbaiki
  • 4 Mengapa Allah Menyukai Hamba yang Berdoa? Ini Penjelasan Imam Al-Ghazali
  • 5 Prabowo Kritik Perda yang Izinkan Bakar Lahan 2 Ha, Sebut Aturan Menipu
  • 6 Rakyat Palestina sedang Hadapi Perang Genosida
  • 7 Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun

PT. Radar Indomedia Pers
JL. Arifin Ahmad Blok B Nomor 08 ( Belakang Green Hotel ), Pekanbaru - Riau
Email: [email protected]

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

©2021 Radarpekanbaru.com